
Hari telah berganti. Sekarang Yeni berada di Jakarta untuk menghadiri pernikahan Ardi dan Tya. Dia datang dari Surabaya kemarin bersama kedua orang tuanya.
Sudah tiga hari dia tidak bertemu ataupun berkomunikasi dengan Leon. Dia sengaja menghindari Leon agar saat Leon pergi luar negeri nanti dia tidak akan merasa sangat kehilangan.
" Mba cantik banget " ucap Yeni melihat Tya yang begitu cantik.
Tya pun hanya membalasnya dengan senyuman. Kemudian terlihat Bibi Sari memasuki ruangan itu bersama Bu Yosi.
" Sayang " panggil Bibi Sari pada Tya.
Tya tersenyum pada Bibi Sari. Bibi Sari menitihkan air matanya melihat putrinya yang sebentar lagi akan menjadi seorang istri.
" Ibu kenapa menangis?" ucap Tya meraih tangan ibunya.
" Ibu bahagia sayang. Putri ibu sudah dewasa dan sebentar lagi menjadi istri orang " ucap Bu Sari.
" Tya akan tetap menjadi putri ibu " ucap Tya tersenyum menghapus air mata ibunya.
Bibi Sari memeluk putrinya dan Tya membalasnya pelukan ibunya. Yeni dan Bu Yosi terharu melihat itu dan ikut menitihkan air mata mereka.
Sementara Leon juga sudah berada di Jakarta untuk menghadiri pernikahan Ardi dan Tya. Dia sudah sampai di tempat diadakannya pernikahan mereka. Dia berangkat bersama Siska sepupunya karena ia tinggal bersama keluarga pamannya.
Sekarang Leon sudah bersama Risky dan Dareen di ballrom hotel tempat ijav qabul akan dilaksanakan.
" Gimana perasaan lo? Apa lo udah rela Tya nikah sama Ardi?" tanya Dareen pada Leon.
" Gue biasa aja " jawab Leon.
Leon memang tidak merasakan sakit hati lagi seperti dulu. Mungkin perasaannya pada Tya sudah hilang dan mulai tergantikan oleh Yeni.
Terlihat Ardi memasuki ballroom dan acara ijab qabul akan segera dimulai. Ardi duduk di hadapan penghulu dan Ayah Nadi. Setelah beberapa rangkaian acara, ijab qobul pun dimulai.
" Sudah siap?" tanya seorang penghulu tersebut.
" Sudah " jawab Ardi dengan mantap.
Ardi pun menjabat tangan Ayah Nadi kemudian mengucapkan ijab qobul dengan satu tarikan napas dan lancar. Para saksi pun berkata sah setelah Ardi selesai mengucapkan ijab qobul.
Kelegaan menyelimuti perasaan Ardi dan semua orang yang ada disan setelah Ardi berhasil mengucapkan ijab qobul dengan lancar. Kemudian Tya keluar dengan Yeni yang mendorong kursi rodanya mendekati Ardi diikuti teman-temannya di belakang mereka.
Setelah Tya berada di sampingnya, Ardi memegang kepala Tya dan membacakan doa. Kemudian Tya mencium tangan Ardi yang sudah sah menjadi suaminya. Tak lupa juga Ardi mencium kening Tya cukup lama. Kemudian mereka menandatangani surat-surat nikah.
" Kapan aku kaya gitu " ucap Lisa melihat Ardi dan Tya.
" Cari pacar dulu baru kaya gitu. Lo nya aja jomblo gimana bisa kaya gitu " ucap Sasa.
" Kaya lo punya pacar aja " jawab Lisa dan Sasa pun hanya menyengir kuda.
Yeni hanya tersenyum melihat kedua temannya itu. Dia juga ikut bahagia melihat kebahagiaan Tya.
Setelah acara ijab qobul selesai dan para tamu sudah pergi, Tante Dewi meminta Ardi untuk membawa Tya ke kamar pengantin di hotel itu untuk beristirahat.
" Sayang, bawa istrimu ke kamar. Kalian istirahat lah dulu " ucap Tante Dewi pada Ardi.
" Iya bu " jawab Ardi.
" Paman bibi kita izin ke kamar dulu " ucap Ardi pada Paman Nadi dan Bibi Sari.
" Kok masih panggil paman dan bibi sih. Panggil ayah dan ibu sama seperti Tya " ucap Bibi Sari tersenyum.
" Iya bu " jawab Ardi.
Kemudian Ardi juga pamit pada teman-temannya yang kebetulan masih berada disana.
" Kita tinggal dulu ya guys " ucap Ardi pada teman-temannya.
__ADS_1
" Iya deh, udah sana pengantin baru " ucap Yeni tersenyum menggoda Ardi dan Tya.
" Inget pesen aku tadi Ar jangan kasih kendor " ucap Reno tertawa dan disambut tawa dari yang lain.
Ardi hanya tersenyum menanggapi ucapan Reno. Sedangkan Tya wajahnya semakin memerah.
" Kalo gitu kita ke kamar dulu " ucap Ardi.
Mereka semua menganggukkan kepalanya. Setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing. Untuk yang datang dari Surabaya pergi ke kama hotel masing-masing.
Saat Yeni hendak pergi ke kamarnya Bibi Sari memanggilnya.
" Yen " panggil Bibi Sari.
" Iya bi " jawab Yeni.
" Bibi minta tolong antar baju ganti ini buat mbamu ya " ucap Bibi Sari memberikan paper bag berisi baju ganti untuk Tya.
" Oke bi " jawab Yeni menerima paper bag itu.
Yeni pun berjalan menuju kamar pengantin Ardi dan Tya. Setelah sampai di depan pintu Yeni pun langsung mengetuknya. Karena tidak ada yang membukakan pintu Yeni pun berteriak memanggil mereka.
" Mba ini aku Yeni " ucap Yeni dari depan pintu.
" Iya dek sebentar " jawab Tya dari dalam kamar.
Tak lama terlihat Tya membukakan pintu dengan keadaan sedikit berantakan.
" Lama banget sih mba " keluh Yeni pada Tya.
" Iya maaf " ucap Yeni.
" Lagi ngapain sih emangnya sampai bajunya berantakan gitu " ucap Yeni tersenyum.
Tya melihat bajunya yang memang berantakan karena adegan ciumannya dengan Ardi tadi.
" Tapi kok mukanya jadi merah gitu " goda Yeni.
" Udah deh dek jangan godain mba terus. Kamu ngapain ke sini ? " tanya Tya.
" Ini aku mau nganterin baju mba " ucap Yeni sambil memberikan paper bag besar itu pada Tya.
" Makasih ya " ucap Tya menerima paper bag itu.
" Iya aku pergi dulu " ucap Yeni lalu melangkah pergi.
Setelah itu Yeni pun pergi menuju kamarnya sendiri untuk beristirahat sebelum resepsi nanti malam.
Hari berganti malam. Yeni sudah siap dengan menggunakan dress berwarna deep moca yang membuat semakin cantik. Saat memasuki tempat resepsi Yeni melihat Leon bersama teman-temannya.
" Leon sebenernya tu aku kangen banget sama kamu " gumam Yeni.
Tak sengaja Leon juga melihat ke arahnya dan mata mereka bertemu. Yeni pun langsung mengalihkan pandangannya dan pergi menghampiri teman-temannya.
" Kenapa dia seperti menghindariku ?" batin Leon.
Telihat Ardi dan Tya memasuki tempat resepsi. Semua mata tertuju pada mereka tak terkecuali Leon.
Ardi membawa Tya ke atas pelaminan dan mendudukannya di sofa yang sudah disediakan disana. Para tamu semakin memadati ballroom hotel itu. Kebanyakan tamu adalah kolega bisnis dari Om Gunawan dan sebagian adalah teman-teman Ardi dan Tya. Satu persatu dari meteka naik ke atas pelaminan dan memberikan selamat pada Ardi dan Tya. Hingga sampai pada teman-teman mereka memberikan selamat.
" Kita kasih selamat ke mereka yuk " ucap Dareen.
Mereka pun beranjak dari tempat duduk dan berjalan menuju pelaminan untuk memberikan selamat pada Ardi dan Tya.
Aska memeluk Ardi dan mengucapkan selamat kepadanya.
__ADS_1
" Selamat ya sekarang lo udah jadi seorang suami " ucap Aska memeluk Ardi dan Ardi pun membalas pelukan itu.
" Makasih bro " ucap Ardi.
Aska pun tersenyum. " Gue kesana dulu. Masih banyak yang ngantri tu " ucap Aska.
Ardi pun tersenyum menganggukkan kepalanya.
Kini giliran Leon memberikan selamat pada Ardi dan Tya.
" Selamat atas pernikahan kalian " ucap Leon pada Ardi dan Tya.
" Terima kasih Leon " ucap Tya tersenyum manis.
Leon hanya membalasnya dengan sedikit senyuman lalu pergi menuruni pelaminan.
Leon kembali ke tempat duduknya setelah memberikan selamat. Dia melihat Yeni yang sedang duduk sendirian.Leon pun menghampiri Yeni. Dia menarik tangan Yeni untuk ikut bersamanya.
" Kenapa kamu menghindariku?" tanya Leon pada Yeni saat mereka sudah cukup jauh dari keramaian.
" Aku hanya membiasakan diriku tanpa kamu. Aku tidak mau semakin berat melepaskanmu saat kamu ke luar negeri nanti " jawab Yeni.
" Aku pergi dulu " ucap Yeni pergi meninggalkan Leon.
Entah mengapa Leon tidak suka dengan jawaban Yeni. Dia merasa sangat kehilangan saat Yeni menghindarinya seperti ini.
Setelah acara resepsi selesai, Ardi dan Tya berkumpul bersama teman-teman mereka yang masih berada disana. Mereka menyempatkan untuk mengobrol karena sebagian dari mereka akan kembali ke Surabaya. Disana juga ada Rendy, Frans dan juga Siska.
" Mba ini hadiah pernikahan dari aku. Tapi bukanya nanti di kamar aja ya " ucap Yeni menyerahkan hadiah pernikahan pada Tya.
" Terima kasih dek " ucap Tya menerima hadiah itu lalu memeluk Yeni.
Kemudian Leon dan Siska beranjak dari tempat duduk mereka lalu berpamitan pulang.
" Teman-teman aku pulang duluan ya " ucap Siska.
" Biar aku antar " ucap Frans berdiri dari tempat duduknya.
" Gak usah. Aku pulang sama Leon " ucap Siska.
" Baiklah " jawab Frans tahu jika Leon adalah sepupu Siska.
" Tenang Yeni mereka itu sepupuan " batin Yeni saat melihat Leon dan Siska.
Setelah kepergian Leon dan Siska, Tya melihat wajah Yeni yang kesal. Tya tahu Yeni sedang cemburu pada Siska. Walapun Leon bukan kekasihnya tetapi Tya tahu Yeni menyukai Leon.
" Gak usah cemburu dek. Lagian kan Siska sepupu Leon " ucap Tya pada Yeni.
" Siapa yang cemburu. Aku gak cemburu tuh " jawab Yeni mengelak.
Tya hanya tersenyum melihat Yeni yang tidak mengakui bahwa dia cemburu.
" Jam berapa penerbangan kalian besok ?" tanya Ardi.
" Jam sepuluh " jawab Lisa.
" Oke besok gue anter kalian ke bandara " ucap Ardi.
" Gak usah Ar. Lo kan pengantin baru nikmatin aja waktu berdua. Lagian kita bisa naik taksi ke bandara " ucap Ilham.
" Bener kata Ilham. Kita bisa kok sendiri. Lagian kita juga rame-rame" sambung Sasa.
" Ya sudah kalo itu kemauan kalian " ucap Ardi.
Mereka pun melanjutkan mengobrol sampai hari semakin larut lalu pergi ke kamar mereka masing-masing. Sementara Rendy dan Frans pulang ke rumah mereka masing-masing.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😊😘