
Keesokan paginya Yeni langsung berangkat setelah sarapan dan berpamitan kepada kedua orang tuanya. Dia akan menjemput Tya terlebih dahulu. Yeni pun melajukan motornya ke rumah Tya.
Sesampainya disana ternyata Tya sudah menunggunya di teras. Yeni pun turun dari motornya lalu menghampiri Tya.
" Kita berangkat sekarang mba?" tanya Yeni pada Tya.
" Iya dek " jawab Tya.
Kemudian Yeni pun membantu Tya ke motornya. Setelah itu mereka pu pergi berangkat ke sekolah. Sesampainya di sekolah terlihat motor Ardi sudah ada di parkiran.
" Sepertinya Ardi sudah datang " ucap Tya.
" Iya tu mba motor aja udah ada "jawab Yeni.
" Inget ya mba nanti cuekin Ardi sesuai rencana kita " lanjut Yeni.
" Iya dek tenang aja " ucap Tya tersenyum.
Kemudian Yeni pun membantu Tya turun dari motor. Setelah itu mereka pun menuju kelas. Terlihat Ardi sudah berada di kelas. Tya dan Yeni langsung menuju ke tempat duduk mereka masing-masing tanpa menghiraukan Ardi.
Kemudian Ardi pun langsung menghampiri mereka dan mengajak Tya bicara. Yeni hanya tersenyum saat melihat Tya sudah menjalankan rencana mereka.
Yeni melihat teman-temannya sudah datang tapi tidak ada Leon di dalam kelas.
" Kemana ya Leon. Risky sama Dareen udah datang tapi dia gak ada. Biasanya kan mereka selalu bertiga " batin Yeni.
Tak berapa lama Leon pun terlihat memasuki kelas bertepatan dengan suara lonceng masuk berbunyi. Yeni tersenyum saat melihat Leon pergi menuju tempat duduknya di belakang.
Tak lama Pak Anton pun masuk kelas karena hari ini ada jam bahasa Indonesia. Seperti biasa murid perempuan selalu heboh jika ada Pak Anton.
" Aduh bapak hari ini tambah ganteng aja " ucap Lisa tersenyum seraya terus menatap Pak Anton.
" Setuju, apa lagi gaya rambut bapak yang baru itu duh nambah kegantengan bapak " sambung Sasa.
" Iya pak, lebih fresh jadi kelihatan lebih muda gitu pak " ucap Tya tak mau kalah.
" Sudahlah kalian terlalu memuji bapak " ucap Pak Anton hanya tersenyum.
" Itu kenyataannya pak, kalo bapak memang tambah ganteng " ucap Yeni.
" Setuju " sahut semua murid perempuan.
Leon pun yang mendengar Yeni memuji Anton menjadi kesal.
" Dasar cewek gak bisa lihat yang ganteng sedikit. Cewek ceroboh itu pake ikut-ikutan lagi" gumam Leon.
" Kenapa aku jadi kesal begini ?" lanjutnya.
__ADS_1
Pak Anton hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan para murid perempuannya. Sedangkan para murid laki-laki sudah sangat panas mendengar para murid perempuan terus memuji Pak Anton.
" Gue juga gak kalah ganteng " ucap Dareen.
" Huuuu " ucap semua murid perempuan meneriaki Dareen.
" Biasalah orang ganteng banyak yang iri " ucap Dareen.
" Huuuu " teriak mereka lagi.
" Sudah anak-anak kita mulai pelajaran" ucap Pak Anton melerai perang mulut para muridnya.
Pelajaran pun dimulai dengan kadang-kadang masih terdengar rayuan untuk Pak Anton. Sampai akhirnya jam istirahat pun tiba.
Yeni hendak pergi ke kantin bersama Tya dan yang lainnya tetapi dihadang oleh Ardi.
" Mau kemana?" tanya Ardi di depan Tya.
" Kantin. Udah sana minggir kita mau lewat " ucap Tya.
" Tumben banget kamu ke kantin " ucap Ardi.
" Kenapa? Gak boleh? Orang laper kok mau ke kantin cari makan " jawab Tya ketus.
" Udah minggir. Ayo dek " lanjut Tya pada Yeni.
Lonceng pulang pun berbunyi. Yeni akan pulang ke rumah Tya karena hari ini dia mau membantu Tya membuat kue untuk Ardi. Saat mereka hendak pulang Ardi menghadang mereka.
" Ayo pulang " ucap Ardi pada Tya.
" Aku pulang sama Yeni " ucap Tya." Ayo dek " lanjutnya
" Duluan Ar " ucap Yeni pada Ardi.
Kemudian Yeni mendorong kursi roda Tya keluar kelas dan menuju parkiran.
Sedangkan Tya sesampainya dirumah Tya langsung ke kamarnya untuk mandi kemudian melaksanakan sholat Ashar. Begitu juga dengan Yeni, Yeni akan menginap di rumah Tya karena akan menemani Tya ke rumah Ardi untuk memberinya kejutan.
Setelah selesai melaksanakan sholat Ashar, Yeni dan Tya menuju dapur untuk membuat kue ulang tahun untuk Ardi. Sesampainya di dapur Tya langsung mengambil bahan-bahan untuk membuat kue dengan dibantu Yeni.
" Mba bisa buat kue ?" tanya Yeni saat melihat Tya memilah bahan untuk membuat kue
" Sedikit dek " jawab Tya masih asik memilah bahan.
" Wih mba sekarang makin pinter masak. Aku malah cuma bisa goreng telur sama rebus mie doang " Ucap Yeni jujur.
Tya tersenyum. " Makanya belajar masak. Jangan cuma makan aja " ucap Tya
__ADS_1
" Ih mba kita kan memang harus makan karena makan adalah kebutuhan "ucap Yeni tertawa.
" Dasar kamu. Udah ini bantuin mba pecahin telur. Bisa kan?" ucap Tya pada Yeni.
" Bisa dong. Ini mah gampang " jawab Yeni bangga.
" Ya udah nih " ucap Tya memberikan beberapa telur dan mangkuk pada Yeni.
Yeni menerimanya dan langsung mengerjakan apa yang Tya perintahkan. Sedangkan Tya dia menyalakan kompor dan mencairkan mentega di mangkuk di atas penggorengan.
" Udah nih mba " ucao Yeni menyerahkan mangkuk yang berisi telur yang sudah dia pecahkan.
Tya menerimanya kemudian memasukkannya ke dalam mangkuk yang lebih besar kemudian menambahkan beberapa bahan lainnya seperti gula, pengembang kue, mentega yang sudah dicairkan tadi dan bubuk coklat karena Tya memang ingin membuat kue coklat. Kemudian Tya mengaduknya dengan mixer agar tercampur merata dan mengembang.
Setelah tercampur merata dan mengembang, Tya menambahkan tepung terigu dan mengaduknya kembali dengan mixer agar tercampur merata.
Yeni dari tadi hanya menjadi penonton melihat Tya dengan cekatan membuat kue.
" Dek tolong ambilin loyang di dalam lemari " ucap Tya pada Yeni.
Kemudian Yeni pun mengambilkannya untuk Tya. " Ini mba " ucap Yeni memberikan loyang yang diambilnya.
Tya menerimanya kemudian memasukkan adonan ke dalam loyang satu persatu sampai penuh. Lalu meletakannya ke dalam oven dengan dibantu Yeni.
Setelah beberapa saat, kue itu pun matang. Tya mengambilnya dari dalam oven.
" Aduh wangi banget mba. Kayanya enak " ucap Yeni pada Tya.
" Semoga aja enak " jawab Tya.
" Ini sih pasti enak. Wanginya aja enak " ucap Yeni.
Kemudian Tya memotong sedikit kue yang baru matang itu.
" Ini kamu coba " ucap Tya memberikan sepotong kue pada Yeni.
Yeni menerima dan mencobanya, wajahnya berubah saat memakan kue itu.
" Ini enak banget mba " ucap Yeni menghabiskan kue yang diberikan Tya.
Tya pun tersenyum puas karena kue buatannya enak. Kemudian Tya menghias kue tersebut. Tidak berapa lama kue itu pun selesai.
" Akhirnya selesai juga " ucap Yeni.
" Iya dek " jawab Tya.
Selesai membuat kue mereka meletakan kue tersebut di dalam kulkas. Kemudian mereka bergegas mandi lagi karena waktu hampir magrib.
__ADS_1