
Sedangkan Yeni dia masih memeluk dan menenangkan Tya yang masih menangis. Dia sebenarnya sangat emosi dan ingin memberikan pelajaran pada Cintia tapi tidak mungkin dia meninggalkan Tya sendiri.
" Sudah mba, gak usah dengerin omongan wewe rombeng itu. Gak penting" ucap Yeni sambil mengelus pundak Tya.
Saat memasuki kelas Aska dan gengnya serta Lisa, Sasa dan Nisa melihat Tya sedang menangis langsung menghampiri mereka. Karena memang tadi hanya ada Leon dan Yeni saat Cintia marah-marah pada Tya.
" Loh Tya kenapa?" tanya Sasa khawatir.
" Kenapa nangis gitu? sambung Lisa.
" Ini gara-gara wewe rombeng itu. Dia ke sini main labrak gak jelas" ucap Yeni masih kesal.
" Wewe rombeng?" ucap mereka semua.
Lalu Yeni menceritakan bagaimana Cintia melabrak Tya karena menyukai Ardi dan Leon yang menolong Tya yang hampir terjatuh serta Ardi yang marah besar pada Cintia.
" Ketelaluan banget tu cewek" ucap Reno geram.
" Ini harus di laporin ke kepala sekolah biar dia tau rasa" ucap Aska.
" Iya bener tu" sambung Nisa.
__ADS_1
Tya yang sudah tenang mencoba bicara. " Gak usah biarin aja" ucap Tya tersenyum meyakinkan bahwa dia sudah tidak papa.
" Tapi dia keterlaluan sama kamu" ucap Aska.
" Aku gak papa kok" jawab Tya tersenyum.
Teman-temannya pun pasrah jika Tya sudah bicara seperti itu. Saat Leon memasuki kelas, dia sudah tidak melihat Tya menangis lagi. Lalu dia menghampiri Tya.
" Kamu gak papa kan" ucap Leon lembut. Ini pertama kalinya Leon berkata lembut pada Tya.
" Bisa lembut juga ni cowok " batin Yeni saat melihat Leon bersikap lembut pada Tya.
Tya tersenyum dipaksakan. " Leon makasih ya" ucap Tya. Leon hanya mengangguk lalu menuju bangkunya.
Tak lama Ardi pun datang, dia langsung menghampiri Tya dan berjongkok di sampingnya. Untung saja jam kosong jadi tidak ada guru yang masuk.
" Tya" panggil Ardi sambil mengambil tangan Tya, tapi Tya langsung menarik tangannya.
Leon yang melihat itu langsung berdiri dan ingin menjauhkan Ardi dari Tya. Tapi terhenti saat mendengar Tya bicara.
" Lebih baik sekarang kamu jauhin aku, kita gak usah terlalu deket, aku gak mau ngerepotin kamu lagi" ucap Tya menahan air matanya supaya tidak menangis lagi.
__ADS_1
" Tya aku gak mau dengerin aku dulu, kamu tu gak ngerepotin aku, dan itu juga aku yang mau, kamu gak usah dengerin apa kata Cintia" ucap Ardi mencoba meyakinkan.
" Tapi itu semua bener Ar" ucap Tya agak keras.
Teman mereka hanya melihat mereka berdua hanya diam, mereka membiarkan Ardi dan Tya bicara berdua.
" Nggak... " belum sempat Ardi melanjutkan sudah dipotong oleh Tya.
" Ardi kamu pergi" ucap Tya tidak mau lagi bicara pada Ardi.
" Tapi.. " ucap Ardi dipotong Sasa.
" Ar, biar Tya menenangkan diri dulu nanti kalo udah tenang kamu bisa ngomong lagi" ucap Nisa.
Ardi pun pergi ke tempat duduknya.Yeni langsung memeluk Tya yang kembali menangis.
Tak lama Dareen dan Risky datang. Mereka berdua bingung melihat Tya menangis dan semua diam. Mereka langsung menghampiri.
" Kenapa semua pada diem? Itu juga kenapa Tya nangis? " tanya Dareen saat sudah duduk di samping Leon.
" Sebenarnya ada apa?" sambung Risky penasaran.
__ADS_1
Kemudian Leon pun menceritakan semua yang terjadi dari Cintia yang datang marah-marah pada Tya hingga dia yang memukul Ardi dan mengakui perasaannya terhadap Tya pada Ardi.
" Seriusan lo mukul Ardi?" tanya Dareen tapi Leon tidak menjawabnya.