
Setelah jam istirahat habis, para siswa mengganti seragam mereka karena mereka akan pengikuti pelajaran olahraga.
Seperti biasa Leon pergi ke toilet untuk mengganti seragamnya. Setelah itu dia langsung menuju lapangan. Tapi saat Leon sedang mwnuju lapangan dia melihat Ardi sedang menggendong Tya menuju lapangan.
" Kenapa jadi sesak dada ku? Dan kenapa mereka, apa mereka memiliki hubungan, hingga Tya mau di gendong seperti itu?" gumam Leon. Dadanya sesak menyaksikan itu.
Leon melihat Ardi membawa Tya di bangku dekat lapangan. Setelah Tya duduk di bangku, Ardi pun pergi ke lapangan.
Setelah Ardi pergi, Leon pun menghampiri Tya.
" Seneng ya di peluk-peluk gitu sama murid baru itu" ucap Leon sinis.
" Leon?" ucap Tya kaget. Leon hanya menatap sinis.
" Gak ada peluk-pelukan kok" lanjut Tya.
" Terus tadi apa?"ucap Leon. " Biasanya juga nunggu di kelas" lanjut Leon.
" Ardi cuma pengen aku liat dia main bola aja, dan aku juga gak tau kalo dia langsung gendong aku dan bawa aku kesini" ucap Tya supaya tidak disangka yang aneh-aneh.
" Alasan" ucap Leon, langsung meninggalkan Tya menuju tengah lapangan.
Leon ikut bergabung bermain bola bersama murid yang lainnya. Tapi tiba-tiba ada siswa sedang lari terburu- buru, dan menyenggol bangku yang di duduki Tya.
Kebetulan Ardi dan Leon melihat itu, mereka langsung berlari ke arah Tya.
" Aaaaaa" teriak Tya sambil menutup matanya.
Untung saja mereka datang tepat waktu jika tidak pasti Tya akan terjatuh. Leon menahan kursi sebelah kiri dan Ardi sebelah kanan.
Tya membuka matanya dan menatap Ardi dan Leon bergantian. Saat Tya menatap matanya, Leon kembali merasakan jantungnya berdegub kencang.
" Kenapa jantungku jadi berdetak dengan cepat begini" batin Leon.
Tiba-tiba Aska dan gengnya serta Yeni bersama teman-temannya menghampiri mereka.
" Tya, kamu gak papa?" ucap Sasa. Mendengar itu mereka bertiga pun tersadar. Ardi dan Leon membenar kan posisi bangku Tya.
Tya hanya mengangguk dia masih syok. Siswa yang menabrak kursi Tya masih ada di situ dan dia nampak ketakutan, Leon yang melihat itu, langsung menarik kerah bajunya dan hendak memukulnya. Tapi dihentikan oleh Ardi dan Aska.
" Leon jangan pukul dia" ucap Tya.
__ADS_1
" Tapi dia hampir buat kamu jatuh, kalo gak ada aku dan murid baru itu kamu pasti jatuh"ucap Leon emosi.
Tya mencoba menenangkan Leon" Aku gak papa" ucap Tya sambil tersenyum.
" Aku minta maaf" ucap siswa itu. Dan Tya hanya mengangguk sambil tersenyum.
" Lebih baik kamu sekarang pergi" ucap Leon masih mencoba meredakan emosinya.
Siswa itu pun pergi, ketika Leon hendak pergi Tya meraih tangan Leon. " Terima kasih" ucap Tya. Leon hanya terdiam dan melangkah pergi.
" Mba gak papa kan, aku hampir jantungan tau mba" ucap Yeni.
" Mba gak papa" jawab Tya sambil tersenyum.
" Lebih baik kamu ke kelas ya" ucap Ardi sambil menggendong Tya. Mereka menuju kelas dan di ikuti oleh yang lainnya di belakang.
Sementara di kantin, Leon masih merasa kesal karena kejadian tadi. Bukan hanya kesal pada siswa yang menabrak Tya tapi juga dengan Ardi. Dia merasa Ardi sedang mendekati Tya. Dia seperti tidak rela, apa lagi jika Ardi tidak tulus dan akan menyakiti Tya seperti Ahmad.
Tak lama, Dareen dan Risky menghampiri Leon.
" Lo kenapa?" tanya Dareen.
Leon hanya diam. Risky yang mengetahui perasaan Leon pun mencoba bicara.
" Kalo lo emang punya rasa sama Tya yang bilang lah, gak usah gengsi karna keadaan Tya, gak usah dengerin kata-kata orang dan temen lo itu yang sering bilang Tya gak pantes buat lo" lanjut Risky sambil melirik ke Dareen.
" Apa lo?"ucap Dareen pada Risky.
" Tapi bener kata Risky kalo lo punya rasa ungkapin kan kita juga gak tau kalo kita bisa ada rasa sama siapa aja, kan cinta itu buta, dan kata-kata gue sebernanya gak serius cuma spontan langsung keluar dari mulut gue" ucap Dareen menjelaskan.
Ada benarnya yang di bilang Dareen dan Risky. Tapi Leon belum yakin tentang itu dan pikirannya semakin kacau memikirkan itu.
" Apa aku jatuh cinta ya sama dia" batin Leon.
Karna frustasi dia pun pergi meninggalkan kedua temannya. Leon memilih pergi ke toilet dan mencuci mukanya agar lebih segar dan tenang.
" Kalo bener aku jatuh cinta sama dia, apa dia juga punya perasaan yang sama ke aku " gumam Leon sambil menatap pantulan dirinya pada cermin.
Kemudian Leon pun kembali ke kelas karena lonceng sudah berbunyi.
Karena hari jumat mereka dipulangkan lebih awal. Pulang sekolah seperti biasa Yeni menemani Tya.
__ADS_1
" Dek nanti jangan bilang apa-apa ya soal kejadian tadi sama ibu, aku gak mau ibu jadi khawatir" ucap Tya.
" Oke deh mba" jawab Yeni sambil tersenyum.
Saat mereka masih menunggu, Ahmad dan Abdul lewat di depan mereka.
" Mba udah move on? kok kelihatannya biasa aja" tanya Yeni karna melihat ekspresi berbeda dari Tya.
" Mungkin sudah, tiba-tiba aja liat dia biasa aja gitu" jawab Tya.
" Syukur deh, tapi kayanya karna Ardi ya mba jadi bisa move on gitu" goda Yeni.
Tya mendengarnya pun jadi gugup dan wajahnya menjadi merah. " Kok Ardi sih?" elak Tya.
" Ya mba kaya nya mulai deket sama Ardi gitu" ucap Yeni.
Pembicaraan itu pun terhenti karena Bu Sari sudah sampai dan mereka pulang menuju rumah masing-masing.
Sedangkan Leon masih frustasi di kamarnya memikirkan perasaannya pada Tya. Dia masih belum bisa mengakui jika dia menyukai Tya.
" Bisa-bisanya aku jadi seperti ini cuma gara -gara Tya" guman Leon.
" Aaaaggghhh" teriak Leon frustasi.
" Kamu kenapa?" tiba tiba tanya Mama Rita di depan pintu.
Leon tersentak kaget. Dia tidak menyadari jika ada Mama nya.
" Gak papa ma" jawab Leon.
" Ya sudah sana mandi, terus turun makan" ucap mama Mama Rita
" Iya ma" jawab Leon sambil mengambil handuk dan menuju kamar mandi.
Setelah itu, Mama Rita meninggalkan kamar Leon dan turun ke bawah.
Setelah selesai mandi dan berpakaian, Leon segera turun ke bawah untuk makan siang.
Terlihat Mama Rita sudah menyiapkan makan siang. Leon pun duduk lalu Mama Rita, mengambilkan nasi dan lauk untuk Leon.
" Makasih ma " ucap Leon.
__ADS_1
" Iya sayang " jawab Mama Rita tersenyum.
Mereka pun makan siang hanya berdua karena Papa Axcel masih berada di kantor dan akan kembali pada sore hari.