Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
22. Pergi ke Rumah Leon


__ADS_3

Jam pulang sekolah pun tiba. Yeni melajukan motornya menuju rumah. Sore ini dia akan pergi ke rumah Leon untuk memenuhi undangan Mama Rita.


Sesampainya di rumah Yeni langsung turun dari motornya. Setelah meletakkan sepatu pada rak sepatu Yeni memasuki rumah dan mengucapkan salam.


" Assalamualaikum " ucap Yeni.


" Walaikumsalam " jawab Bu Yosi di dapur.


Yeni pun langsung menghampiri ibunya dan mencium tangannya.


" Ayah mana bu?" tanya Yeni.


" Ayah pergi. Ada urusan dengan kepala sekolah " jawab Bu Yosi yang masih asik memasak.


" Oh. Yeni ke kamar dulu bu " ucap Yeni pada Bu Yosi.


" Iya sayang " jawab Bu Yosi.


Yeni pun beranjak pergi ke kamarnya. Diletakkannya tas pada meja belajarnya. Kemudian Yeni mengambil handuk dan langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah sekitar sepuluh menit Yeni sudah selesai mandi. Kemudian dia segera bersiap untuk pergi ke rumah Leon. Yeni mengoleskan lip balm pada bibirnya dan menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya.


" Selesai " ucap Yeni melihat melihat dirinya dalam cermin.


Yeni pun mengambil tas selempangnya lalu keluar dari kamarnya. Yeni menuju dapur untuk berpamitan pada ibunya.


" Bu, Yeni izin ke rumah temen ya. Mungkin Yeni akan pulang sedikit malam" ucap Yeni pada Bu Yosi.


" Baiklah. Jangan pulang terlalu malam. Nanti ayahmu bisa marah " jawab Bu Yosi.


" Iya bu. Assalamualaikum " ucap Yeni lalu mencium tangan ibunya.


" Walaikumsalam " jawab Bu Yosi.


Yeni pun keluar dan mengambil sepatunya. Yeni melajukan motornya menuju rumah Leon. Jarak rumahnya dengan rumah Leon cukup jauh.


Setelah menempuh sekitar empat puluh lima menit Yeni pun sampai di rumah Leon. Yeni turun dan menghampiri pos satpam yang ada di rumah itu.


" Permisi pak " ucap Yeni.


" Ada yang bisa saya bantu mba ?" tanya satpam itu yang bernama Jono di nametag yang ia pakai.


" Saya ingin bertemu Tante Rita. Apa beliau ada di rumah ?" tanya Yeni.


" Mba Yeni ya " ucap Jono.


" Iya pak " jawab Yeni tersenyum.


" Silahkan masuk mba. Nyonya ada di dalam " ucap Jono pada Yeni.


" Terima kasih pak " ucap Yeni.


" Sama-sama mba " jawab Jono.


Yeni kembali menaiki motornya sedangkan Jono membukakan gerbang. Yeni melajukan motornya memasuki halaman rumah itu yang begitu luas.


Yeni turun kemudian langsung memencet bel yang ada du dekat pintu.


Ting tong.


Tak lama pintu pun terbuka. Ternyata yang membuka pintu itu adalah Leon. Leon hanya menggunakan celana pendek dan kaos putih polos.


" Lo? Ngapain lo kesini?" tanya Leon ketus pada Yeni.


" Gue di undang tante Rita buat main ke sini " jawab Yeni.

__ADS_1


" Oh " ucap Leon.


Kemudian terdengar suara Mama Rita dari dalam.


" Sayang siapa yang datang?" tanya Mama Rita pada Leon.


" Tamu spesial mama " jawab Leon melirik ke arah Yeni.


Tak lama Mama Rita pun keluar dengan sangat senang karena Yeni mau datang ke rumahnya.


" Yeni kamu sudah datang " ucap Mama Rita.


Yeni pun tersenyum. " Assalamualaikum tante " ucap Yeni lalu mencium tangan Mama Rita.


" Walaikumasalam sayang " jawab Mama Rita tersenyum.


" Ayo masuk sayang " ucap Mama Rita menarik Yeni untuk masuk ke dalam.


Sedangkan Leon mengikuti dua wanita tersebut memasuki rumah.


" Tante sedang buat kue sayang. Pokoknya nanti kamu harus coba " ucap Mama Rita pada Yeni.


" Iya tante" jawab Yeni.


" Hmm boleh gak Yeni bantuin tante buat kue. Sekalian Yeni mau belajar " lanjutnya.


" Boleh dong sayang. Ayo sekarang kita ke dapur " ucap Mama Rita senang.


Sedangkan Leon menaiki tangga untuk kembali ke kamarnya.


Yeni dan Mama Rita sudah ada di dapur. Yeni memperhatikan Mama Rita yang sangat cekatan membuat kue. Yeni hanya membantu sedikit saja.


" Tante membuat kue brownis ya ?" tanya Yeni.


" Iya sayang. Ini kue kesukaan Leon " jawab Mama Rita sambil mengaduk adonan.


" Iya tante Yeni suka banget. Yeni bisa habisin satu loyang sendirian saking sukanya " jawab Yeni.


" Tapi Yeni gak bisa buatnya " lanjutnya.


Mama Rita tersenyum. " Ayo sini tante ajarin kamu " ucap Mama Rita.


Yeni tersenyum senang. Dia mulai belajar membuat kue brownis pada Mama Rita.


Saat mereka sedang asik membuat kue, terdengar suara Papa Axcel yang baru pulang bekerja.


" Mama " panggil Papa Axcel.


" Mama di dapur pa " jawab Mama Rita.


Papa Axcel pun pergi ke dapur. Dia menghampiri istrinya lalu mengecup puncak kepala Mama Rita dan Mama Rita mencium tangannya. Papa Axcel melihat ke arah Yeni.


" Siapa ini ma ?" tanya Papa Axcel pada Mama Rita.


" Ini Yeni pa. Teman sekolah Leon " jawab Mama Rita.


Yeni pun mencium tangan Papa Axcel dan memperkenalkan diri.


" Yeni om " ucap Yeni.


"Saya Axcel " jawab Papa Axcel dan Yeni pun tersenyum.


" Papa mau langsung mandi?" tanya Mama Rita pada Papa Axcel.


" Iya ma " jawab Papa Axcel.

__ADS_1


" Ayo mama siapkan air hangat. Yeni ini tinggal tunggu matang aja. Kalo sudah matang angkat ya dari oven. Tante tinggal sebentar " ucap Mama Rita pada Yeni.


" Iya tante" jawab Yeni.


Mama Rita dan Papa Axcel pun pergi ke kamar mereka. Sedangkan Yeni menunggu kue itu matang.


Ting.


Terdengar suara oven pertanda bahwa kue itu sudah matang. Yeni pun langsung mengangkatnya dari oven. Wangi dari kue itu sangat menggoda di hidung Yeni.


Yeni meletakkannya pada sebuah loyang. Yeni berniat mencuci semua barang bekas membuat kue tapi Bi Inah pembantu di rumah Leon melarangnya.


" Biar saya saja nona " ucap Bi Inah sopan.


" Baiklah " jawab Yeni.


Tanpa Yeni sadari. Leon cukup lama memperhatikannya daro atas.


" Hmm rajin juga tu cewek " gumam Leon.


Terdengar suara adzan magrib pun berkumandang. Yeni berniat untuk menumpang untuk sholat magrib disana. Kebetulan Mama Rita sudah keluar dari kamar.


" Tante, Yeni boleh numpang sholat magrib disini ?" ucap Yeni.


" Boleh sayang. Kita sholat berjamaah nanti. Ayo sekarang kita ke mushola. Disana ada mukena untuk kamu pakai " jawab Mama Rita.


" Iya tante " ucap Yeni.


Mereka pun pergi ke mushola dan mengambil wudhu. Setelah itu mereka langsung memasuki mushola. Disana sudah ada Papa Axcel dan Leon. Leon terlihat sangat tampan dengan menggunakan baju koko dan peci.


" Ya ampun. Leon ganteng banget " batin Yeni saat melihat Leon.


" Ih ngapain aku muji dia " lanjutnya.


Mereka pun melaksanakan sholat magrib dengan khusyuk dan diimami oleh Papa Axcel.


Setelah melaksanakan sholat magrib mereka makan malam bersama. Yeni sudah menolaknya tapi Mama Rita memaksanya.


" Sayang ayo makan yang banyak " ucap Mama Rita mengambil makanan untuk Yeni.


" Iya tante terima kasih " ucap Yeni merasa tak enak hati.


Mereka pun makan dengan tenang. Hanya suara sendok dan piring yang terdengar bersahutan.


Setelah selesai makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga sambil menikmati kue brownis buatan Mama Rita dan Yeni.


Karena sudah hampir isya Yeni pun pamit untuk pulang.


" Om tante Yeni pamit pulang dulu " ucap Yeni.


" Biar Leon yang mengantarkan kamu pulang " ucap Mama Rita pada Yeni.


" Gak usah tante. Yeni juga bawa motor sendiri " tolak Yeni.


" Leon antar Yeni pulang " ucap Mama Rita pada Leon.


" Biar dia pulang sendiri ma. Lagian dia bilang gak usah tadi " ucap Leon.


" Iya tante. Yeni pulang sendiri aja " sambung Yeni. Dia sangat malas jika harus berdua dengan laki-laki sedingin Leom.


" Baiklah. Kamu hati-hati ya " ucap Mama Rita.


" Iya tante. Assalamualaikum " ucap Yeni mencium tangan Mama Rita dan Papa Axcel.


" Walaikumsalam " jawab mereka.

__ADS_1


Kemudian Yeni pun melajukan motornya untuk pulang ke rumahnya sendiri.


__ADS_2