Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
35. Menemani Siska


__ADS_3

Waktu pulang sekolah pun tiba. Semua murid bersiap-siap untuk pulang. Leon melangkahkan kakinya keluar dari kelas bersama kedua temannya.


Yeni memperhatikan Leon dan mengikutinya hingga parkiran. Terlihat Leon melajukan motornya meninggalkan sekolah.


" Huft kenapa sih gue harus suka sama cowok kulkas kaya dia sih " ucap Yeni menghembuskan napasnya panjang.


Yeni pun melajukan motornya untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah seperti biasa Yeni meletakkan sepatunya ke dalam rak lalu memasuki rumahnya.


" Assalamualaikum " ucap Yeni.


" Walaikumsalam " jawab Ayah Yendi dan Bu Yosi yang berada di ruang keluarga.


" Udah pulang sayang ?" ucap Bu Yosi.


" Iya bu " jawab Yeni lalu mencium tangan kedua orang tuanya.


" Yeni ke kamar dulu " ucap Yeni dan diangguki oleh kedua orang tuanya.


Yeni pun pergi ke kamarnya lalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah itu dia langsung melaksanakan sholat ashar.


Di rumahnya, Leon baru saja menyelesaikan mandinya. Dia keluar kamar mandi dan ternyata di kamarnya sudah ada Siska.


" Ngapain lo di kamar gue ?" tanya Leon sambil mengambil pakaiannya.


" Gue mau ngomong sama lo " jawab Siska.


Leon pergi ke kamar mandi untuk memakai pakaiannya. Tak butuh waktu lama dia keluar.


" Lo mau ngomong apa?"ucap Leon.


" Gue pengen ketemu sama pacar Ardi " ucap Siska.


" Tya? Mau ngapain ?" tanya Leon.


" Gue mau ngomong sama dia" jawab Siska.


" Lo jangan macem-macem" ucap Leon sedikit khawatir jika Siska akan melakukan sesuatu pada Tya.


" Nggak lah. Makanya gue minta lo temenin gue buat nemuin dia " jawab Siska.


" Ya udah, nanti malem gue anter lo ke rumahnya " ucap Leon kemudian keluar dari kamarnya meninggalkan Siska.


Leon menuju mushola yang ada di rumahnya untuk melaksanakan sholat ashar. Setelah itu dia menghampiri Mama Rita yang berada di taman.


" Ma " panggil Leon lalu duduk di sebelah Mama Rita.


" Kenapa sayang?" ucap Mama Rita.


" Mama ngapain disini?" tanya Ardi.


" Mama cuma mau lihat bunga-bunga " jawab Mama Rita tersenyum.

__ADS_1


" Oh iya sayang. Bawa Yeni main kesini lagi ya " ucap Mama Rita.


" Gak mau. Mama juga kenapa suka banget sama cewek ceroboh itu " jawab Leon.


" Leon tidak boleh seperti itu. Namanya Yeni. Dia gadis yang baik dan sopan. Mama sangat menyukainya " ucap Mama Rita.


" Baiknya di depan mama aja " ucap Leon merebahkan kepalanya di bahu Mama Rita.


Mama Rita pun tersenyum dan mengusap kepala Leon.


" Kamu kok sepertinya tidak menyukainya " ucap Mama Rita.


" Dia itu ceroboh sekali ma. Jika bersama dengannya pasti Leon sial. Dia selalu saja menabrak atau membuat Leon jatuh " jawab Leon.


Jika sedang bersama Mama Rita sikap Leon yang dingin dan datar hilang. Dia akan menjadi orang yang lembut dan manja.


" Tapi mama berharap dia yang menjadi istrimu nanti. Bisa saja ketidaksukaanmu ini akan menjadi cinta " goda Mama Rita pada Leon.


" Apaan sih ma " ucap Leon lalu berdiri.


" Udah ah Leon masuk dulu. Mama jangan terlalu lama disini hari sudah mau senja " ucap Leon pada Mama Rita.


" Iya sayang " jawab Mama Rita tersenyum.


Kemudian Leon pun melangkahkan kakinya memasuki rumah dan menuju kamarnya.


Hari berganti malam. Setelah makan malam Leon dan Siska berpamitan untuk keluar.


" Ke rumah teman Leon sebentar ma " jawab Leon.


" Baiklah. Kalian hati-hati. Jaga sepupumu " ucap Mama Rita.


" Iya ma" jawab Leon mencium pipi Mama Rita.


" Kita pergi dulu tante " ucap Siska.


" Iya sayang " jawab Mama Rita tersenyum.


Mereka pun berangkat menuju rumah Tya menggunakan motor milik Leon. Setelah sampai mereka turun dari motor dan mengetuk pintu rumah Tya.


" Assalamualaikum " ucap Leon.


Kemudian pintu pun terbuka dan terlihat Bibi Sari.


" Walaikumsalam " jawab Bibi Sari.


Leon pun mencium tangan Bibi Sari dan diikuti oleh Siska.


" Oh iya bi. Ini Siska sepupu Leon " ucap Leon.


Bibi Sari pun tersenyum pada Siska. " Ayo masuk " ucap Bibi Sari.

__ADS_1


Leon dan Siska pun masuk mengikuti Bibi Sana. Terlihat Ardi juga berada disana dan sedang mengobrol dengan Paman Nadi.


" Ngapain Ardi juga disini " batin Leon.


" Eh nak Leon " ucap Paman Nadi.


Kemudian Leon pun mencium tangan Paman Nadi. " Perkenalkan ini Siska. Sepupu Leon paman " ucap Leon.


Siska pun menyalami Paman Nadi. " Siska " ucap Siska pada Paman Nadi dan Paman Nadi pun tersenyum.


" Silahkan duduk " ucap Paman Nadi mempersilakan.


Kemudian Leon dan Siska pun duduk di sofa di sebrang Ardi dan Paman Nadi.


Tak lamq terlihat Tya datang dengan membawa minuman. Bibi Sari mengambil alih nampan berisi gelas itu.


" Ayo silahkan diminum " ucap Bibi Sari.


" Iya bi " jawab Ardi dan Leon bersamaan, sedangkan Siska hanya tersenyum.


" Ya sudah kami tinggal ke dalam dulu " ucap Paman Nadi dan diangguki mereka.


Suasana menjadi hening setelah kepergian Ayah Nadi dan Bu Sari, tidak ada yang berbicara antara mereka. Terlihat Ardi dan Leon yang saling menatap tajam.


" Leon ada apa kamu kesini ?" tanya Tya memecah keheningan.


" Siska dia ini sepupuku. Dia mau bicara sama kamu " jawab Leon kemudian Tya melihat ke arah Siska.


" Bisa kita bicara hanya berdua ?" ucap Siska.


" Buat apa kamu mau bicara sama Tya " ucap Ardi sedikit khawatir jika Siska akan berbuat yang tidak diinginkan pada Tya.


Tya mengerti kekhawatiran Ardi. Tya mengusap punggung tangan Ardi. Dia tersenyum seolah mengatakan bahwa tidak akan ter jadi apa-apa.


" Bisa " ucap Tya tersenyum pada Siska.


" Sebelumnya minta maaf Ar karena kejadian tadi. Kamu tenang aja aku gak bakal macem-macem" ucap Siska pada Ardi.


" Aku temani kamu" ucap Ardi pada Tya.


" Gak usah, kamu disini aja nemenin Leon " jawab Tya.


" Tapi.... " belum Ardi melanjutkan kata-katanya Tya menggelengkan kepalanya supaya Ardi tetep mau disana.


" Baiklah, tapi awas aja kamu macem-macem " ancam Ardi menatap tajam ke arah Siska.


" Lo tenang aja kalo Siska berani macem-macem gue yang bakal kasih dia pelajaran " ucap Leon kemudian Ardi hanya diam.


" Kita bicara di teras " ucap Tya kemudian menuju keluar diikuti oleh Siska.


Tya dan Siska pun pergi ke teras dan meninggalkan Ardi dan Leon. Mereka tidak ada yang berbicara dan hanya saling melempar tatapan tajam sampai Tya dan Siska kembali.

__ADS_1


__ADS_2