Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
216. Tinggal Terpisah


__ADS_3

Di perjalanan pulang, Yeni masih saja diam sambil menatap jalan melalui jendela mobil. Leon memilih untuk dia dan akan berbicara pada Yeni saat mereka sudah sampai di rumah nanti.


" Aku mau kamu tinggal di apartemen selama masalah ini belum selesai " ucap Yeni tiba-tiba yang membuat Leon sangat terkejut.


Leon menghentikan mobilnya begitu saja saat mendengar itu. Beruntung jalanan sedang sepi sehingga tidak mengganggu pengendara yang lain.


" Apa maksud kamu sayang? " tanya Leon pada Yeni.


" Aku mau kita tinggal terpisah selama kamu cari bukti kalau bukan kamu yang hamilin perempuan itu " jawab Yeni sambil mengusap air matanya yang kembali jatuh.


" Sayang, kamu harus percaya kalau bukan aku yang hamilin dia. Kamu juga tau kan kalau di foto itu bukan aku " ucap Leon mencoba meyakinkan Yeni.


" Aku percaya Mas sama kamu. Tapi jujur aja ada sedikit rasa takut di hati aku kalau benar kamu yang hamili perempuan itu " ucap Yeni.


" Enggak sayang, aku berani sumpah kalau itu bukan aku. Aku gak mau tinggal terpisah sama kamu dan anak-anak " jawab Leon.


" Aku mohon Mas. Aku gak mau juga ini berpengaruh sama anak-anak. Kalau kita tinggal bersama dengan keadaan seperti ini aku akan tertekan dan selalu kepikiran. Anak-anak pasti terkena imbasnya kalau aku stres. Jadi selama masalah ini belum selesai kamu gak boleh tinggal di rumah dan temui sama anak-anak " ucap Yeni pada Leon.


" Tapi... " ucapan Leon terpotong oleh Yeni.

__ADS_1


" Aku mohon Mas " ucap Yeni sambil menangis.


Leon menghela napasnya panjang. Ia berpikir sejenak dan mungkin itu juga yang terbaik. Ia tidak ingin Yeni merasa tertekan dan berimbas pada anak-anak mereka.


" Baiklah. Aku janji bakal selesaikan masalah ini dengan cepat dan pulang ke rumah. Tapi kamu harus selalu percaya sama aku " ucap Leon.


Yeni pun menganggukkan kepalanya. Yeni melakukan semua itu demi anak-anaknya.


" Tapi kalau memang kamu yang menghamili perempuan itu dan ayah dari anak yang dikandungnya, aku minta sama kamu buat tanggung jawab. Kamu bisa ceraikan aku dan tinggalin aku sama anak-anak " ucap Yeni dengan tangis yang semakin keras.


Yeni tidak bisa membayangkan jika hal itu terjadi betapa hancur dirinya nanti.


" Gak akan sayang. Aku gak akan pernah ninggalin kamu dan anak-anak " ucap Leon lalu menarik Yeni dalam pelukannya.


Setelah Yeni tenang, Leon pun mengajak Yeni untuk pulang. Ia ingin Yeni segera beristirahat.


" Sayang, aku boleh ya ketemu anak-anak dulu ya sebelum aku pergi ke apartemen " ucap Leon pada Yeni saat mereka sudah sampai rumah.


Yeni pun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Mereka berdua masuk ke dalam rumah dan menanyakan keberadaan Baby Twins pada Bi Inah dan ternyata Baby Twins sedang tidur di kamarnya.


Leon masuk ke dalam kamar mandi dulu untuk mencuci tangannya sebelum menemui Baby Twins.


" Halo anak-anak Daddy " ucap Leon mencium kening kedua anaknya.


" Kalian baik-baik ya sama Mommy. Daddy harus pergi dan Daddy janji akan cepat pulang " lanjut Leon.


Setelah itu, Leon menghampiri Yeni yang sedang berdiri tidak jauh dari dirinya.


" Aku pergi dulu. Aku janji masalah ini akan cepat selesai " ucap Leon pada Yeni.


" Iya Mas " jawab Yeni mencoba tersenyum.


Leon mencium kening Yeni cukup lama sebelum ia pergi. Setelah itu ia pun langsung keluar kamar karena tidak ingin merasa lebih berat lagi untuk pergi.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏

__ADS_1


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2