
Leon baru saja pulang dari kampus. Leon sudah mulai berkuliah setelah memastikan bahwa Yeni sudah merasa pulih setelah melahirkan Baby Twins.
" Sayang " panggil Leon saat melihat istrinya sedang makan siang sendirian.
Mama Rita sedang pergi ke rumah Paman Smith untuk bertemu dengan Bibi Amelia.
" Kamu mau makan Mas? " tanya Yeni setelah mencium tangan suaminya itu.
" Nanti aja deh sayang. Aku sudah makan di kampus tadi " jawab Leon.
" Duo A lagi tidur ya? " tanya Leon.
" Iya Mas " jawab Yeni.
" Ya sudah, aku ke kamar dulu. Aku kangen banget sama mereka " ucap Leon.
" Jangan pegang mereka kalo kamu belum bersih-bersih Mas. Kamu tu banyak virusnya dari luar " ucap Yeni pada Leon.
" Iya sayang " jawab Leon.
Leon pergi ke kamar mereka dan meninggalkan Yeni yang melanjutkan makan siangnya.
" Halo anak-anak Daddy " sapa Leon pada Baby Twins yang masih memejamkan matanya.
" Daddy mandi dulu ya. Nanti dimarahin Mommy kalau Daddy belum mandi tapi pegang-pegang kalian " ucap Leon.
Leon melepaskan seluruh pakaiannya hingga hanya menyisakan boxer saja. Leon menaruh pakaiannya di keranjang pakaian kotor lalu ia mengambil sebuah handuk. Leon masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Lima belas menit kemudian, Leon sudah menyelesaikan kegiatan mandinya. Leon pergi ke ruang ganti untuk memakai pakaiannya.
Setelah selesai berpakaian, Leon langsung menghampiri Baby Twins dan menciumi wajah mereka. Beberapa jam saja tidak bertemu tapi Leon sudah sangat merindukan kedua anaknya itu.
" Oek oek oek " suara Adelia yang terbangun dari tidurnya.
Leon pun langsung menggendongnya lalu sedikit menjauh dari box bayi mereka agar Adelio tidak terganggu dan tetap tertidur.
" Cup cup cup, kenapa Princess nya Daddy " ucap Leon mencoba untuk menenangkan putri kecilnya.
Hingga beberapa saat, Adelia belum juga menghentikan tangisnya. Leon pun mencoba memeriksa popok Adelia yang ternyata memang sudah penuh.
" Penuh ya popoknya. Sekarang ganti sama Daddy ya, kasian Mommy masih makan " ucap Leon.
Leon pun mulai melepaskan popok Adelia dengan sangat hati-hati. Ini adalah kali pertama Leon mengganti popok bayi tapi ia cukup tahu caranya karena ia selalu memperhatikan Yeni saat sedang mengganti popok Baby Twins.
" Nah sekarang tinggal kita pasang popoknya " ucap Leon.
Leon memasangkan popok baru pada Adelia dengan telaten dan sangat hati-hati.
Yeni yang baru saja selesai makan langsung masuk ke dalam kamar dan melihat Leon yang sedang menggantikan popok anaknya.
" Ya ampun Mas, kamu bisa ganti popok bayi " ucap Yeni pada Leon.
" Bisa sayang. Aku kan selalu perhatiin kamu kalo lagi gantiin popok mereka " jawab Leon yang masih fokus memasangkan popok Adelia.
Yeni tersenyum dan membiarkan Leon memasangkan popok itu sampai selesai.
" Sudah selesai " ucap Leon kembali menggendong Adelia.
" Aduh, Lia habis ganti popok sama Daddy ya " ucap Yeni menghampiri Leon dan Adelia.
" Iya dong " jawab Leon tersenyum.
Yeni menghampiri box bayi untum melihat Adelio yang masih tertidur.
" Ini si Kakak Lio malah pules banget tidurnya " ucap Yeni tersenyum melihat Adelio.
Setelah itu Yeni menghampiri Leon. Sepertinya Adelia masih ingin bermain dengan ayahnya dan belum mau tidur. Leon terus mengajak Adelia untuk berbicara walaupun Adelia belum mengerti apa yang Leon katakan.
****
Hai para readers, ini ada karya aku yang lain.
Judul: Mengejar Cinta Pertama
Satria Bimantara
Di sebuah kamar yang cukup besar seorang pemuda sedang menyisir rambutnya di depan cermin.
" Udah cakep " ucapnya tersenyum puas.
Dia adalah Satria Bimantara. Seorang pemuda asal Kalimantan yang baru saja pindah ke Jakarta mengikuti orang tuanya. Satria memiliki tubuh yang atletis dengan tinggi 180 cm. Ia selalu melatih dirinya dan selalu berolahraga raga karena cita-citanya dari kecil untuk menjadi anggota polisi.
Hari ini adalah hari pertama Satria bersekolah di sekolah barunya. Ia sekarang berusia 18 tahun dan duduk di kelas 3 SMA.
Satria adalah anak kedua dari dua bersaudara. Ia anak dari pasangan Arif Bimantara dan Wulandari. Kakak Satria adalah perempuan bernama Aulia Puspasari. Ia sudah menikah dan juga tinggal di Jakarta.
__ADS_1
" Adek, ayo turun sarapan " teriak Bunda Wulan yang tak lain adalah ibu Satria.
" Iya Bun " jawab Satria.
Satria pun langsung keluar dari kamarnya dan turun menuju meja makan. Disana sudah ada sang ayah yang sedang membaca koran.
" Pagi Ayah Bunda " ucap Satria lalu duduk untuk sarapan.
" Pagi sayang " jawab Bunda Wulan.
" Pagi " jawab Ayah Arif.
Bunda Wulan pun langsung menyiapkan sarapan untuk Ayah Arif dan Satria. Tak lupa juga untuk dirinya sendiri.
Satria memakan dengan lahap nasi goreng buatan Bunda Wulan yang sangat lezat untuknya.
" Makasih sarapan yang sangat enak ini Bunda. Satria berangkat dulu. Takut telat " ucap Satria setelah menghabiskan susunya.
" Hati-hati ya sayang. Bawa motornya jangan ngebut-ngebut " ucap Bunda Wulan.
" Iya Bunda " jawab Satria.
" Ingat jangan buat masalah di sekolah baru kamu. Jangan buat ayah dan bunda malu. Belajar yang benar " ucap Ayah Arif.
" Iya ayah. Satria berangkat dulu " pamit Satria lalu mencium tangan kedua orang tuanya.
" Assalamualaikum " ucap Satria.
" Walaikumsalam " jawab Ayah Arif dan Bunda Wulan.
Satria menaiki motor maticnya untuk menuju sekolah. Ia lebih suka menggunakan motor matic daripada motor gede seperti teman-temannya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam, akhirnya Satria sampai di sekolah baru dimana ia akan menimba ilmu. Sekolah baru Satria merupakan sekolah negeri favorit. Beruntung Satria adalah anak yang pintar sehingga mudah masuk sekolah tersebut.
Satria memarkirkan motornya di parkiran khusus siswa. Setelah itu ia akan mencari ruang kepala sekolah untuk mengetahui ia akan ditempatkan di kelas mana.
Saat Satria memasuki sekolah tersebut cukup banyak siswa yang memperhatikanya. Mungkin karena ia siswa baru dan ada juga yang terpesona dengan ketampanan. Satria memilik wajah yang tampan, kulit kuning langsat dan tubuh yang bagus sehingga banyak gadis yang menyukainya.
Satria cukup kebingungan saat mencari ruangan kepala sekolah. Ia pun memutuskan bertanya pada salah satu siswa yang ia temui.
" Aku tanya dia aja kali " ucap Satria.
Satria pun menghampiri seorang siswa yang sedang membawa sejumlah buku.
" Permisi " ucap Satria.
Siswa yang name tag Raka Kusuma itu pun menoleh pada Satria.
" Bisa tolong tunjukkan dimana ruang kepala sekolah " jawab Raka.
" Oh ruang kepala sekolah lurus aja nanti ada ruang paling ujung " ucap Raka.
" Terima kasih " ucap Satria.
Raka pun menganggukkan kepalanya.
" Siswa baru ya? " tanya Raka.
" Iya. Kalo begitu aku permisi " jawab Satria.
Raka menganggukkan kepalanya lagi.
Satria pun segera pergi ke ruang kepala sekolah sesuai petunjuk dari Raka. Tak butuh waktu lama Raka pun menemukannya. Satria mengetuk beberapa kali pintu ruangan tersebut.
" Masuk " terdengar suara seseorang dari dalam.
Satria pun membuka pintu tersebut dan masuk ke dalam ruangan tersebut.
" Permisi pak " ucap Satria.
Bapak kepala sekolah itu mendongak melihat ke arah Satria setelah sibuk dengan dokumen di tangannya.
" Kamu Satria Bimantara ya, siswa pindahan dari Kalimantan? " tanya Pak kepala sekolah yang bernama Pak Rudi itu.
" Iya pak " jawab Satria.
" Ah iya selamat bergabung di sekolah ni ya Satria " ucap Pak Rudi menyalami Satria.
Satria tersenyum membalas uluran salam dari Pak Rudi.
" Mari saya antar kamu ke ruang guru. Nanti wali kelas kamu yang akan mengantar kamu ke kelas " ucap Pak Rudi.
" Baik pak " jawab Satria.
Satria dan Pak Rudi pun berjalan beriringan menuju ruang guru.
Sesampainya di ruang guru terlihat para guru sedang bersiap untuk pergi ke kelas masing-masing.
__ADS_1
" Pak Haikal " panggil Pak Rudi pada salah satu guru yang masih cukup muda.
Guru yang bernama Pak Haikal itu pun menghampiri Pak Rudi dan Satria.
" Iya pak. Ada apa? " tanya Pak Haikal.
" Ini Satria, siswa pindahan dari Kalimantan. Ia akan bergabung dengan kelas bapak di kelas 12 MIPA " ucap Pak Rudi.
" Baik pak " jawab Pak Haikal.
" Kalau begitu saya permisi dulu. Satria kamu sama Pak Haikal " ucap Pak Rudi.
" Baik pak " jawab Satria.
Pak Rudi pun pergi meninggalkan ruang guru.
" Ayo Satria saya antar kamu ke kelas " ucap Pak Haikal.
" Iya pak " jawab Satria.
Satria dan Pak Haikal langsung menuju kelas 12 MIPA. Tak butuh lama mereka pun sampai di kelas tersebut.
Pak Haikal memasuki kelas tersebut diikuti oleh Satria di belakangnya.
" Selamat pagi anak-anak " ucap Pak Haikal pada murid-muridnya.
" Pagi pak " jawab mereka semua.
" Baiklah anak-anak, kita kedatangan murid baru pindahan dari Kalimantan. Silahkan perkenalkan diri kamu " ucap Pak Haikal.
Satria pun maju satu langkah dan menatap teman sekelasnya.
" Selamat pagi semua. Perkenalkan nama saya Satria Bimantara. Saya pindahan dari Kalimantan. Mohon bantuannya teman-teman semua " ucap Satria memperkenalkan diri.
" Baik bapak kira cukup. Nanti kalian bisa berkenalan langsung dengan Satria. Sekarang Satria kamu duduk di kursi kosong di sebelah Raka " ucap Pak Haikal.
" Baik pak " jawab Satria.
Kemudian Satria pergi menuju kursi yang ditunjukkan Pak Haikal.
" Jangan ribut dan tunggu guru lain masuk " ucap Pak Haikal.
" Baik pak " jawab mereka semua.
Satria duduk di sebelah Raka. Ia tidak mengira orang akan satu bangku dengan Raka.
" Kamu yang tadi kan? " tanya Satria.
" Iya. Perkenalkan nama aku Raka " ucap Raka mengulurkan tangannya.
" Aku Satria " jawab Satria menerima uluran tangan Raka.
" Semoga kita bisa jadi teman ya " ucap Raka.
Satria pun menganggukkan kepalanya.
Saat sedang mengobrol bersama Raka, tiba-tiba ada seorang gadis yang menghampiri mereka.
" Hai kenalin aku Alisa " ucap gadis bernama Alisa tersenyum centil mengulurkan tangan.
" Satria " jawab Satria menerima uluran tangannya.
" Aku harap kita bisa deket ya " ucap Alisa.
Satria hanya tersenyum tanpa membalas ucapan Alisa.
Satria kurang suka dengan Alisa yang centil dan penampilan yang menurutnya kurang sopan dengan rok terlalu pendek dan baju yang ketat.
" Hus sana jangan ganggu " ucap Raka mengusir Alisa.
" Apa sih lo " ucap Alisa sewot.
Tapi saat melihat ke Satria ia kembali menunjukkan senyum centilnya.
" Aku duduk lagi ya Satria " ucap Alisa.
Satria hanya diam dan tidak menjawab. Alisa kembali ke kursinya.
" Hati-hati sama cewek ganjen itu " ucap Raka pada Satria.
" Gak tertarik juga " jawab Satria.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
__ADS_1
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘