
Leon langsung pergi ke rumah sakit setelah mandi dan mengganti pakaiannya. Leon pergi menggunakan taksi karena mobilnya berada di rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Leon langsung menuju ke ruang perawatan Yeni. Ternyata disana juga ada Om Gunawan dan Tante Dewi juga Paman Smith dan Bibi Amelia.
" Assalamualaikum " ucap Leon.
" Walaikumsalam " jawab mereka.
Leon pun menyalami para orang tua.
" Dari mana kamu Leon? " tanya Papa Axcel.
" Dari markas Kak Angga. Pelakunya sudah tertangkap. Kak Angga sedang membawanya ke kantor polisi " jawab Leon.
" Syukurlah kalau pelakunya sudah tertangkap " ucap Ayah Yendi.
" Siapa dalang dari semua ini? " tanya Paman Smith yang sudah tahu semuanya dari Papa Axcel.
" Intan dan Rizal paman " jawab Leon.
" Intan? Anak dari Julia dan Dirga? " tanya Mama Rita.
" Iya ma " jawab Leon.
Mama Rita terkejut dan tidak menyangka Intan bisa berbuat sejahat ini.
__ADS_1
" Kenapa Intan bisa melakukan ini? " tanya Mama Rita.
" Ini gak terima Leon menikah sama Yeni. Intan juga pernah meneror dan mengancam Yeni. Tapi Leon sudah memperingatkannya. Bahkan Leon sendiri yang bicara sama Tante Julia. Tapi dia malah makin nekat " jawab Leon.
" Papa tidak akan biarkan mereka bisa tenang setelah ini " ucap Papa Axcel marah.
" Leon minta tolong sama paman. Tolong hubungin pengacara keluarga kita. Leon mau mereka dihukum berat. Leon gak mau mereka bebas dengan mudah " ucap Leon pada Paman Smith yang memiliki ke kekuasaan di Jakarta.
" Kamu tenang aja. Paman akan lakukan apa yang kamu minta " jawab Paman Smith.
Setelah itu Leon pun menemui Yeni. Ia mencuci tangan dan memakai baju khusus sebelum masuk ke ruang perawatan Yeni.
Leon mendekati brankar Yeni. Hatinya begitu sakit melihat Yeni yang terbaring tidak berdaya.
" Sayang, ini aku " ucap Leon tidak bisa menahan air matanya.
" Bangun sayang. Aku gak bisa tanpa kamu. Aku butuh kamu " ucap Leon dalam tangisnya.
" Aku gak boleh lemah. Aku harus kuat kan demi kalian. Tapi kamu janji bakal bangun kan sayang " lanjut Leon.
Leon terus menangis di samping Yeni. Entah berapa lama Yeni akan bangun. Leon pasti akan sangat menunggu saat itu.
Setelah hampir tiga jam di dalam sana, Leon pun keluar untuk sholat dzuhur.
" Aku sholat dulu ya sayang " ucap Leon.
__ADS_1
Leon mengecup kening Yeni sebelum dia keluar.
" Bu tolong jaga Yeni dulu ya " ucap Leon pada Bu Yosi yang ada di depan ruangan itu seorang diri.
" Kamu mau kemana Nak Leon? " tanya Bu Yosi.
" Leon mau sholat dzuhur dulu Bu " jawab Leon.
" Ya sudah pergilah. Ibu akan jaga Yeni " ucap Bu Yosi.
" Iya Bu " jawab Leon.
Kemudian Leon pun pergi ke mushola yang ada di rumah sakit tersebut. Di setiap sholatnya, Leon selalu berdoa untuk kesembuhan Yeni dan calon anak mereka.
Leon kembali dari mushola dan disana sudah ada teman-temannya. Siska yang ada disana menangis dan langsung memeluk Leon dan Leon pun membalas pelukan Siska mengatakan dirinya baik-baik saja.
" Lo harus kuat ya. Gue yakin Yeni pasti sadar " ucap Siska setelah melepaskan pelukannya.
Leon hanya mengangguk kepalanya dan memaksakan senyumnya. Ia harus terlihat baik-baik saja di depan teman-temannya. Walaupun tidak ada seseorang yang akan baik-baik saja jika istrinya antara hidup dan mati.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " 😊🙏
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘