
Setelah kepergian Leon, Intan menangis histeris. Ia membanting semua benda di sekitarnya. Nyonya Julia pun langsung menenangkan dan memeluk Intan.
" Aaaaa Leon kamu gak bisa kek gini sama aku " teriak Intan.
" Intan cukup. Tenang " ucap Nyonya Julia.
" Mama " ucap Intan menangis.
" Iya sayang " jawab Nyonya Julia mengusap punggung Intan.
Setelah Intan tenang, Nyonya Julia pun melepaskan pelukannya.
" Sayang mama tahu perasaan kamu. Tapi yang kamu lakuin itu gak bener. Kamu gak boleh mengusik istri Leon " ucap Nyonya Julia.
" Tapi aku lakuin ini karena aku sayang sama Leon ma " jawan Intan.
" Sudahlah sayang. Ikhlaskan Leon" ucap Nyonya Julia.
" Gak bisa ma. Pokoknya aku mau Leon jadi milik aku " ucap Intan lalu pergi meninggalkan Nyonya Julia.
Sementara itu, Leon baru saja sampai di apartemennya. Ia langsung masuk tanpa memanggil Yeni.
" Kenapa sepi ? Dia kemana?" gumam Leon.
Leon pun pergi ke kamar mereka untuk mencari Yeni. Saat memasuki kamar, terlihat Yeni yang sedang tidur siang. Leon tersenyum lalu melepaskan sepatunya. Setelah itu ia naik ke atas tempat tidur dan ikut berbaring di sebelah Yeni. Tak lupa juga ia memeluk dan memberikan beberapa kecupan di kening Yeni.
" Kan manis jika diam " ucap Leon tersenyum.
Yeni yang hendak merubah posisi tidurnya merasa sesuatu yang cukup berat sedang menindih perutnya.
__ADS_1
" Hmm apa sih ini " ucap Yeni dengan suara serak sambil mencoba menyingkirkan tangan Leon.
Leon hanya diam sambil mengeratkan pelukannya. Ia ingin tahu apa yang akan dilakukan Yeni.
Karena merasa tambah susah dilepaskan, Yeni pun membuka matanya. Ia terkejut melihat Leon yang sedang memeluknya erat.
" Mas Leon?" ucap Yeni.
" Iya sayang " jawab Leon.
Leon malah merubah posisinya dengan menyelusupkan wajahnya di dada Yeni.
" Mas jangan gini ah " ucap Yeni.
" Sebentar aja " ucap Leon.
Yeni pun akhirnya membiarkan Leon dengan posisi itu dan mengusap kepala Leon.
" Semua perkerjaan sudah selesai " jawab Leon bohong.
Yeni pun menganggukkan kepalanya mengerti lalu mereka diam untuk sesaat.
" Oh iya mas. Apa kamu sudah tahu siapa pengirim teror itu?" tanya Yeni setelah cukup lama diam.
" Sudah " jawab Leon.
" Siapa mas ?" tanya Yeni begitu penasaran.
Leon pun mengangkat wajahnya lalu menatap Yeni.
__ADS_1
" Itu tidak penting. Aku pastikan gak akan ada lagi yang kasih teror atau pun berbuat macam-macam lagi sama kamu " jawab Leon yang memang ingin menyembunyikan siapa pelakunya agar Yeni tidak terus memikirkannya.
" Tapi mass... " ucapan Yeni langsung dipotong oleh Leon.
" Yeni Sarasvati " ucap Leon menatap tajam Yeni.
Yeni pun akhirnya tidak bertanya lagi tapi dia masih begitu penasaran.
" Kenapa Mas Leon gak mau ngasih tahu aku ?" tanya Yeni dalam hati.
Tiba-tiba saat Yeni sedang berpikir ia mendengar suara yang membuatnya tertawa.
" Perut kamu bunyi mas ?" tanya Yeni sambil tertawa.
" Sepertinya yang kamu dengar " jawab Leon cuek.
" Ya udah ayok bangun. Aku siapin makan siang buat kamu " ucap Yeni.
" Aku ingin mie rebus pakai telur setengah mateng " ucap Leon.
" Iya deh aku masakin mie rebus pakai telur setengah mateng. Tapi kamu bangun dulu terus bersih-bersih. Nanti kalo sudah siap aku panggil kamu " ucap Yeni.
" Hmm " jawab Leon.
Kemudian Leon pun beranjak menuju kamar mandi. Sedangkan Yeni menyiapkan baju ganti untuk Leon lalu pergi ke dapur untuk memasak mie rebus.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh "😊🙏
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘