Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
90. Kedatangan Aska


__ADS_3

Keesokan paginya Aska sudah bangun dari tidurnya. Setelah mandi dan sarapan dia berniat langsung pergi ke rumah yang ditempati oleh Yeni. Aska mengetahui alamat itu setelah bertanya pada Ardi tadi malam.


" Semangat Aska kalo kamu mau dapetin Yeni " ucap Aska.


Kemudian Aska pun keluar dari kostnya. Setelah mengunci pintu Aska pun menghampiri motor dan menaikinya. Aska melajukan motornya menuju alamat yang diberikan oleh Ardi.


Sementara itu Yeni sedang bermain dengan Bagas di depan rumah. Saat sedang asik bermain Yeni melihat ada sebuah motor yang dia kenal berhenti di depan gerbang rumah itu.


" Itu bukannya Aska ya " gumam Yeni.


" Bagas kita kesana ya lihat siapa itu " ucap Yeni lalu menggendong ponakannya itu mendekati gerbang.


Saat orang itu membuka helmnya baru Yeni yakin jika itu adalah Aska.


" Pagi Yeni " sapa Aska tersenyum.


" Pagi " jawab Yeni.


" Gak dibukain nih gerbangnya " ucap Aska.


" Oh iya lupa. Sebentar " jawab Yeni.


Yeni pun menurunkan Bagas dari gendongannya. " Bagas disini dulu. Tante mau buka gerbang " ucap Yeni pada ponakannya itu.


"Oke " jawab Bagas belum begitu jelas.


Yeni pun membuka gerbang itu dan menutupnya kembali saat Aska sudah masuk. Aska mendekati Bagas yang masih berdiri di tempatnya.


" Mau om gendong? " tanya Aska pada Bagas.


Bagas menganggukkan kepalanya mengiyakan dan Aska pun langsung menggendongnya.


" Sini Bagas sama tante " ucap Yeni hendak mengambil Bagas dari gendongan Aska.

__ADS_1


" Biar gue aja yang gendong. Siapa tadi namanya. Bagas ya "ucap Aska tersenyum.


" Ada apa lo kesini?" tanya Yeni pada Aska sambil berjalan beriringan menuju rumah.


" Pengen ketemu lo aja " jawab Aska.


Yeni pun terdiam saat mendengar jawaban Aska.


" Bagaimana jika Leon tahu ini " batin Yeni.


Aska yang melihat Yeni yang hanya diam pun bingung.


" Yen " panggil Aska.


" Eh iya Ka " ucap Yeni tersadar dari lamunannya.


" Lo kok diem aja " ucap Aska.


" Eh gak papa kok. Oh iya lo kok tahu alamat rumah kakak gue ?" tanya Yeni.


" Oh iya. Ayo masuk " ucap Yeni saat sudah di depan pintu.


Mereka pun memasuku rumah itu. Yeni menyuruh Aska duduk di ruanh tamu bersama Bagas sedangkan Yeni pergi ke dapur untuk membuat minuman untuk Aska.


" Ngapain sih Aska pake pengen ketemu aku segala. Untung aja Leon hari ini ada urusan kalo enggak mati aku " gumam. Yeni.


Yeni pun berjalan menuju ruang tamu sambil membawa minuman untuk Aska.


" Ini Ka diminum " ucap Yeni menaruh segelas minuman di meja.


" Makasih Yen " ucap Aska tersenyum.


Yeni hanya membalasnya dengan senyuman lalu duduk di sofa tidak jauh dari Aska.

__ADS_1


Tak lama Gilang dan Yola datang dengan pakaian rapi. Mereka akan menghadiri undangan teman kantor dari Gilang.


" Ini Aska ya " ucap Yola saat melihat Aska.


" Iya kak " jawab Aska tersenyum.


" Kamu kuliah di Jakarya juga?" tanya Yola.


" Iya kak. Satu kampus sama Yeni " jawab Aska.


" Oh gitu. Sering-sering aja main ke sini " ucap Yola.


" Iya kak nanti Aska bakal sering main kesini " ucap Aska.


Yeni yang mendengar itu mejadi kesal.


" Apa-apaan sih kakak pake nyuruh Aska sering main ke sini " ucap Yeni dalam hati.


" Ya sudah kakak tinggal dulu ya. Kamu ngobrol aja sama Yeni " ucap Yola.


" Iya kak " jawab Aska tersenyum.


Terlihat sekali Aska sangat senang. Dia merasa sudah mendapat restu dari kakak Yeni itu.


" Kakak titip Bagas Yen. Jagain yang bener " ucap Gilang pada Yeni.


" Iya kak " jawab Yeni.


" Kita berangkat dulu. Assalamualaikum " ucap Gilang dan Yola bersamaan.


" Walaikumsalam " jawab Aska dan Yeni.


Setelah kepergian Gilang dan Yola, mereka pun mengobrol sambil menjaga Bagas hingga hari menjelang siang. Aska pamit pulang karena ia ada tugas bersama temannya dan Yeni juga harus menidurkan Bagas.

__ADS_1


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😊😘


Tolong follow ig saya ya @tyaningrum_05 😘


__ADS_2