Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
108. Hari Pertama Setelah Menikah


__ADS_3

Malam telah berganti pagi. Leon membuka matanya saat mendengar alarm ponselnya berbunyi. Leon memang selalu menyalakan agar tidak terlewat sholat subuh.


" Hmm sudah subuh " ucap Leon.


Leon tersenyum saat melihat Yeni masih tertidur dalam pelukannya. Leon mengusap wajah Yeni lalu mendudukkan tubuhnya.


Yeni merasakan pergerakan pada tempat tidur pun mulai membuka matanya. Yeni mencoba mendudukkan tubuhnya tapi tiba-tiba ia merasakan sakit pada inti tubuhnya.


" Aw " pekik Yeni.


" Kenapa ?" tanya Leon.


" Sakit " jawab Yeni.


" Apa yang sakit?" tanya Leon.


" Itu anu " ucap Yeni malu jika harus menyebutnya dengan jelas.


" Apa?" tanya Leon bingung.


" Ih kamu tu gak peka " ucap Yeni kesal pada suami kulkasnya itu.


Yeni menarik selimut dan turun dari tempat tidur sambil menahan rasa sakitnya. Sedangkan Leon meraih handuk lalu menutupi bagian tubuhnya. Tanpa sengaja Leon melihat noda darah pada tempat tidur.


" Ini darah apa?" gumam Leon yang masih bisa didengar Yeni.


" Kamu itu lelaki dewasa bukan? Itu saja gak tahu " ucap Yeni.


" Tentu saja. Jika tidak mana mungkin kita berbuat seperti itu " jawab Leon.

__ADS_1


" Tapi aku sakit aja gak tahu. Terus noda darah itu juga gak tahu " ucap Yeni mengerucutkan bibirnya.


" Memangnya kamu sakit apa ? Terus itu noda darah apa?" tanya Leon yang masih bingung.


" Tentu saja itu karena milikmu dan itu darah perawanku karena ini pertama kalinya buat aku " jawab Yeni.


" Oh " ucap Leon.


" Cuma oh?" ucap Yeni.


" Lalu?" tanya Yeni.


Yeni yang sudah kesal pun tidak menjawab Leon. Ia pergi ke kamar mandi dengan menahan sakit di bagian intinya.


" Pengen gitu seperti di novel-novel diperhatikan terus digendong ke kamar mandi. Resiko punya suami kulkas " gerutu Yeni.


Saat Yeni sedang tertatih berjalan ke kamar mandi tiba-tiba saja Leon mengangkat tubuh Yeni. Yeni yang terkejut langsung mengalungkan tangannya di leher Leon.


" Kenapa dia tiba-tiba begini " batin Yeni.


Leon mendekati Yeni lalu hendak membuka selimut yang menutupi tubuh Yeni.


" Kamu mau apa ?" tanya Yeni sambil menahan selimut tersebut.


" Tentu saja memandikanmu " jawab Leon.


" Aku bisa mandi sendiri " ucap Yeni.


" Sudahlah kita mandi bersama. Aku juga sudah melihat seluruh tubuhmu " ucap Leon.

__ADS_1


Leon menarik selimut itu sampai terlepas dari tubuh Yeni. Leon membawa Yeni ke dalam bath up. Leon melepaskan handuknya lalu ikut masuk ke dalam bath up. Mereka pun akhirnya mandi bersama.


Setelah selesai mandi mereka pun melaksanakan sholat berjamaah untuk pertama kalinya. Yeni mencium tangan Leon tapi Leon tidak mencium kening Yeni seperti yang Yeni bayangkan. Sebenarnya Leon masih canggung untuk melakukan itu.


" Cepatlah. Kita sarapan di restoran hotel bersama yang lain " ucap Leon pada Yeni.


Beberapa saat kemudian mereka sudah siap. Yeni mengenakan kemeja untuk menutupi bekas tanda kepemilikan yang diberikan Leon.


Leon dan Yeni keluar dari kamar hotel dan menuju restoran. Disana sudah lengkap kecuali mereka berdua.


Setelah selesai sarapan Leon dan Yeni mengantarkan kerabat mereka yang hendak kembali ke Jakarta. Satu persatu pun pergi meninggal hotel. Tak lama terlihat mobil Ardi datang untuk menjemput Om Gunawan dan Tante Dewi. Ardi dan Tya pun turun dari mobil dan menghampiri mereka.


" Assalamualaikum " ucap Ardi dan Tya bersamaan.


" Walaikumsalam " jawab mereka.


" Ayah dan ibu sudah siap?" tanya Ardi pada ayah dan ibunya.


" Sudah " jawab Om Gunawan.


Ardi kemudian melihat ke arah Leon dan Yeni. Terlihat rambut Yeni yang masih basah. Ardi tersenyum dan mendekati Leon.


" Seperti kau berhasil " bisik Ardi.


" Tentu saja " ucap Leon bangga.


Karena hari terus beranjak siang mereka pun langsung pergi ke bandara agar tidak tertinggal pesawat.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😊😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2