Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
20. Telepon dari Mama Rita


__ADS_3

Yeni, Nisa, Sasa dan Lisa juga begitu penasaran apa terjadi di antara keduanya. Mereka langsung menghampiri Tya.


" Mba dibawa kemana sama Ardi?" tanya Yeni.


" Ke belakang sekolah" jawab Tya.


" Kamu gak di apa-apain Ardi kan?" ucap Lisa sambil memegang badan Tya.


" Nggak kok" jawab Tya tersenyum, seprtinya teman-temannya memikirkan yang tidak-tidak saat dirinya dibawa Ardi tadi.


" Syukurlah"ucap mereka berempat lega karena temannya baik-baik saja.


" Emang kalian mikir apa?" tanya Tya.


" Ya kali aja gitu kamu bakal di culik sama Ardi, terus Ardi ngapa-ngapain kamu" ucap Sasa.


" Gak bakal lah Ardi gitu" ucap Tya.


" Cie jadi dah baikan ni" goda Yeni.


Wajah Tya langsung merah seperti tomat karena dibuat malu digoda Yeni.


" Cerita dong gimana bisa baikan, dia bilang apa aja sama kamu" ucap Nisa penasaran.


" Iya, aku penasaran" ucap Lisa.


" Aku juga" sambung Sasa, dan diangguki oleh Yeni.


Lalu Tya pun menceritakan semuanya, tentang Ardi yang akan membuktikan bahwa Ardi benar-benar tulus padanya. Dan dia percaya Ardi bisa membuktikannya.


" Fiks ni Ardi suka sama kamu" ucap Lisa.


" Aku gak mau berharap, mungkin dia cuma nganggep aku temen " jawab Tya lalu terdiam.


" Perasaanmu ke dia gimana?" tanya Sasa.


" Entah, tapi aku nyaman sama dia, apa lagi saat aku deket dia selalu deg deg an, ini lebih dari yang aku rasain ke Ahmad" ucap Tya.


" Itu artinya kamu suka sama dia, kamu jatuh cinta sama dia Tya" ucap Lisa cukup keras.


Yeni pun langsung membekap mulut Lisa karena takut ada yang mendengar pembicaraan mereka.


" Lisa jangan keras-keras" ucap Yeni lalu melepaskan tangannya dari mulut Lisa.


" Iya Lis, kalo ada yang denger gimana" ucap Tya.


" Maaf deh hehe" jawab Lisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan tertawa.


" Kalian jangan bilang siapa-siapa ya plis" ucap Tya dengan nada memohonnya dan mata pupy eyes nya.

__ADS_1


" Oke, kamu tenang aja" jawab Sasa dan diangguki yang lain.


" Makasih ya" ucap Tya.


" Sama-sama" jawab mereka kemudian mereka berpelukan.


Kemudian mereka pun kembali ke meja masing-masing.


" Yen temenin aku ke toko buku ya nanti pulang sekolah " ucap Lisa pada Yeni.


" Oke " jawab Yeni.


Jam pulang sekolah pun tiba. Yeni hendak keluar dari kelas tapi Tya memanggilnya.


" Dek " panggil Tya.


" Iya mba "jawab Yeni.


" Dek, kamu pulang sekarang?" tanya Tya pada Yeni. .


" Iya mba, kenapa?" ucap Yeni.


" Ibu masih di pasar dan gak bisa jemput. Jadi mba bisa minta tolong kamu antar mba. Kalo kamu buru-buru nanti mba tunggu ibu aja" ucap Tya merasa tak enak pada Yeni.


" Aku sebenernya sih mau ke toko buku sama Lisa, tapi aku antar mba aja dulu" ucap Yeni tersenyum.


" Kamu sama Lisa aja dek. Kalian dah janjian kan kasian Lisa nanti nunggu. Mba tunggu ibu aja" jawab Tya.


" Ardi" panggil Yeni.


" Kenapa Yen?" jawab Ardi.


" Bisa gak kamu anterin mba Tya pulang" ucap Yeni.


Tya yang mendengar langsung kaget lalu menarik lengan Yeni tapi Yeni tak menghiraukannya.


" Gini Ar, bibi masih di pasar dan aku ada janji sama Lisa jadi kamu bisa kan anterin mba Tya pulang?"lanjut Yeni.


Ardi pun langsung tersenyum, dia sangat senang jika dapat mengantar Tya pulang.


" Bisa kok" ucap Ardi tersenyum melihat Tya.


" Yaudah aku pulang duluan ya" ucap Yeni langsung meninggalkan kelas.


Di parkiran Lisa sudah menunggunya. Yeni pun langsung berlari menghampiri Lisa.


" Maaf lama " ucap Yeni.


" Gak papa. Ayo kita berangkat sekarang " jawab Lisa.

__ADS_1


Kemudian mereka pun menaiki motor masing-masing menuju toko buku langganan mereka.


Sesampainya di toko buku mereka langsung turun dan masuk. Yeni melihat ke rak bagian komik. Dia memang sangat suka membaca komik. Saat sedang melihat-lihat ponselnya berdering. Yeni pun langsung mengambil ponselnya yang berada di dalam tas.


" Nomor siapa ini ?" gumam Yeni karena tertera nomor yang tidak dikenal.


Yeni pun mengangkat panggilan telepon itu.


" Halo " ucap Yeni.


" Halo Assalamualaikum sayang. Ini tante Rita " jawab penelpon itu yang tak lain adalah Mama Rita.


" Walaikumsalam tante " ucap Yeni.


" Kamu apa kabar sayang ?" tanya Mama Rita.


" Baik tante. Tante sendiri gimana?" jawab Yeni.


" Tante juga baik " ucap Mama Rita.


" Hmm ada apa ya tante menelepon Yeni ?" tanya Yeni.


" Tante ingin mengudangmu main ke rumah tante besok. Kamu bisa?" ucap Mama Rita.


" Tante mohon. Kemarin kamu tidak mau mampir ke rumah apa kali ini kamu juga menolak undangan tante " lanjut Mama Rita.


Mendengar Mama Rita yang memohon membuat Yeno menjadi tidak tega untuk menolak.


" Baiklah tante. Besok setelah pulang sekolah Yeni akan main ke rumah tante " jawab Yeni.


" Terima kasih sayang. Tante tunggu kamu besok " ucap Mama Rita senang.


" Iya tante " jawab Yeni.


" Baiklah tante tutup dulu. Assalamualaikum " ucap Mama Rita.


" Walaikumsalam " jawab Yeni lalu panggilan telepon itu terputus.


Karena mengobrol di telepon dengan Mama Rita, Yeni tidak menyadari jika Lisa sudah ada di sampingnya.


" Siapa Yen?" tanya Lisa.


Yeni pun terkejut. " Ya ampun Lis. Kamu ngagetin aku " ucap Yeni sambil memegang dadanya.


" Hehe maaf " ucap Lisa nyengir.


" Udah ketemu bukunya?" tanya Yeni pada Lisa.


" Udah " jawab Lisa menunjukkan buku yang dicarinya.

__ADS_1


Kemudian mereka pun menuju kasir untuk membayar buku tersebut. Setelah itu mereka pun pulang menuju rumah masing-masing.


__ADS_2