
Keesokan harinya Yeni merasa badannya sedang digoyangkan seseorang. Kemudian terdengar suara Tya membangunkannya
" Dek bangun, udah subuh" ucap Tya sambil menggoyangkan tubuh Yeni.
" Hmm iya mba" jawab Yeni sambil mengucek matanya.
Tya dan Yeni pun mandi dan setelah itu melaksanakan sholat subuh. Setelah itu mereka bersiap-siap untuk sekolah.
Mereka hanya sarapan roti dan susu karena tidak sempat untuk memasak. Saat mereka sedang sarapan, ada suara seseorang mengetuk pintu dan mengucapkan salam.
Tok tok tok.
" Assalamualaikum" ucap orang tersebut.
" Walaikumsalam" jawab Yeni dan Tya bersamaan.
" Aku liat dulu ke depan mba" ucap Yeni beranjak dari duduknya dan Tya pun mengangguk kepalanya.
Yeni berjalan menuju pintu keluar. Saat membuka pintu, ternyata Ardi yang datang.
" Eh Ardi, cepet banget datengnya" ucap Yeni.
" Gak sabar ya pengen ketemu mba Tya" lanjut Yeni menggoda Ardi sambil menaik turunkan alisnya.
" Hehe tau aja " ucap Ardi sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Yeni hanya tertawa melihat itu. " Ya udah, ayo masuk mba Tya masih sarapan" ucap Yeni lalu masuk ke rumah diikuti Ardi.
" Selamat pagi" ucap Ardi saat sudah berada di meja makan.
" Pagi. Pagi banget, kamu udah sarapan?" tanya Tya.
" Belum hehe" jawab Ardi menunjukkan jejeran giginya.
" Aku buatin roti ya " ucap Tya.
" Boleh deh" ucap Ardi
Lalu Tya pun mulai mengoleskan selai pada roti.
Sedangkan Yeni hanya melihat interaksi mereka sambil tersenyum. Lalu dia menyiapkan bekal untuknya dan Tya.
" Ini, di minum juga susunya" ucap Tya.
Tya memberikan roti kepada Ardi lalu menuangkan susu ke gelas Ardi.
Ardi pun memakan roti dan meminum susunya.
__ADS_1
" Ehem, di kacangin nih" sindir Yeni karna dari tadi mereka hanya asik ngobrol berdua.
" Apaan sih dek" ucap Tya karena disindir Yeni
" Bilang aja lo iri kan gak bisa gini sama Aska" ucap Ardi sambil tertawa.
Ardi memang tahu kalau Aska menyukai Yeni tapi Yeni tidak menyadarinya.
" Apaan sih, kenapa juga bawa-bawa Aska" ucap Yeni kesal. Ardi masih tertawa dan diikuti Tya.
Setelah mereka selesai sarapan mereka lalu berangkat ke sekolah. Ardi memaksa lagi untuk membantu menggendong Tya dan melarang Yeni.
Saat hendak membawa Tya ke motor Yeni, Yeni mencegahnya.
" Ar, mba Tya ikut kamu aja gak papa kan" ucap Yeni. Dia ingin Ardi dan Tya tambah dekat.
" Tapi... " belum sempat Tya menjawab langsung dipotong oleh Ardi.
" Iya, kamu ikut aku aja . Tenang aja aman kok" ucap Ardi lalu membawa Tya ke motornya.
Yeni yang melihatnya pun tersenyum lalu menaiki motornya sendiri.
" Pegangan ya" ucap Ardi sambil menaruh tangan Tya di pinggangnya.
Lalu mereka pun menuju sekolah yang hanya menempuh waktu 15 menit dari rumah Tya.
Sampai di kelas, Ardi mendudukkan Tya di bangkunya.
" Makasih ya Ar, jadi ngerepotin kamu" ucap Tya.
" Nggak kok" ucap Ardi tersenyum lalu menuju bangkunya di belakang Tya.
Sedangkan Yeni setelah memberikan tas Tya, dia menuju bangkunya sendiri.
Teman -teman yang melihat Ardi membawa Tya pun menghampirinya.
" Lo berangkat bareng Tya?" tanya Reno kepo.
" Iya, tadi gue jemput dia sama Yeni di rumahnya" jawab Ardi.
" Wih, udah mulai beraksi lo" ucap Ahsan.
" Semangat buat dapetin hati Tya" ucap Aska dan dibalas senyum oleh Ardi.
Sedangkan Leon yang mendengar itu langsung mengepalkan tangannya, dia seakan tidak rela. Risky yang melihat itu menepuk bahu Leon.
" Kalo lo suka sama Tya perjuangin, jangan sampe jatuh ke tangan orang lain" ucap Risky.
__ADS_1
Leon tidak menjawab Risky dia langsung mendudukkan dirinya di bangku.
Lonceng masuk pun berbunyi, pertanda jam pelajaran akan dimulai. Semua sudah memasuki kelas masing-masing untuk memulai pelajaran.
Setelah pelajaran selesai, semua siswa ke kantin seperti biasanya. Tapi tidak dengan Tya dan Yeni mereka memakan bekal yang mereka bawa.
Tapi tiba-tiba Cintia dan temannya menghampiri Tya di kelasnya.
" Heh Tya, jangan kegatelan deh" ucap Cintia sinis.
" Maksudnya apa ya?" tanya Tya bingung.
Leon yang melihat Cintia seperti sedang marah-marah pada Tya pun bangkit dari duduknya.
" Lo itu deketin Ardi kan biar bisa lo jadiin babu lo biar bisa lo suruh bawa dia ke situ lah ke sini lah" ucap Cintia sambil mendorong pundak Tya danTya hampir terjatuh untung ada Leon yang menahannya.
" Apa-apaan sih lo, bisa bahayain orang tau gak dorong-dorong gitu" ucap Leon kesal dengan tindakan Cintia yang hampir membuat Tya celaka.
" Lo gak usah ikut campur" sambil menunjuk Leon. " Dan lo Tya, lo itu gak pantes buat Ardi. Lo tu cuma cewek lumpuh yang bakal ngerepotin Ardi " ucap Cintia sinis.
Tya yang mendengarnya tidak bisa menahan air matanya lagi. Leon yang melihat Tya menangis sangat marah pada Cintia.
Leon yang hendak memberi Cintia pelajaran terhenti karna kedatangan Ardi.
" Cukup Cintia, jangan keluarin kata-kata lagi dari mulut kotor lo itu. Lo gak pantes bilang kaya gitu ke Tya. Lo itu lebih buruk, bahkan sangat buruk. Gue selama ini bersikap baik ke lo karna gue kira lo cewek baik tapi ternyata" ucap Ardi, dia sangat marah pada Cintia.
" Gak kaya yang... " belum selesai Cintia bicara sudah di potong oleh Ardi.
" Sekarang PERGI" bentak Ardi pada Cintia.
Cintia merasa takut pada Ardi yang sedang marah dan dia pun meninggalkan tempat itu.
Setelah Cintia pergi Ardi hendak mendekati Tya yang sedang menangis di pelukan Yeni tapi dihalangi oleh Leon.
" Lo ikut gue" ucap Leon menarik Ardi ke taman Sekolah.
Leon memukul Ardi untuk melampiaskan kemarahannya.
" Apa-apaan sih lo" ucap Ardi emosi bangkit untuk berdiri.
" Gara-gara lo Tya di maki kaya gitu dan dia nangis itu semua karna lo" ucap Leon masih emosi.
" Iya mungkin semua berawal dari gue. Tapi gue gak tahu apa-apa dan kenapa sikap lo gini hah. Lo suka kan sama Tya?" tanya Ardi.
" Iya. Gue suka sama Tya. Tapi gue tau dia lebih suka ke lo maka nya gue diem, tapi kalo sampek lo nyakitin dia gue pastiin dia jadi milik gue" ucap Leon, dia mengakui jika dirinya menyukai Tya.
" Gak akan" jawab Ardi.
__ADS_1
Lalu Leon meninggalkan Ardi di taman dan menuju kembali ke kelasnya.