Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
142. Acara Pemberian Nama


__ADS_3

Keesokan harinya, Yeni dan Leon bersiap untuk pergi ke acara pemberian nama anak Ardi dan Tya. Mereka baru bisa bersiap sekitar jam sembilan karena Leon yang kembali merasa tubuhnya lemas dan ditambah mual.


" Cepat. Kita sudah terlambat " ucap Leon pada Yeni yang sedang merias diri.


" Is kamu ya yang buat kita terlambat mas. Lagian kamu aneh banget. Tadi bilangnya lemes mual tapi sekarang udah sehat biasa aja. Beberapa hari ini kamu gitu terus tapi kalo udah agak siang sembuh " ucap Yeni kesal.


" Mana aku tahu. Aku juga gak mau gini" jawab Leon.


" Ya sudah ayo berangkat" ucap Yeni.


" Itu kadonya dibawa " ucap Leon yang melihat Yeni hampir melupakan kado untuk keponakan mereka.


Yeni pun mengambik kado yang berada di atas tempat tidur.


Kemudian mereka pun langsung berangkat ke kediaman Keluarga Wicaksono.


Saat sampai disana acara pemberian nama sudah akan di mulai.


" Assalamualaikum " ucap Leon dan Yeni.


" Walaikumsalam " jawab mereka.


Leon dan Yeni pun langsung menyalami para orang tua.


" Maaf kami sedikit terlambat " ucap Yeni.


" Enggak kok sayang. Acaranya juga belum di mulai " jawab Tante Dewi tersenyum.


Terlihat Tya keluar dari kamar bersama anaknya. Yeni pun pamit untuk menghampiri Tya.

__ADS_1


" Yeni ke mba Tya dulu " ucap Yeni.


Yeni pun langsung menghampiri Tya, sedangkan Leon bergabung bersama teman-teman mereka yang hadir di acara tersebut.


" Hai gantengnya aunty " ucap Yeni pada baby boy yang ada dalam gendongan Tya.


" Hai aunty " jawab Tya.


" Ih makin gemes deh " ucap Yeni.


Terlihat Yola dan Gilang serta anak mereka Bagas menghampiri Tya dan Yeni.


" Selamat ya mba Tya. Maaf kemarin belum sempat jenguk di rumah sakit " ucap Yola.


" Gak papa dek. Makasih sudah nyempatin dateng " jawab Tya tersenyum.


Setelah dirasa semuanya tamu sudah datang, acara pemberian nama pun dimulai. Om Gunawan memberikan sepatah dua patah kata ucapan syukur atas kelahiran cucunya dan juga keselamatan Tya. Kemudian pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan dilanjutkan pemotongan rambut baby boy.


Kemudian setelah itu acara dilanjutkan dengan tausiyah yang di isi oleh ustadz yang di undang oleh Om Gunawan.


Pada ba'da ashar acara pun sudah selesai dan para tamu mulai pulang. Tya juga sudah kembali ke kamar untuk menidurkan putranya Aditya.


Sedangkan Yeni memperhatikan Leon yang dari tadi memberikan tatapan tidak sukanya pada Aska.


" Kamu kenapa sih mas liati Aska kek gitu banget " ucap Yeni.


" Enggak " jawab Leon.


" Masih cemburu sama dia?" tanya Yeni.

__ADS_1


" Enggak. Biasa aja " jawab Leon cuek.


" Bilang cemburu aja susah banget. Ketahuan kali " gerutu Yeni.


Leon hanya diam dan tidak menanggapi ucapan Yeni. Dia gengsi untuk mengakui bahwa dia masih merasa cemburu terhadap Aska


Tak lama kemudian Ardi dan Tya pun keluar dari kamar untuk menemui teman-teman mereka.


" Sekali lagi selamat ya Ardi Tya atas kelahiran putra kalian. Ini ada kado dari kami buat baby Aditya" ucap Aska mewakili teman-teman yang lain.


" Makasih ya temen-temen. Doain semoga Aditya menjadi anak yang sholeh" ucap Ardi.


" Aamiin " jawab mereka semua.


Kemudian mereka pun pamit untuk pulang. Begitu juga dengan Leon dan Yeni.


" Kami pulang dulu " ucap Leon dengan wajah dasarnya.


" Makasih ya Leon Dek Yeni " ucap Tya tersenyum.


" Iya mba sama-sama" jawab Yeni, sedangkan Leon hanya menganggukkan kepalanya.


" Jangan lupa kasih tahu hasilnya " ucap Tya.


" Aku coba besok pagi " jawab Yeni.


Setelah itu mereka pun pulang ke apartemen mereka.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh" 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2