Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
125. Yeni Marah


__ADS_3

Di dalam mobil tidak ada percakapan antara Leon dan Yeni. Yeni masih kesal dengan kejadian tadi. Ia juga kesal dengan Leon yang tidak menolak. di dekati oleh Intan.


" Apa dia masih marah ? Dari tadi diam gak seperti biasanya " batin Leon.


Ia melirik sekilas Yeni yang fokus melihat ke arah jendela.


Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di apartemen Leon. Yeni langsung turun dari mobil tanpa memperdulikan Leon.


" Dia benar marah " gumam Leon menyusul Yeni.


Saat memasuki apartemen Leon tidak menemukan Yeni di kamar tapi terdengar suara air dari kamar mandi. Leon melepaskan sepatunya lalu menunggu Yeni selesai mandi.


Tak lama Yeni pun keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk di tubuhnya. Ia pergi ke ruang ganti tanpa menghiraukan Leon.


Leon hanya menghembuskan napasnya lalu pergi kamar mandi. Tak butuh waktu lama Leon sudah menyelesaikan mandinya.


" Cepat ganti baju. Kita sholat zuhur " ucap Yeni memberikan baju ganti pada Leon.


Leon pun menerimanya lalu langsung memakainya. Kemudian mereka pun melaksanakan sholat zuhur berjamaah. Yeni mencium tangan Leon setelah selesai. Leon juga mencium kening Yeni.


Setelah itu Yeni melepaskan mukena dan membereskannya. Dia masih mendiamkan Leon.


" Kamu kenapa?" tanya Leon setelah mengganti bajunya dengan baju rumahan.


" Pikir sendiri " jawab Yeni tanpa menoleh ke Leon.


Leon mendekati Yeni yang sedang merapikan peralatan sholat lalu memeluknya dari belakang.

__ADS_1


" Kamu marah karena kejadian tadi?" tanya Leon.


" Iya aku marah " jawab Yeni.


" Istri mana coba yang gak marah kalo suaminya ditempelin ulet keket gitu " lanjut Yeni.


" Sudah jangan marah " ucap Leon.


" Pokoknya aku masih marah " ucap Yeni.


" Ya sudah " ucap Leon melepaskan pelukannya.


Yeni yang berharap dibujuk dan dirayu oleh Leon pun bertambah kesal.


" Ihh kamu itu ya mas. Istrinya marah bukannya dibujuk malah kek gitu " ucap Yeni kesal.


" Pikir aja sendiri " jawab Yeni lalu naik ke atas tempat tidur dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Leon yang melihat itu hanya menghebuskan napasnya.


" Dasar perempuan " gumam Leon.


Terlihat bahu Yeni yang bergetar dan sepertinya ia menangis. Leon pun naik ke atas tempat tidur dan membuka selimut yang menutupi tubuh Yeni. Benar saja Yeni sedang menangis.


" Yen kok malah nangis " ucap Leon membalik tubuh Yeni yang membelakanginya.


" Kamu jahat mas. Kamu tega sama aku. Kamu diam aja saat ulet keket itu nempel-nempel kamu. Kamu gak ngerti perasaan aku sebagai istri kamu " ucap Yeni masih menangis.

__ADS_1


" Aku sudah menghindar dari dia " jawab Leon.


" Tetep aja. Kalo aku gak bilang kamu suami aku, kamu pasti gak bakal bilang ke dia tentang hubungan kita " ucap Yeni.


Leon menarik Yeni dalam dekapannya. " Maaf " ucap Leon.


Yeni menangis di pelukan Leon dan Leon membiarkannya. Setelah Yeni sedikit tenang, Leon melepaskan pelukannya.


" Sudah jangan nangis lagi " ucap Leon menghapus sisa air mata Yeni.


" Hmm " jawab Yeni.


" Maaf " ucap Leon.


" Iya aku maafin tapi awas aja kalo sampai nempel-nempel sama ulet keket itu " ucap Yeni.


" Aku juga gak suka dia dekat aku " jawab Leon.


" Jangan marah lagi. Aku lebih suka kamu yang cerewet " lanjut Leon.


" Ihhh kamu ya mas. Aku gak cerewet " ucap Yeni kesal.


Leon hanya tertawa melihat ekspresi kesal Yeni lalu membawa Yeni ke pelukannya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Tolong follow ig saya ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2