Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
143. Sepatu Untuk Leon


__ADS_3

Di tengah perjalanan Leon bertanya apa yang Yeni dan Tya bicarakan tadi. Ia sungguh penasaran.


" Apa yang kamu bicarain sama Tya? Hasil apa?" tanya Leon.


" Rahasia " jawab Yeni sambil tersenyum.


" Jangan sembunyiin sesuatu dari aku " ucap Leon.


" Besok aku kasih tahu kamu. Kalo sekarang takutnya bakal kecewa kalo nanti tahu hasilnya gak sesuai harapan " jawab Yeni.


" Kasih tahu aja apa susahnya " ucap Leon kesal.


" Besok aja. Janji deh aku kasih tahu" ucap Yeni.


Sesampainya di apartemen, Leon dan Yeni pun langsung membersihkan diri.


Yeni segera memasak untuk makan malam karena hari sudah beranjak sore. Sedangkan Leon mengecek beberapa pekerjaannya di ruang tamu.


" Mas mau dimasakin apa buat makan malam?" tanya Yeni.


" Terserah kamu " jawab Leon.


Yeni langsung menuju dapur. Ia memutuskan untuk memasak udang asam manis dan capcay yang simpleuntuk makan malam. Leon juga tidak ribet soal makanan. Ia selalu memakan apa yang dimasak Yeni.


Semua masakan Yeni sudah matang bertepatan dengan suara adzan magrib berkumandang. Setelah menatanya di meja makan, Yeni segera ke kamar untuk membersihkan diri dan melaksanakan sholat magrib.


Saat membuka pintu kamar, terlihat Leon yang sedang memakai sarungnya.

__ADS_1


" Cepat siap-siap. Aku tunggu " ucap Leon.


Yeni langsung menuju kamar mandi. Beberapa saat kemudian mereka pun melaksanakan sholat magrib berjamaah.


Setelah selesai sholat dan mengganti pakaian dengan baju rumahan, Yeni mengajak Leon untuk makan malam.


" Ayo makan malam mas. Sudah aku siapin " ucap Yeni.


Kemudian Yeni pun menuju meja makan diikuti oleh Leon.


Yeni mengambilkan nasi dan lauk untuk Leon lalu mereka pun makan malam dengan tenang.


" Tolong bikinkan aku kopi " ucap Leon saat mereka sudah selesai makan.


" Iya mas " jawab Yeni.


Leon pergi ke ruang tamu untuk melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan Yeni membereskan meja makan lalu membuatkan kopi untuk Leon.


" Terima kasih " ucap Leon.


" Aku ke kamar duluan " ucap Yeni.


" Hmm " jawab Leon.


Yeni pun pergi ke kamar lalu memainkan ponselnya di atas tempat tidur. Ia mengecek beberapa sosial medianya sembari menunggu Leon.


Saat waktu isya tiba Leon pun masuk ke kamar lalu mereka melaksanakan sholat isya berjamaah.

__ADS_1


Setelah selesai, Leon ingin mengambil ponselnya di atas meja belajar. Tapi dia melihat kotak sepatu disana.


" Ini sepatu siapa?" tanya Leon pada Yeni.


" Oh itu sepatu buat kamu mas. Waktu ke mall sama Siska aku liat sepatu itu terus beli buat kamu " jawab Yeni.


Leon pun mengambil kotak sepatu itu dan membawanya ke atas tempat tidur lalu membukanya. Itu adalah sepatu yang ingin Leon beli dan harganya lumayan mahal.


" Ini kan mahal " ucap Leon.


" Ya gak papa. Lagian kan buat suami aku " jawab Yeni.


" Tapi ini mahal. Aku juga cuma kasih kamu uang buat belanja bulanan " ucap Leon.


" Aku punya simpenan kok " jawab Yeni.


" Lain kali gak usah " ucap Leon.


" Aku cuma pengen beliin itu buat kamu " ucap Yeni sedih.


Leon yang melihat Yeni sedih pun menjadi merasa bersalah. Ia pun memeluk dan mencium kening Yeni.


" Tapi makasih ya. Aku suka " ucap Leon.


Yeni pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu membalas pelukan Leon.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘

__ADS_1


Jangan lupa mampit ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2