Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
40. Undangan Ardi


__ADS_3

Waktu pun terus berlalu setelah melewati beberapa pelajaran Tya dan murid-murid yang lain akan memulai kelas tambahan. Mereka hanya tinggal menunggu Bu Sinta guru matematika memasuki kelas.


" Pusing pala gue, seharian udah belajar seharian pake ada kelas tambahan lagi " keluh Reno.


" Iya ih, mana matematika lagi " sambung Lisa.


" Jalani aja lah, jangan ngeluh mulu " ucap Aska.


" Otak lu kan lumayan Ka, la gue" jawab Reno pada Aska.


" Udah-udah jangan ngeluh terus, bener kata Aska jalani aja, jangan dibawa susah. Kalo gak bisa ya usaha biar bisa. Ini juga kan buat kita juga biar ada bekel buat ujian " ucap Tya.


" Apa gue bisa lulus ya " ucap Reno lesu.


" Bisa lah, emang lo mau jadi murid abadi?" ucap Ardi.


" Nggak lah" jawab Reno cepat.


" Ih gak papa lo Ren kalo lo jadi murid abadi disini jadi sekolah kan aman ada penunggunya " ucap Ahsan tertawa.


" Enak aja lu penunggu, emang gue setan?" ucap Reno sambil menonyor kepala Ahsan.


" Iya " jawab teman-temannya tertawa.


Reno pun memanyunkan bibirnya karena menjadi bulan-bulanan teman-temannya. Mereka menghentikan tawa mereka saat melihat Bu Sinta memasuki kelas.


" Selamat sore anak-anak" ucap Bu Sinta.


" Sore bu " jawab para murid.

__ADS_1


" Oke ibu langsung aja, buat kelompok dengan nama yang ibu sebutkan dan langsung menjawab contoh soal ujian yang sudah ibu siapkan untuk kalian" ucap Bu Sinta tegas.


Para murid langsung kaget karena baru saja memulai kelaa tambahan sudah disuruh untuk mengerjakan soal ujian.


" Bu masa langsung soal, mana bisa bu " protes Dareen.


" Gak ada yang boleh protes atau kalian akan ibu keluarkan dari kelas tambahan ini " ucap Bu Sinta tidak bisa dibantah.


Mereka semua hanya bisa pasrah dan mulai mengerjakan soal yang diberikan oleh Bu Sinta dengan kelompok mereka masing-masing.


Selesai kelas tambahan Yeni akan langsung pulang ke rumah. Dia sudah tidak bersemangat kemana-mana lagi. Saat sampai parkiran tidak sengaja Yeni hampir saja menabrak Leon. Leon berbalik ke belakang sebentar. Setelah melihat Yeni dia pun langsung pergi menuju motornya dan meninggalkan Yeni.


Yeni menghembuskan napasnya panjang. " Untuk hari ini mungkin sudah dulu. Kita mulai besok lagi " ucap Yeni.


Kemudian Yeni pun menuju motornya dan melajukannya menuju rumah.


Risky yang melihat Yeni tersenyum pada Leon pun menjadi heran. Karena selama ini yang dia tahu Yeni selalu saja bertengkar jika bertemu Leon.


" Eh tu Yeni senyum sama lo. Kalian udah berdamai sekarang ?" tanya Risky.


" Gak " jawab Leon singkat.


Karena mendapatkan jawaban singkat dari Leon, Risky pun tak bertanya lagi.


Sedangkan Yeni pun langsung pergi ke tempat duduknya dengan tidak bersemangat karena diabaikan Leon.


Kemudian datanglah Ardi dan Tya lalu menghampiri mereka semua.


" Baru dateng kalian" ucap Aska.

__ADS_1


" Iya" jawab Ardi.


" Oh iya besok ada acara pemberian nama ponakan gue dan kakak gue ngundang kalian semua buat datang. Jam enam sore acaranya" ucap Ardi pada teman-temannya.


" Kita usahain dateng Ar " ucap Aska.


" Iya lumayan lah dapet makan gratis " ucap Reno dengan cengir kudanya.


" Lo sih emang cari gratisan" ucap Ilham pada Reno.


" Ya iya lah siapa juga yang suka gratisan. Lo juga suka kan?" jawab Reno tersenyum.


" Iya sih " ucap Ilham tertawa kemudian diikuti yang lain.


Sedangkan Ardi hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman-temannya.


" Kalian juga dateng ya " ucap Ardi pada Leon the genk.


" Gue usahain " jawab Leon singkat.


" Tapi kita gak tahu rumah lo. Kalo dateng juga kemana dong " ucap Dareen.


" Nanti gue sharelock ke kalian " ucap Ardi.


" Btw ponakan lo cewek apa cowok Ar?" tanya Sasa.


" Cewek " jawab Ardi.


Mereka pun melanjutkan obrolan mereka sampai akhirnya lonceng masuk berbunyi.

__ADS_1


__ADS_2