
Sepulang dari rumah sakit Leon langsung naik ke kamarnya. Leon melepas jaket dan sepatu lalu diletakkan pada tempatnya.
Leon membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Bayangan Tya kembali muncul di pikirannya.
" Tya kenapa kamu buat aku seperti ini " gumam Leon.
" Aku bingung harus memperjuangkan kamu atau relain kamu sama Ardi. Kamu lebih nyaman sama dia dibandingkan aku " lanjutnya.
Setelah cukup lama berperang dengan pikirannya sendiri Leon pun tertidur dengan sendirinya.
Hari pun berganti malam. Mama Rita dan Papa Axcel baru keluar dari kamar mereka untuk makan malam.
" Bi, Leon dari sore belum turun?" tanya Mama Rita pada Bi Ijah pembantu di rumah mereka.
" Belum nyonya" jawab Bi Ijah sopan.
" Pah, mama ke kamar Leon dulu " ucap Mama Rita pada Papa Axcel.
" Iya ma " jawab Papa Axcel.
Mama Rita pun menaiki tangga menuju ke kamar Leon. Mama Rita mengetuk pintu dan memanggil Leon.
Tok tok tok.
" Sayang, keluar yuk makan malam dulu " ucap Mama Rita.
Leon yang mendengar seseorang memanggilnya pun mulai mrngerjapkan matanya. Kemudian Leon melihat ke arah jam dindingnya. Leon sangat terkejut ternyata sudah pukul delapan malam.
" Astaga sudah malam. Aku tidur cukup lama" gumam Leon.
Kemudian Leon bangkit dan membuka pintu kamarnya untuk melihat siapa yang memanggilnya.
Ceklek. Pintu pun terbuka.
" Mama " ucap Leon saat melihat Mama Rita dibalik pintu.
__ADS_1
" Sayang kamu baru bangun tidur ?" tanya Mama Rita saat Leon membuka pintu dengan wajah bantalnya.
" Iya ma " jawab Leon.
" Sekarang kamu mandi. Mama papa tunggu di bawah untuk makan malam " ucap Mama Rita.
" Iya ma " jawab Leon.
Kemudian leon menutup pintu kamarnya dan menuju kamat mandi. Setelah selesai mandi, Leon langsung turun untuk makan malam bersama Mama Rita dan Papa Axcel.
" Maaf membuat kalian menunggu " ucap Leon.
" Tidak papa sayang " jawab Mama Rita.
Kemudian Mama Rita mengambilkan nasi dan lauk untuk Papa Axcel setelah itu baru Leon. Mereka pun memakan makanan itu dengan tenang.
Setelah selesai makan Leon izin untuk pergi keluar.
" Ma Pa, Leon izin pergi keluar " ucap Leon.
" Bertemu Risky dan Dareen " jawab Leon.
" Baiklah " ucap Papa Axcel.
" Hati-hati ya sayang " ucap Mama Rita.
" Iya ma " ucap Leon mencium pipi Mama Rita.
Leon memakai jaket kemudian keluar dari rumah. Leon melajukan motornya menuju kafe tempat tongkrongannya bersama Risky dan Dareen.
Tidak butuh waktu lama Leon tiba di kafe tersebut. Risky dan Dareen sudah terlebih dahulu sampai disana. Leon memasuki kafe menuju meja dimana kedua temannya berada. Leon pun mendudukkan tubuhnya di samping Dareen
" Gue kira gak dateng lo" ucap Risky.
" Hmm " jawab Leon.
__ADS_1
" Leon Leon irit banget lo kalo ngomong. Seriawan lo " ucap Dareen tertawa.
Leon menatap tajam Dareen. Seketika Dareen langsung menghentikan tawanya.
" Jangan serem-serem napa" ucap Dareen bergidik ngeri.
Kemudian Leon pun berdiri dan melangkahkan kakinya pergi dari sana.
" Mau kemana lo ?" tanya Risky.
" Pergi " jawab Leon singkat.
Leon pun melajukan motornya memecah keheningan malam. Di tengah jalan Leon melihat Yeni yang sedang mendorong motornya.
" Itu bukannya cewek itu ya " batin Leon.
Walaupun sering bertengkar dengannya tapi Leon tidak tega melihat Yeni mendorong motornya sendiri. Tapi saat ingin mendekati Yeni ada motor yang berhenti di dekatnya dan itu adalah Aska.
Karena merasa sudah ada yang akan menolong Yeni, Leon pun pergi meninggalkan tempat itu.
Sementara Yeni tiba-tiba motornya mogok di tengah jalan.
" Kenapa sih motor " ucap Yeni lalu turun dari motornya.
" Sial bensin pake habis lagi " gerutu Yeni.
Kemudian Yeni mendorong motornya sampai menemukan penjual bensin. Saat dia sedang mendorong motor ada motor lain yang berhenti di sebelahnya. Pengendara itu melepaskan helmnya.
" Motor kamu kenapa Yeni ?" tanya orang itu.
" Aska? Ini bensinnya habis " jawab Yeni.
" Ya udah aku belikan bensi dulu. Kamu tunggu disini " ucap Aska.
" Makasih ya Ka " ucap Yeni pada Aska.
__ADS_1
Aska pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum kemudian menjalankan motornya untuk membelikan bensin motor Yeni.