
Satu minggu Leon dan Yeni serta kedua anak mereka liburan di Paris. Malam ini adalah malam terakhir mereka di negara menara Eiffel itu dan Leon akan mengajak Yeni pergi berdua saja. Adelio dan Adelia juga sudah tidur karena mereka berdua kelelahan setelah berjalan-jalan di sana seharian.
" Aku ngerasa kita kayak balik lagi ke masa pacaran kalau lagi pergi berdua gini " ucap Yeni pada Leon yang sedang menyetir.
Leon memang sengaja tidak membawa seorang supir dan menyetir sendiri karena ia ingin menghabiskan waktu hanya berdua dengan Yeni malam ini.
" Itu memang tujuan Sayang. Aku memang mau kita mengenang masa-masa itu yang dulu cuma sebentar kita rasakan " jawab Leon tersenyum.
Leon menarik tangan Yeni yang dari tadi ia genggam lalu mengecupnya penuh cinta. Lalu ia kembali lagi fokus untuk menyetir.
Yeni benar-benar merasakan di ratukan oleh Leon. Laki-laki yang sangat dingin dan datar pada semua orang termasuk dirinya kini menjelma menjadi suami yang sangat romantis ya walaupun hanya di hadapannya dan keluarga saja.
Sesampainya di tempat yang tidak Leon beritahu sebelumnya, Yeni langsung turun dari mobil setelah Leon membukakan pintu mobil untuknya. Yeni menutup mulutnya dengan tangannya saat Leon membawanya ke sebuah meja yang sudah ada beberapa makanan di sana. Apalagi di sana terlihat jelas pemandangan menara Eiffel di malam hari.
" Mas, ini? " Yeni tidak bisa berkata-kata lagi.
Leon pun hanya tersenyum.
" Duduk lah Sayang " ucap Leon setelah menarik kursi untuk Yeni duduk.
__ADS_1
Yeni duduk di sana dan disusul oleh Leon yang duduk di hadapannya.
" Kamu suka Sayang? " tanya Leon pada Yeni.
" Suka Mas, aku suka banget " jawab Yeni tersenyum senang.
Yeni masih tidak menyangka Leon mengajaknya untuk dinner seromantis ini dengan pemandangan menara Eiffel di depan matanya.
" Kita makan dulu ya Sayang " ucap Leon pada Yeni.
Yeni pun menganggukkan kepalanya.
Setelah selesai makan, Leon mengajak Yeni untuk berdiri lalu Leon berlutut di depan Yeni. Jelas saja Yeni sangat terkejut dengan itu.
" Mas " ucap Yeni dengan tatapan tidak percaya.
Leon tersenyum lalu mengecup kedua tangan Yeni.
" Sayang, terima sudah mencintai aku dengan begitu tulus. Terima kasih sudah menjadi istri dan ibu yang hebat untuk aku dan anak kembar kita. Aku tidak bisa bagaimana beruntungnya aku bisa menjadi suami kamu. Aku hanya berharap kita akan terus bersama walaupun maut datang menghampiri kita. Aku sangat mencintai kamu, sangat sangat mencintai kamu istriku " ucap Leon menatap mata Yeni yang sudah berkaca-kaca karena terharu dengan semua yang diucapkan oleh Leon.
__ADS_1
" Aku juga sangat mencintai kamu suamiku " balas Yeni yang sudah tidak bisa menahan air matanya lagi untuk jatuh membasahi pipinya.
Leon berdiri dan langsung memeluk Yeni, Yeni pun membalas pelukan Leon. Leon menghadiahi banyak sekali kecupan di puncak kepala wanita yang sangat ia cintai itu.
Setelah cukup banyak ujian yang mereka hadapi untuk bisa bersama, kini Leon dan Yeni sudah bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya bersama kedua anak kembar mereka, Adelio dan Adelia.
TAMAT
***
Terima kasih buat readers semua yang sudah mendukung dan membaca karya saya. Saya minta maaf yang sebesar-besarnya jika ada salah dan kata-kata yang kurang berkenan pada kalian. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1