Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
141. Membeli Tespeck


__ADS_3

Di pagi hari Yeni baru saja kembali dari dapur setelah memasak untuk sarapan. Yeni melihat Leon yang masih bergelung diatas tempat tidur. Bahkan Leon tidak bangun untuk sholat subuh karena tubuhnya sangat lemas.


" Mas bangun. Sudah siang ini" ucap Yeni membangunkan Leon.


" Hmm sebentar " jawab Leon masih memejamkan matanya.


" Ayo mas. Kita harus kuliah loh " ucap Yeni.


Leon pun membuka matanya. " Tubuhku lemas sekali " ucap Leon.


" Kamu sakit mas? " tanya Yeni.


Yeni pun memeriksa kening Leon.


" Tapi badan kamu gak panas tuh" ucap Yeni.


" Entah lah " jawab Leon kembali memejamkan matanya.


" Ya sudah. Kamu tidur aja lagi. Kamu masuk agak siangan juga kan. Tapi kalau tetep lemes kamu izin aja. Aku berangkat sekarang. Aku ada kelas pagi. Kamu gak papa kan aku tinggal " ucap Yeni.


" Hmm " jawab Leon.


Yeni pun segera bersiap untuk pergi ke kampus. Setelah selesai, ia langsung mengambil tasnya dan pamit pada Leon.


" Mas aku berangkat dulu. Sarapan sudah aku siapin " pamit Yeni.


" Iya, Kamu hati-hati. Nanti langsung pulang " ucap Leon.


" Iya mas " jawab Yeni.


Yeni langsung turun ke bawah karena ojek online yang ia pesan. Yeni pun langsung menuju kampus.


Setelah lima belas menit kemudian Yeni sudah sampai di kampus.


" Ini uangnya bang " ucap Yeni pada driver ojol.

__ADS_1


Setelah melepaskan helm, Yeni langsung memasuki area kampus karena kelasnya akan segera dimulai.


Dua jam telah berlalu, Yeni merasa perutnya sangat lapar karena ia tidak sempat sarapan. Yeni pun segera pergi ke kantin. Yeni memesan mie goreng untuk mengisi perutnya.


Saat sedang menikmati mie goreng miliknya, ponselnya pun berbunyi. Ternyata Leon lah yang meneleponnya.


" Halo " ucap Yeni.


" Kamu dimana?" tanya Leon tanpa basa-basi.


" Aku di kantin mas " jawab Yeni.


Setelah itu sambungan telepon itu pun langsung diputuskan sepihak oleh Leon.


" Dasar ya suami kulkas gak cair-cair " gerutu Yeni lalu melanjutkan memakan mie gorengnya.


Beberapa saat kemudian terlihat Leon dari pintu kantin dan langsung duduk di sebelah Yeni.


" Loh mas kamu sudah sehat?" tanya Yeni.


" Hmm " jawab Leon.


" Gak " jawab Leon.


" Aneh banget padahal tadi pagi buat duduk aja gak kuat " ucap Yeni.


" Yang penting sekarang aku baik-baik aja" ucap Leon.


Yeni pun menganggukkan kepalanya.


" Aku harus masuk kelas. Tunggu aku selesai dan kita pulang " ucap Leon berdiri dari duduknya.


" Iya mas " ucap Yeni.


Leon pun langsung pergi menuju kelasnya.

__ADS_1


Sedangkan Yeni dia memutuskan untuk menunggu Leon di taman sambil membaca buku. Dia juga sudah mengirimkan pesan pada Leon untuk menemuinya di taman.


Setelah hampir tiga jam Yeni menunggu, akhirnya terlihat Leon berjalan menghampirinya.


" Ayo kita pulang " ucap Leon.


Yeni pun berdiri dari duduknya. " Mas kita gak cari kado buat anak Mba Tya dan Ardi. Besok acara pemberian namanya " ucap Yeni.


" Aku sudah memesannya " jawab Leon.


Kemudian mereka pun langsung menuju mobil Leon yang berada di parkiran lalu menjalankannya ke apartemen.


Tapi di tengah perjalanan ia baru teringat bahwa ia belum membeli tespeck karena lupa.


" Mas kita ke supermarket ya sebentar " ucap Yeni.


" Mau beli apa lagi?" tanya Leon.


" Perlengkapan perempuan " jawab Yeni.


Yeni ingin merahasiakannya dari Leon, sehingga jika dia benar hamil Yeni akan membuat kejutan untuk Leon.


Yeni pun turun dan langsung mencari alat tes kehamilan itu. Ia memilih beberapa dari berbagai merk agar lebih akurat.


Setelah membayarnya Yeni pun langsung kembali ke mobil.


" Ayo mas " ucap Yeni saat sudah masuk ke dalam mobil.


Leon pun kembali melajukan mobilnya menuju apartemen. Ia tidak curiga apa yang dibeli Yenu karena ia pikir Yeni membeli skincare untuk dirinya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh "🙏😊


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2