Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
19. Melepaskan


__ADS_3

Sesampainya di rumah Yeni langsung memasuki rumah setelah menaruh sepatu pada tempatnya. Dia mencaro kedua orang tuanya. Terlihat Ayah Yendi dan Bu Yosi tengah berada di ruang keluarga.


" Assalamualaikum " ucap Yeni.


" Walaikumsalam " jawab Ayah Yendi dan Bu Yosi.


Kemudian Yeni langsung mencium tangan kedua orang tuanya.


" Ayah dan ibu sudah lama sampai?" tanya Yeni.


" Belum sayang " jawab Bu Yosi.


" Kenapa kamu pulang terlambat ?" tanya Ayah Yendi pada Yeni.


" Tadi aku ke rumah teman sebentar yah setelah mengantar mba Tya pulang " jawab Yeni.


" Ya sudah sekarang kamu mandi sudah sore " ucap Bu Yosi pada Yeni.


" Iya bu " jawab Yeni lalu beranjak pergi menuju kamarnya.


Keesokan harinya seperti biasa Yeni berangkat ke sekolah menggunakan motor kesayangannya. Setelah sampai Yeni langsung menuju ke kelasnya. Disana sudah ada Tya dan Sasa yang sedang mengobrol lalu Yeni pun bergabung bersama mereka.


Tak lama Ardi datang dan menghampiri mereka. Ardi mencoba berbicara pada Tya.


" Tya aku mau ngomong sama kamu" ucap Ardi.


" Maaf, aku sibuk" ucap Tya dingin.


" Sampai kapan kamu giniin aku" ucap Ardi sedih.


" Kamu jauhin aku Ar" ucap Tya agak sedikit keras, dia mencoba menahan air matanya.


" Gak bisa, aku gak bisa ngejauh dari kamu" ucap Ardi.


" Terserah" ucap Tya lagi.


Ketika Ardi hendak bicara lagi tapi ditahan oleh Aska yang kebetulan juga baru datang tak lama setelah Ardi. Jadi dia mendengar percakapan Ardi dan Tya.


" Sabar dulu" ucap Aska sambil menepuk bahu Ardi.


Lalu mereka menuju meja masing-masing.


Leon yang sudah datang hanya melihat Ardi yang sedang berusaha mengajak Tya berbicara.


" Liat tuh Tya kaya ngejauh dari Ardi, kesempatan lo tu buat deket sama Tya" ucap Risky.


" Eh tunggu emang dah yakin suka sama Tya?" tanya Dareen.


" Iya gue rasa gue suka sama dia. Tapi keliatannya dia naruh hati sama Ardi" ucap Leon.

__ADS_1


" Emang lo gak mau milikin Tya?" tanya Risky pada Leon.


" Cinta gak harus memiliki kan, gue mau liat dia bahagia aja, gue gak yakin sama diri gue sendiri nanti bisa yakinin orang tua gue kalo gue sama Tya, gue pengen serius gak main-main" ucap Leon bijak.


" Iya si, terus lo gimana? tanya Risky lagi.


" Gue bakal berusaha jagain dia aja diem-diem. Dia juga gak perlu tahu gue suka sama dia. Tapi kalo berani tu si Ardi nyakitin dia kaya mantannya itu awas aja gue bakal rebut Tya dari dia" jawab Leon.


Tak lama kemudian Lisa dan Nisa datang, mereka baru kembali dari ruang guru karena mengumpul pr mereka yang tertinggal.


" Heyy Heyy Heyy" Teriak Lisa di depan kelas.


" Ada apa sih heboh banget" ucap Dareen.


" Hari ini kita bebas, semua guru rapat" ucap Lisa semangat.


Berita itu disambut sorak-sorak oleh semua murid. Kelas mereka memang jarang jam kosong jadi mereka sangat senang.


" Asikk bisa molor gue" ucap Ahsan.


" Lo mah molor terus" ucap Reno.


Ardi berdiri dan langsung menggendong Tya pergi keluar kelas.


" Ardi mau bawa Tya kemana?" gumam Leon kemudian berdiri dari duduknya.


Yeni yang melihat itu inginmenghentikannya dilarang oleh Aska.


Yeni pun mengerti, dia menganggukan kepalanya lalu duduk di bangkunya lagi.


Leon pun beranjak pergi mengikuti mereka hingga ke belakang sekolah. Leon melihat Ardi yang mendudukkan Tya di bangku yang ada disana. Ardi mencoba mendekat agar bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.


" Tya" panggil Ardi.


" Hmm" sambil melihat ke arah Ardi.


" Sampai kapan kamu giniin aku" ucap Ardi sambil menatap Tya.


" Lebih baik kamu jauhin aku Ar" ucap Tya pelan, dia berusaha menahan air matanya.


" Tapi kenapa? " tanya Ardi.


" Aku gak mau ngerepotin kamu Ar, selama ini aku selalu ngerepotin kamu, aku sadar kok gimana aku, kamu juga gak perlu kasihan sama keadaanku, aku gak mau di kasihanin" ucap Tya. Air matanya tak tertahan lagi, ia langsung menghapus air matanya dan memalingkan wajahnya.


" Tya, kamu nangis?" tanya Ardi khawatir.


" Enggak" jawab Tya.


" Sini liat aku" ucap Ardi langsung menggerakan tangannya ke wajah Tya dan menangkup kedua pipinya dan benar saja Tya sedang menangis.

__ADS_1


" Dengerin aku, aku tu gak ngerasa direpotin sama kamu, aku juga gak ngasihanin kamu, aku tau kamu perempuan yang kuat, aku tulus sama kamu" ucap Ardi sambil terus menatap Tya.


" Tapi Ar... " belum sempat Tya menjawab sudah dipotong Ardi.


" Aku bakal buktiin kalo aku tulus sama kamu dan tentang omongan Cintia kamu gak usah dengerin" ucap Ardi meyakinkan Tya.


" Maafin aku Ar" ucap Tya semakin terisak dalam tangisnya.


Ardi menariknya ke dalam pelukannya. Ardi mencoba memberikan kenyamanan pada Tya, hingga seragamnya basah karena air mata Tya.


Setelah Tya tenang Ardi melepas pelukannya. Dia menghapus sisa air mata di pipi Tya. Kemudian dia memegang kedua tangan Tya.


" Aku bakal buktiin sama kamu, kamu percaya kan sama aku?" ucap Ardi meyakinkan Tya.


Tya memangguk sambil tersenyum.


" Ardi maafin aku" ucap Tya sedih, ia menundukkan kepalanya.


Kemudian Ardi memegang dagu Tya dan mengangkat wajahnya.


" Kamu gak perlu minta maaf" ucap Ardi sambil tersenyum pada Tya.


Tya pun membalas dengan senyum manisnya.


" Jadi kita baikan?" tanya Ardi sambil mengangkat kelingkingnya.


" Iya" jawab Tya tersenyum dan menautkan kelingkingnya pada kelingking Ardi.


Sedangkan Leon masih berada di tempat itu dan mendengar semua yang Ardi dan Tya bicarakan. Hatinya merasakan sakit tapi dengan melihat Tya yang tersenyum lagi membuat Leon tahu bahwa Ardi adalah kebahagiaannya dan dia rela melepaskan Tya.


" Syukurlah. Aku tahu kamu suka sama Ardi. Cukup aku aja yang punya perasaan ini dan kamu gak perlu. Kamu juga gak perlu tahu" batin Leon lalu meninggalkan tempat itu.


Leon memasuki kelas dan langsung duduk di sebelah Dareen.


" Dari mana lo?" tanya Risky.


" Luar " jawab Leon singkat.


Kemudian terlihat Ardi dan Tya mau memasuki kelas dengan Ardi masih menggendong Tya. Setelah Tya duduk dia kembali ke bangkunya, tapi sebelum itu dia tersenyum pada Tya. Tya membalas senyum itu .


Risky yang melihat Ardi seperti sudah berbaikan dengan Tya menyenggol tangan Leon.


" Kayanya Ardi udah baikan sama Tya. Lo gimana?" ucap Risky.


" Gue gak gimana-gimana" ucap Leon malas.


" Lo gak cemburu?" tanya Risky.


" Sedikit, tapi ya gak papa keliatannya dia juga bahagia" ucap Leon lalu merebahkan kepalanya di meja dan memejamkan matanya.

__ADS_1


Risky pun tidak bertanya lagi, dia mengikuti Leon merebahkan kepalanya di meja.


__ADS_2