Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
47. Menjemput Yeni


__ADS_3

Keesokan paginya, Leon baru saja turun dari kamarnya untuk sarapan bersama Papa Axcel dan Mama Rita. Leon berjalan menuju meja makan. Seperti biasa di meja makan sudah ada Papa Axcel dan Mama Rita.


" Pagi ma pa " ucap Leon lalu duduk di sebelah Mama Rita.


" Pagi sayang " jawab Mama Rita tersenyum.


Kemudian Mama Rita mengambilkan nasi goreng untuk Leon.


" Segini cukup sayang?" tanya Mama Rita pada Leon.


" Cukup ma " jawab Leon.


Kemudian Mama Rita memberikan sepiring nasi goreng pada Leon. Setelah itu mereka sarapan dengan tenang.


" Sayang kamu tahu rumah Yeni kan?" tanya Mama Rita pada Leon setelah selesai makan.


" Tahu ma " jawab Leon.


" Bagus. Kalau gitu nanti kamu jemput Yeni di rumahnya ya. Ajak dia kesini " ucap Mama Rita pada Leon.


" Suruh aja dia kesini ma nanti juga dia bakalan kesini pake. motornya " ucap Leon.


" Mama mau kamu yang jemput Yeni dan bawa kesini " ucap Mama Rita tidak dapat dibantah.


" Turuti saja apa mau mama " ucap Papa Axcel.


Jika sudah seperti itu Leon pun tidak bisa menolak lagi. " Baiklah " jawab Leon.


Mama Rita pun tersenyum mendengar jawaban dari putranya.


Setelah sarapan Leon pun langsung pergi ke rumah Yeni untuk menjemputnya sesuai dengan permintaan Mama Rita. Leon melajukan motornya menuju rumah Yeni. Sesampainya disana terlihat Ayah Yendi sedang merapikan tanaman yang ada di halaman rumah Yeni.


Leon pun turun dari motornya lalu menghampiri Ayah Yendi.

__ADS_1


" Assalamualaikum " ucap Leon.


" Walaikumsalam " jawab Ayah Yendi.


" Leon ya " ucap Ayah Yeni.


" Iya om " jawab Leon mencium tangan Ayah Yendi.


" Mau bertemu dengan Yeni ya " ucap Ayah Yendi.


" Iya om. Apa Yeni ada di rumah?" tanya Leon.


" Yeni ada di dalam. Ayo masuk dulu " ucap Ayah Yendi.


Kemudian Leon pun mengikuti langkah Ayah Yendi untuk memasuki rumah. Leon melepaskan sepatunya dan memaruhnya di rak sepatu seperti yang Ayah Yendi lakukan.


" Ayo duduk dulu. Biar saya panggilkan Yeni " ucap Ayah Yendi pada Leon.


" Terima kasih om " ucap Leon.


Tok tok tok.


" Dek cepat keluar. Ada temanmu yang mencarimu " ucap Ayah Yendi dari luar.


" Iya yah " jawab Yeni.


Yeni pun langsung beranjak dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinnya untuk keluar dari kamar.


" Siapa yang mencariku ?" gumam Yeni.


Kemudian Yeni pun menuju ruang tamu. Terlihat Leon duduk disana seorang diri. Yeni pun menghampirinya.


" Leon?" ucap Yeni lalu Yeni pun duduk di depan Leon.

__ADS_1


" Ada apa mencari gue ?" tanya Yeni pada Leon.


" Mama nyuruh gue jemput lo. Mama mau lo dateng ke rumah " jawab Leon.


" Ada apa tante Rita nyuruh gue ke rumah ?" ucap Yeni.


" Mana gue tahu " ucap Leon.


Bu Yosi datang menghampiri mereka dengan membawa minuman untuk Leon. Bu Yosi meletakkan minuman itu di meja.


" Silahkan diminum " ucap Bu Yosi pada Leon.


" Terima kasih tante " ucap Leon.


" Tante tinggal dulu ke dalam dulu ya " ucap Bu Yosi.


Leon pun menganggukkan kepalanya.


" Lo cepet siap-siap. Kita berangkat sekarang " ucap Leon pada Yeni setelah Bu Yosi pergi.


" Iya. Lo tunggu gue bentar " jawab Yeni.


Kemudian Yeni pun kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap. Yeni mengganti bajunya setelah itu dia memoles wajahnya sedikit dan menyemprotkan parfum ke tubuhnya.


Setelah siap Yeni pun keluar dari kamarnya untuk menemui Leon.


" Gue izin dulu ke orang tua gue " ucap Yeni dan diangguki Leon.


Setelah meminta izin kepada kedua orang tuanya Yeni kembali menghampiri Leon.


" Ayok " ucap Yeni.


Leon berdiri dari duduknya dan langsung keluar dari rumah Yeni diikuti oleh Yeni di belakang. Leon pun menaiki motornya.

__ADS_1


" Nih " ucap Leon memberikan helm pada Yeni.


Yeni pun menerimanya dan memakainya lalu Yeni menaiki motor Leon. Leon melajukan motornya dengan kecepatan kencang sehingga membuat Yeni terkejut dan memeluknya.


__ADS_2