
Keesokan paginya Yeni sudah bersiap untuk berangkat ke kampus. Yeni memoleskan sedikit make up di wajahnya. Setelah selesai dia pun mengambil tas miliknya lalu keluar dari kamar.
Yeni menuruni tangga dan berjalan menuju meja makan. Disana sudah ada Yola dan Gilang serta Bagas yang sudah duduk di kursi khusus untuk bayi.
" Pagi " ucap Yeni lalu duduk di salah satu kursi.
" Pagi " jawab Gilang dan Yola.
Kemudian Yeni mengambil makanan untuk dirinya dan memulai sarapan dengan tenang.
Setelah selesai sarapan Yeni berdiri dari duduknya dan berpamitan untuk berangkat ke kampus.
" Aku berangkat ke kampus dulu " ucap Yeni mengambil tasnya.
" Hati-hati ya. Jangan ngebut " ucap Yola pada Yeni.
" Iya kak " jawab Yeni.
" Kemarin ada orang yang mengantar motormu. Kuncinya kakak simpan di laci garasi " ucap Gilang.
" Iya kak " jawab Yeni.
" Assalamualaikum " ucap Yeni.
" Walaikumsalam " jawab Gilang dan Yola.
Yeni pun keluar dari rumah dan pergi menuju garasi. Yeni mengambil kunci motornya di dalam laci lalu menaiki motor tersebut.
Kemudian Yeni melajukan motornya menuju kampus dengan kecepatan sedang. Setelah menempuh perjalanan sekitar lima puluh menit Yeni akhirnya sampai di kampus. Yeni memarkirkan motornya di parkiran khusus mahasiswa.
__ADS_1
Yeni melepaskan helm dan turun dari motor. Terlihat Leon yang baru saja keluar dari mobilnya. Yeni melihat ke arah Leon lalu berjalan meninggalkan parkiran. Ia masih merasa kesal pada Leon yang tidak peka terhadap perasaannya.
Sedangkan Leon yang melihat Yeni pergi tanpa memperdulikannya pun mengejar Yeni. Leon menarik tangan Yeni.
" Hey " ucap Yeni saat ada seseorang yang menarik tangannya.
" Leon? Lepasin aku " ucap Yeni pada Leon.
Leon tidak memperdulikan Yeni yang minta dilepaskan. Leon terus menarik tangan Yeni hingga akhirnya mereka sampai di taman kampus. Leon menyuruh Yeni untuk duduk di salah satu bangku yang ada disana lalu ikut duduk di sampingnya.
" Kamu ngapain sih narik-narik aku terus bawa aku ke sini " ucap Yeni kesal.
" Masih marah?" tanya Leon tanpa melihat wajah Yeni.
" Masihlah. Perempuan mana yang tidak marah kekasih didekati perempuan lain. Kamu juga tidak peka sama aku. Jelas aku marah " jawab Yeni.
Leon tersenyum tipis dan hampir tak terlihat setelah mendengar jawaban dari Yeni.
" Tapi kamu suka kan didekati si ulet keket itu " ucap Yeni ketus.
" Kamu tahu aku sudah menolaknya kenapa masih kamu bilang aku suka " jawab Leon.
" Tapi kamu diam saja saat dia pegang tangan kamu " ucap Yeni.
" Enggak " ucap Leon.
" Aku lihat ya dia pegang tangan kamu " ucap Yeni.
" Baiklah lupakan saja itu " jawab Leon.
__ADS_1
" Bagaimana bisa lupa sakit tahu " ucap Yeni.
" Hmm maafkan aku " ucap Leon.
Yeni langsung menoleh menatap Leon. Dia tidak percaya Leon minta maaf padanya.
" Kamu minta maaf ?" ucap Yeni.
" Jika kamu tidak mau memaafkan ya sudah " ucap Leon hendak berdiri dari duduknya.
" Baiklah aku memaafkanmu " ucap Yeni menahan Leon.
" Kita berbaikan " ucap Yeni mengangkat kelingkingnya.
Leon pun menautkan kelingkingnya pada kelingking Yeni. Yeni tersenyum melihat itu. Sedangkan Leon hanya memasang wajah datarnya.
" Hey kalian ngapain disini?" tanya seseorang yang tak lain adalah Aska.
Seketika Leon dan Yeni pun langsung melepaskan tautan kelingking mereka.
" Gak ngapa-ngapain " jawab Yeni.
Sedangkan Leon berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan mereka. Melihat itu Yeni pun juga bergegas pergi.
" Aska gue duluan ya. Mau ada kelas soalnya " ucap Yeni berdiri lalu pergi meninggalkan Aska.
" Lah gue kok ditinggal " ucap Aska.
" Tapi mereka ngapain berduaan disini atau jangan-jangan mereka pacaran ya disini. Tapi gak mungkin lah mereka berdua itu biasanya berantem terus mana mungkin pacaran " lanjut Aska.
__ADS_1
Kemudian Aska pun pergi meninggalkan taman dan menuju kelasnya karena kelas akan segera dimulai.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😊😘