Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
119. Pembuktian Ardi


__ADS_3

Keesokan harinya, Yeni sudah bersiap untuk pergi ke kampus. Sedangkan Leon masig mandi. Yeni mengambil baju untuk Leon dan meletakkan di atas tempat tidur.


Setelah itu Yeni keluar untuk menyiapkan sarapan untuk Leon dan juga dirinya. Yeni sudah membuat nasi goreng dan telur mata sapi untuk sarapan mereka. Sekarang ia pergi untuk membuat kopi. Suami kulkasnya itu sangat menyukai kopi. Setelah selesai Yeni pun meletakkannya di atas meja makan bertepatan dengan Leon keluar.


" Ayo sarapan mas " ucap Yeni tersenyum.


Leon pun duduk di satu kursi dan Yeni mengkutinya. Mereka pun memulai sarapan dengan tenang.


Setelah selesai sarapan mereka pun langsung pergi ke kampus. Sesampainya di kampus mereka langsung pergi ke kelas masing-masing.


Hari beranjak siang. Leon dan Yeni juga sudah menyelesaikan kelas mereka. Mereka pun akan langsung pulang. Saat hendak keluar kampus, mereka melihat Ardi dan Tya.


" Ardi!!Mba Tya !!" panggil Yeni.


Ardi dan Tya pun tersenyum pada Yeni yang menghampiri mereka bersama Leon di sebelahnya.


" Sudah mau pulang?" tanya Yeni.


" Iya Yen " jawab Ardi.


" Kita juga mau pulang. Ayo bareng ke parkiran " ucap Yeni.


Mereka pun pergi ke parkiran bersama-sama sampai ada suara seseorang yang memanggil mereka.

__ADS_1


" Ardi " panggil orang yang tak lain adalah Bela.


Bela menghampiri mereka sambil menangis. Semua orang yang ada disana pun memperhatikannya.


" Ardi kamu harus bertanggung jawab " teriak Bela sambil menangis.


" Bertanggung jawab apa?" tanya Ardi.


" Kamu harus nikahin aku. Aku hamil anak kamu " jawab Bela.


Semua orang yang ada disana terkejut dengan ucapan Bela dan mulai berbisik membicarakannya.


" Jangan sembarangan ngomong ya. Itu bukan anak gue " ucap Ardi tegas.


" Kamu gak bisa mengelak dari kenyataan itu Ardi " ucap Bela.


Bela pun terdiam. Ia tidak menyangka bahwa Ardi mengetahui hal itu.


" Jangan asal ngomong ya. Ini tu anak kamu " ucap Bela.


" Gue gak asal ngomong. Gue punya bukti " jawab Ardi.


Ardi mengeluarkan ponselnya dan memutar video yang memperlihatkan Bela sedang bersama om-om yang lebih cocok menjadi ayahnya sedang bermesraan. Om-om itu juga mengusap perut Bela dan mengatakan bahwa itu adalah anaknya.

__ADS_1


Bela bergetar setelah melihat video itu. Semua rencananya sudah gagal untuk menghancurkan rumah tangga Ardi dan Tya.


" Sudah jelaskan? Gak usah sebar-sebar kebohongan lagi untuk menghancurkan rumah tangga gue. Sampai lo berbuat macem-macem lagi gue gak akan tinggal diem. Gue bakal bikin perhitungan sama lo" ucap Ardi.


" Cih mempermalukan diri sendiri. Dasar cewek simpenan " ucap Yeni dengan senyum mengejek.


Bela yang sudah terlanjur malu dan rencananya gagal pun akhirnya meninggal kampus diiringi cibiran dari mahasiswa yang melihat kejadian itu.


Setelah kepergian Bela mereka semua pun mulai membubarkan diri. Ardi dan Tya serta Leon dan Yeni pun hendak langsung pulang.


" Lo dapet dari mana video itu?" tanya Leon pada Ardi.


" Angga gue suruh cari tahu. Kebetulan om-om itu rekan bisnis bokap gue jadi gue dapat banyak informasi dan lebih gampang " jawab Ardi.


" Jadi yang jadiin Bela simpenan itu rekan bisnis ayah mas?" tanya Tya memastikan.


" Iya sayang " jawab Ardi.


" Wih pantes aja dia sudah gak masuk kampus lagi ternyata jadi simpenan sugar daddy " ucap Yeni.


" Sudahlah yang penting masalah ini sudah selesai " ucap Tya.


Mereka pun pergi ke mobil masing-masing dan menuju ke tempat tinggal masing-masing.

__ADS_1


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya 😊😘


Tolong follow ig saya ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2