
Tak berapa lama seorang anak buah Paman Smith datang memberitahukan keberadaan Tya.
" Tuan gadis itu berada pergi melewati pintu belakang bersama seorang pemuda "ucap orang tersebut.
Paman Smith yang mendengar itu pun langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengejar mereka.
" Kalian semua berhenti dan kejar mereka " perintah Paman Smith pada anak buahnya.
Mereka pun menghentikan perkelahian itu dan langsung berlari ke arah belakang vila sesuai perintah Paman Smith.
" Kamu kembali ke vila bersama anak buahku. Disini terlalu berbahaya. Aku akan menyusul mereka " ucap Leon pada Yeni.
" Aku ikut denganmu. Aku takut mereka akan menyakitimu " jawab Yeni.
" Kau jangan membuatku susah " ucap Leon.
" Aku ingin kita tetap bersama "ucap Yeni.
Leon menangkup wajah Yeni dengan kedua tangannya. Menatap wajah Yeni dengan lembut. Tidak ada lagi tatapan tajam atau pun wajah dingin.
" Aku akan baik-baik saja. Aku berjanji akan kembali bersama Ardi dan Tya " ucap Leon pada Yeni.
" Aku pegang janjimu " jawab Yeni.
" Sekarang kamu kembali ke vila " ucap Leon.
" Kau jaga dia dan pastikan selamat sampai di vila " perintah Leon pada salah satu anak buahnya.
" Baik tuan " jawabnya.
" Aku pergi " ucap Leon pada Yeni.
Dengan berat hati Yeni pun menganggukkan kepalanya.
" Mari nona " ucap anak buah Leon.
Setelah itu Yeni pun pergi kembali ke vila bersama anak buah Leon. Di dalam mobil Yeni masih saja gelisah mengkhawatirkan Leon serta Ardi dan Tya.
" Ya Allah tolong lindungi dan selamatkan mereka " ucap Yeni dalam hatinya.
Sedangkan Leon dan anak buahnya berlari ke belakang vila menyusul Paman Smith. Terlihat Paman Smith dan anak buahnya sudah mengepung Ardi dan Tya.
" Paman lepaskan mereka " teriak Leon.
" Kamu tidak usah ikut campur " ucap Paman Smith pada Leon.
Paman Smith mengeluarkan sebuah pistol dari kantongnya dan mengarahkannya pada Ardi dan Tya.
__ADS_1
" Awalnya aku berpikir tidak harus melakukan ini tapi ini lebih baik agar Gunawan lebih menderita. Aku bunuh saja kalian berdua. Agar Gunawan merasakan kehilangan orang yang berharga seperti yang ku rasakan " ucap Paman Smith.
Ardi yang mendengarnya pun menjadi emosi. " Kak Angga " teriak Ardi.
Angga pun keluar dari balik dinding pembatas di belakang vila. Ardi pun langsung meleparkan Tya pada Angga.
" Aaa " teriak Tya.
Angga menangkap Tya dengan tepat. " Jaga istriku " perintah Ardi.
" Baik tuan muda " jawab Angga.
Kemudian Ardi menatap Paman Smith dengan tatapan tajam.
" Tuan Smith. Anda itu terlalu lemah masih saja terperangkap dengan masa lalu yang mungkin akan membuat anda menderita. Ayah saya mungkin salah dalam kematian seorang wanita yang bernama Rika itu. Tapi dia juga salah sudah mencinta orang lain walaupun dia sudah memiliki kekasih yaitu anda. Anda lebih salah karena anda menyalahkan orang lain atas kematian seseorang yang murni bunuh diri dan jika alasan bunuh diri itu adalah ayah saya itu pun bukan kesalahan ayah saya. Dia tidak ingin membuat wanita itu mati. Anda melihatnya sendiri bukan jika ayah saya tidak membunuh wanita tersebut. Hingga saat ini pun ayah saya masih menganggap anda sahabatnya walaupun beberapa kali anda mencoba mencelakai keluarga kami " ucap Ardi panjang lebar.
Paman Smith menurunkan pistolnya. Dia terdiam mendengarkan ucapan Ardi.
" Apa anda tidak memikirkan istri dan anak anda Nyonya Amalia dan Siska. Nyonya Amalia dengan setia mendampingi anda walaupun anda tidak mencintai dan selalu mengabaikannya. Dan Siska dia sangat ingin merasakan kasih sayang dari ayahnya yang tidak pernah dia dapatkan. Tapi apa yang anda lakukan. Anda sibuk dengan masa lalu anda dan melupakan orang yang sangat menyanyangi anda. Jangan karena dendam di masa lalu anda akan kehilangan lagi orang yang berharga dalam hidup anda " ucap Ardi lagi.
Paman Smith mulai goyah setelah mendengar ucapan Ardi. Paman Smith menjatuhkan dirinya di tanah. Leon yang melihat itu langsung menghampiri Paman Smith.
" Paman " panggil Leon.
" Leon paman salah. Paman telah melakukan kekalahan " ucap Tuan Smith menyesal.
Leon merasa lega saat mendengarnya bahwa Tuan Smith sudah menyadari kesalahannya begitu pulang dengan Ardi dan Tya.
" Ya Allah kenapa mereka belum kembali " ucap Yeni cemas.
Setelah menyelesaikan urusan permasalahan dengan Tuan Smith, Leon serta Ardi dan Tya pun pergi menuju vila dan akan kembali ke Jakarta besok pagi karena hari sudah beranjak petang.
Sesampainya di vila terlihat Yeni berdiri di depan vila menunggu mereka. Ardi menggendong Tya turun dari mobil dan diikuti oleh Leon di belakang.
" Assalamualaikum " ucap mereka.
" Walaikumsalam " jawab Yeni.
" Alhamdulillah kalian semua kembali dengan selamat " ucap Yeni senang.
" Iya Yen. Alhamdulillah " jawab Ardi tersenyum.
" Ayo kita masuk " ucap Yeni.
Mereka semua pun masuk ke dalam vila tersebut.
" Kita ke kamar duluan " ucap Ardi dan diangguki oleh Yeni dan Leon.
__ADS_1
Setelah Ardi dan Tya masuk ke kamar mereka Yeni langsung memeluk Leon. Leon yang terkejut karena Yeni tiba-tiba memeluknya hanya terdiam dan tidak membalas pelukan Yeni.
Leon merasa jantungnya berdetak begitu cepat seperti pacuan kuda.
" Aduh jantungku begini lagi " batin Leon.
" Terima kasih. Kamu menepati janjimu dengan akan kembali dengan baik-baik saja " ucap Yeni pada Leon.
" Aku sudah berjanji padamu dan aku harus menepatinya " jawab Leon datar.
Yeni pun melepaskan pelukannya dan tersenyum pada Leon.
" Lebih baik kamu bersihkan dirimu sekarang. Sebentar lagi hari akan berganti malam " ucap Yeni.
Leon pun menganggukkan kepalanya lalu beranjak pergi menuju kamar yang tempatinya. Begitu juga dengan Yeni.
Leon langsung memasuki kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin.
" Apa aku sudah jatuh cinta padanya?" ucap Leon pada dirinya sendiri.
Setelah cukuo lama berada di kamar mandi Leon pun keluar dan memakai pakaiannya. Leon pun bersiap untuk sholat magrib karena adzan magrib sudah berkumandang.
Sedangkan Yeni setelah membersihkan tubuhnya Yeni pergi ke dapur untuk memasak makan malam. Saat mendengar suara adzan magrib Yeni menghentikan kegiatan memasaknya sebentar. Yeni tidak melaksanakan sholat magrib karena sedang mendapatkan tamu bulanannnya.
Setelah adzan magrib selesai Yeni melanjutkan memasak makan malam. Yeni menatanya di meja makan setelah semua masakannya matang.
Terlihat Leon yang baru saja keluar dari kamarnya. Yeni yang melihatnya pun tersenyum.
" Ayo duduk. Aku sudah masak untuk makan malam " ucap Yeni pada Leon.
Leon pun menghampiri Yeni dan duduk. Tak lama terlihat Ardi dan Tya keluar dari kamar mereka. Mereka duduk di sebrang Leon sedangkan Yeni duduk di sebelah Leon
" Semoga kalian suka sama masakankuu " ucap Yeni pada mereka.
" Sejak kapan kamu bisa masak dek? " tanya Tya pada Yeni.
" Lumayan lama sih mba tapi ya masih belajar " jawab Yeni.
Kemudian mereka makan malam bersama dengan tenang. Setelah selesai makan malam Ardi langsung membawa Tya ke kamar mereka.
Yeni membereskan bekas makan mereka dan mencuci piring yang mereka gunakan. Sedangkan Leon hanya memperhatikannya dari meja makan.
" Kamu kenapa masih disini?" tanya Yeni pada Leon saat sudah selesai mencuci piring.
Leon tidak menjawab pertanyaan Yeni. " Kamu istirahatlah. Besok kita akan kembali ke Jakarta " ucap Leon.
Kemudian Leon pergi memasuki kamarnya dan meninggalkan Yeni.
__ADS_1
" Masih saja begitu " ucap Yeni.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😊😘