Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
184. Tujuh Bulanan


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Hari ini Leon dan Yeni akan mengadakan acara tujuh bulanan kehamilan Yeni sekaligus syukuran rumah baru mereka. Kedua orang tua Yeni juga sudah sampai di Jakarta kemarin bersama Papa Axcel.


Yeni sudah siap dengan gamis yang sengaja Leon pesan untuknya. Ia juga menggunakan hijab di kepalanya. Sedangkan Leon sudah berada di luar untuk menyambut para tamu.


" Kamu sudah siap? " tanya Bu Yosi saat memasuki kamar Leon dan Yeni.


" Sudah Bu " jawab Yeni.


" Kita keluar ya, tamu juga sudah mulai datang " ucap Bu Yosi.


" Iya Bu " jawab Yeni.


Bu Yosi menggandeng tangan Yeni dan membawanya keluar. Yeni melihat jika teman-temannya sudah datang.


" Bibi biar Yeni sama aku aja " ucap Siska setelah menghampiri Yeni.


" Ya sudah, tolong jaga Yeni ya " ucap Bu Yosi pada Siska.


" Siap Bi " jawab Siska.


Bu Yosi pun pergi meninggalkan Yeni bersama dengan Siska.


" Kita duduk disana aja ya " ucap Siska menunjuk kursi di sudut ruangan.


Yeni pun menganggukkan kepalanya.


Siska juga menggandeng tangan Yeni dan membawanya ke kursi itu. Siska membantu Yeni untuk duduk lalu ia duduk di sebelahnya.


" Ponakan Tante apa kabar? " ucap Siska mengusap perut Yeni.


" Kita baik Tante " jawab Yeni menirukan suara anak kecil.


Siska pun tersenyum apalagi saat merasakan tendangan dari dua keponakan itu.


" Ih mereka nendang " ucap Siska tersenyum.


Tak lama kemudian Ardi dan Tya datang bersama Aditya. Yeni pun ingin menghampiri mereka. Siska membantu Yeni untuk berdiri lalu mereka berdua menghampiri Tya dan Aditya.


" Halo keponakan Tante " sapa Yeni pada Aditya.


Aditya pun hanya tertawa dan itu membuat semua yang ada disana menjadi gemas.


" Pengen gendong tapi perut aku udah begah gini " ucap Yeni.


" Jangan deh Dek. Lagian Aditya ini sudah berat banget " ucap Tya.

__ADS_1


" Ya sudah deh. Tante cium aja " ucap Yeni menciumi seluruh wajah Aditya.


" Adit gemes banget sih Tya " ucap Siska mencubit pipi chubby Aditya.


Tya pun hanya tersenyum menanggapinya.


" Sini ikut Om yuk " ucap Dareen mengulurkan tangannya.


" Mana mau dia sama elo " ucap Risky.


Tapi Aditya tertawa dan merentangkan kedua tangannya minta digendong oleh Dareen.


" Tuh dia mau " ucap Dareen membawa Aditya dalam gendongannya.


Dareen pun mengajak Aditya untuk bermain bersama Aska dan Risky. Sedangkan Yeni mengobrol bersama Tya dan Siska. Ardi ikut bergabung bersama Leon untuk menyambut tamu.


Yeni mengobrol seputar kehamilan bersama dengan Tya dan juga Siska. Mereka juga membahas tentang kuliah dan Yeni serta Siska yang akan berganti prodi saat semester baru nanti karena alasan masing-masing. Siska yang tidak sanggup dengan materinya dan Yeni yang harus memiliki waktu yang banyak untuk anak-anaknya nanti. Karena di jurusan Kedokteran akan menyita banyak waktu. Yeni tidak ingin melewatkan semua tumbuh kembang anak-anaknya karena terlalu sibuk nanti.


" Kamu gak mau nambah anak lagi? " tanya Siska pada Tya.


" Ya mau tapi ya nanti beberapa tahun lagi. Nunggu Aditya besar dan aku mau selesaikan kuliahku dulu " jawab Tya.


" Kali aja mau deketan jaraknya " ucap Siska.


" Enggak dulu lah " jawab Tya.


" Iya bener tuh " tambah Tya.


" Aku sudah putus sama Frans " ucap Siska.


" Hah? Putus? " ucap Tya dan Yeni bersamaan.


Mereka cukup terkejut mendengar itu karena hubungan Frans dan Siska terlihat baik-baik saja.


" Ya mungkin aku sama Frans bukan jodoh " ucap Siska dengan senyum yang dipaksakan.


Setelah itu terlihat Dareen yang membawa Aditya kembali kepada Tya.


" Tya, kayaknya Adit ngantuk deh ini " ucap Dareen karena Aditya beberapa kali menguap dan mengusap matanya.


" Sini, biar aku tidurin " ucap Tya.


Dareen pun memberikan Aditya pada Tya.


" Gue balik ke yang lain ya " ucap Dareen.

__ADS_1


Mereka pun menganggukkan kepala mereka sebagai jawaban.


" Ndah Nen " ucap Aditya sambil memegang dada Tya.


Aditya jika mengantuk pasti minta untuk menyusu langsung pada Tya.


" Mba Tya kalo mau nyusuin Adit di kamar tamu aja. Biar aku anter " ucap Yeni pada Tya.


" Biar aku aja. Kamu duduk aja disini " cegah Siska saat melihat Yeni akan berdiri.


Siska tidak tega saat melihat Yeni yang kesusahan untuk berdiri karena perutnya yang besar.


" Iya Dek. Biar Siska aja " ucap Tya.


Siska pun mendorong kursi roda Tya dan membawa Tya ke kamar tamu yang ada di rumah itu.


Tak lama kemudian Siska kembali dan acara juga akan segera dimulai karena anak-anak yatim yang Leon undangan juga sudah datang.


Acara tujuh bulanan kehamilan Yeni dan syukuran rumah baru pun dimulai. Leon juga mengundang seorang ustadz untuk mengisi ceramah agama. Setelah pembacaan doa mereka semua pun makan bersama.


Ardi datang dengan membawa Aditya yang sedang menangis.


" Ndah " panggil Aditya sambil menangis.


" Bawa sini Mas " ucap Tya menghentikan makannya.


Ardi pun memberikan Aditya pada Tya.


" Cup cup, sudah sama Bunda ini " ucap Tya menenangkan Aditya.


Tya pun melanjutkan makannya dengan memangku Aditya yang tidak mau lepas darinya.


" Adit sama Tante ya, biar Bunda makan dulu " ucap Yeni ingin mengajak Aditya agar Tya bisa makan dengan tenang tapi Aditya menggelengkan kepalanya.


Karena hari sudah beranjak siang dan acara juga sudah selesai, teman-teman Leon dan Yeni pun pamit pulang. Begitu juga dengan Ardi dan Tya. Aditya juga sudah tidur lagi di gendongan Tante Dewi.


" Kita pamit dulu ya " ucap Ardi.


" Makasih ya sudah datang " ucap Yeni.


Setelah itu pun mereka semua langsung pulang. Yeni juga pergi ke kamarnya karena ia sudah merasa sangat lelah.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏

__ADS_1


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2