
Sesampainya di apartemen Yeni langsung membersihkan diri dan mengganti gaunnya dengan piyama. Begitu juga dengan Leon. Leon hanya menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada.
Yeni menyusul Leon naik ke atas tempat tidur setelah melakukan beberapa perawatan pada wajahnya.
" Aku tidur duluan mas. Aku capek banget " ucap Yeni mulai memejamkan matanya.
" Hmm " jawab Leon.
Tidak ada hubungan suami istri malam ini. Leon merasa kasihan melihat wajah Yeni yang terlihat begitu lelah.
Beberapa saat kemudian Leon meletakkan ponsel yang tadi dimainkannya di atas nakas. Leon menarik selimut lalu membaringkan tubuhnya di sebelah Yeni. Leon mengecup singkat kening Yeni lalu menariknya dalam pelukannya.
Keesokan paginya, Yeni sedang sibuk menyiapkan sarapan.
" Huh selesai juga " ucap Yeni.
Kemudian Yeni pergi ke kamar untuk mandi dan bersiap pergi ke kampus. Terlihat Leon yang masih meringkuk di atas tempat tidur. Leon tidur kembali setelah melaksanakan sholat subuh.
Yeni mengambil handuk lalu pergi ke kamar mandi. Tidak butuh waktu lama Yeni pun sudah menyelesaikan mandinya.
Setelah mengganti bajunya, Yeni membangunkan Leon.
" Mas bangun. Nanti kita telat ngumpul tugasnya. Keburu dosennya pergi " ucap Yeni sambil menggoyangkan tubuh Leon.
" Hmm " jawab Leon mulai beranjak dari tempat tidur.
" Habis mandi langsung keluar kita sarapan " ucap Yeni sebelum Leon masuk kamar mandi.
Setelah itu Yeni menyiapkan baju untuk Leon lalu keluar dari kamar.
Beberapa saat kemudian Leon sudah keluar dari kamar. Mereka pun langsung sarapan dan setelah itu pergi ke kampus untuk mengumpulkan semua tugas mereka karena minggu depan sudah ujian.
Sesampainya di kampus mereka langsung berpisah untuk menemui dosen masing-masing. Tak butuh waktu lama mereka sudah selesai dengan urusan masing-masing.
" Kita langsung pulang ?" tanya Yeni pada Leon.
" Terserah " jawab Leon.
Yeni hanya mendengus kesal. Mana mungkin suami kulkasnya itu akan mengajaknya jalan-jalan.
Saat mereka sedang berjalan ke parkiran, terlihat Ardi dan Tya juga berada disana.
" Mba " panggil Yeni tersenyum.
Yeni pun menghampiri Ardi dan Tya dengan Leon di sampingnya.
" Kalian mau langsung pulang?" tanya Yeni.
__ADS_1
" Enggak. Kita mau cari pecel lele dulu. Mba mu ini pengen makan pecel lele " jawab Ardi.
" Wah kayanya enak. Aku jadi pengen. Kita ikut kalian ya " ucap Yeni.
" Boleh ya?" lanjut Yeni menatap Leon.
" Baiklah " jawab Leon.
" Ya sudah ayo kita pergi sekarang " ucap Ardi.
Mereka pun menuju ke mobil masing-masing. Tak lama mobil Ardi beranjak pergi dari area kampus dan tak lama diikuti mobil Leon.
Setelah cukup jauh akhirnya mereka menemukan sebuah warung pecel lele. Leon menghentikan mobilnya tidak jauh dari warung tersebut setelah melihat mobil Ardi berhenti. Leon dan Yeni menghampiri Ardi dan Tya setelah keluar dari mobil.
" Disini ?" tanya Yeni.
" Iya ayo kita masuk " jawab Ardi.
Ardi pun mendorong kursi roda Tya memasuki warung itu diikuti oleh Leon dan Yeni. Warung itu berkonsep lesehan. Ardi membantu Tya untuk turun dan kursi rodanya.
" Hmm nyaman ya tempatnya walau tidak terlalu besar " ucap Yeni.
" Iya dek " jawab Tya.
Tak lama seorang pelayan datang menghampiri mereka.
" Maaf mas mba mau pesan apa?" tanya pelayan itu dengan sopan.
" Gue pecel lele " jawab Yeni.
" Gue samain aja " sambung Leon.
" Pecel lele empat ya mas " ucap Ardi pada pelayan tersebut.
" Minumnya ?" tanya pelayan itu.
" Es teh sama air mineral satu " jawab Ardi.
" Es jeruk dua ya mas " sambung Yeni.
" Mohon tunggu sebentar ya mas mba " ucap pelayan tersebut.
Pelayan tersebut pun pergi meninggalkan mereka.
" Kalian libur setelah ujian ini ada rencana liburan?" tanya Ardi pada Leon dan Yeni.
" Kami belum punya rencana apa-apa" jawab Yeni.
__ADS_1
" Kenapa kalian gak bulan madu aja mumpung masih pengantin baru " ucap Tya.
Yeni melirik ke arah Leon. " Gue harus bantu Paman Smith di kantor " jawab Leon.
" Kalian ada rencana liburan?" tanya Yeni balik.
" Pengennya sih " jawab Ardi.
" Memangnya kenapa?" tanya Yeni lagi.
" Jika kandungan Tya sudah kuat untuk perjalanan jauh gue sih pengen ngajak liburan " jawab Ardi.
" Mas kok kamu gak ada bilang apa-apa sama aku " ucap Tya pada Ardi.
" Mas kan mau mastiin dulu kondisi kamu dan anak kita. Mas gak mau membahayakan kalian nantinya "jawab Ardi.
Beberapa saat kemudian pesanan mereka pun datang. Mereka langsung menyantapnya. Tya terlihat sangat lahap sekali. Memang dia sudah ingin makan pecel lele itu sejak tadi pagi. Sesekali Ardi menyuapi istrinya itu.
" Pelan-pelan sayang makannya " ucap Ardi melihat Tya yang sangat lahap.
" Iya mas " jawab Tya tersenyum.
" Enak banget ini mas " ucap Tya sambil memasukan lagi pecel lele itu ke dalam mulutnya.
Ardi pun tersenyum melihat itu sambil mengusap kepala istrinya.
Yeni terus memperhatikan semua perhatian Ardi pada Tya.
" Andai aja Leon bisa seromantis itu " batin Yeni.
Yeni melirik Leon yang sedang memakan pecel lelenya lalu melanjutkan makannya.
" Mas aku mau lagi " ucap Tya saat pecel lele di piringnya sudah habis.
" Iya sayang. Mas pesankan lagi " ucap Ardi.
Tak lama pecel lele kedua untuk Tya pun datang. Tya pun memakannya kembali karena dia masih merasa lapar.
" Serius ni mba nambah " ucap Yeni heran.
" Iya dek. Mba masih lapar " jawab Tya.
" Jangan heran gitu Yen. Sekarang bukan hanya mba mu yang makan tapi ponakanmu juga jadi porsinya nambah " ucap Ardi.
" Iya juga. Tapi heran aja mba Tya biasanya makannya cuma sedikit " ucap Yeni.
Setelah menyelesaikan makan mereka pun langsung pulang menuju tempat tinggal masing-masing. Ardi melajukan mobilnya lebih dulu.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Tolong follow ig saya ya @tyaningrum_05😘