
Sesampainya di apartemen Leon dan Yeni langsung masuk ke dalam kamar dan membersihkan diri secara bergantian. Yeni yang sudah membersihkan diri terlebih dahulu pun keluar dari kamar mandi.
" Sekarang kamu mandi gih mas. Airnya sudah aku siapkan " ucap Yeni sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Leon yang sedang memainkan ponselnya pun langsung berdiri dari duduknya dan mengambil handuk lalu pergi ke kamar mandi.
Sedangkan Yeni pergi ke ruang ganti untuk mengganti bajunya dan menyiapkan baju ganti serta peralatan sholat untuk mereka karena mereka akan melaksanakan sholat dzuhur.
Setelah Leon selesai mandi dan berganti baju mereka pun langsung melaksanakan sholat dzuhur berjamaah. Yeni mencium tangan Leon setelah selesai sholat dan berdoa. Tapi tanpa diduga oleh Yeni ternyata Leon menarik kepala Yeni dan mencium pucuk kepalanya. Yeni pun terkejut tapi setelah itu pun dia tersenyum.
" Mas " ucap Yeni masih belum percaya.
" Apa?" tanya Leon mulai berdiri dan melipat sajadah yang ia pakai.
Yeni tidak menjawab dia hanya tersenyum karena mengingat saat Leon mencium pucuk kepalanya.
Kemudian mereka pun mengganti baju dan membereskan alat sholat yang mereka gunakan.
Yeni pergi ke dapur untuk membuatkan minuman dan mengambil cemilan untuk Leon yang sedang memeriksa laporan kafe yang ia kelola.
" Ini mas " ucap Yeni meletakkan nampan berisi minuman dan cemilan di meja ruang tamu.
" Hmm " jawab Leon yang masih fokus dengan laptopnya.
Kemudian Yeni ikut duduk di sebelah Leon dan memainkan ponselnya. Yeni melihat media sosial yang beberapa hari ini tidak ia buka.
Terdengar suara pintu apartemen mereka diketuk.
__ADS_1
Tok tok tok.
Leon dan Yeni pun menghentikan aktivitas yang sedang mereka lakukan.
" Biar aku yang buka " ucap Yeni meletakkan ponselny di atas meja.
Yeni beranjak pergi untuk melihat siapa yang bertemu ke apartemen mereka siang-siang seperti ini.
Ceklek.
Pintu pun terbuka. Terlihat seorang pria dengan pakaian rapi yang kira-kira seumuran dengan ayahnya.
" Maaf siapa ya?" tanya Yeni pada orang tersebut.
" Saya Han nona. Saya datang kemari untuk menyampaikan pesan dari Tuan Smith "jawab orang tersebut yang ternyata adalah Han asisten dari Paman Smith.
Han pun masuk ke apartemen tersebut mengikuti Yeni.
" Mas " ucap Yeni.
Leon pun menoleh ke sumber suara. " Paman Han ?" ucap Leon saat Han berada di samping Yeni.
" Selamat siang tuan " ucap Han menunduk hormat.
" Ada apa paman kemari?" tanya Leon berdiri dari duduknya.
" Hust mas kok malah langsung ditanyain. Silakan paman duduk " ucap Yeni.
__ADS_1
" Tidak perlu nona. Saya kemari ingin menyampaikan pesan dari Tuan Smith. Tuan Smith mengundang anda dan nona untuk makan malam di rumah malam ini " ucap Han.
" Ada apa paman mengundang kami makan malam di rumahnya ?" tanya Leon.
" Untuk itu bisa anda tanyakan sendiri pada Tuan Smith " jawab Han.
" Saya pergi dulu tuan nona. Selamat siang " ucap Han.
Kemudian Han langsung melangkah pergi keluar dari apartemen tersebut. Yeni menutup pintu kembali lalu duduk kembali bersama Leon.
" Belilah gaun untuk nanti malam " ucap Leon pada Yeni.
" Harus ya. Lagian ini juga sudah hampir sore mana mungkin sempat " ucap Yeni.
Leon mengambil ponselnya dan mulai menelepon seseorang.
" Tolong siapkan gaun dan baju dan antar ke apartemen sekarang " ucap Leon lalu menutup sambungan telepon itu.
" Kamu bicara sama siapa mas ?" tanya Yeni.
" Tidak perlu tahu " jawab Leon lali kembali pada laptopnya.
Yeni pun hanya mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban Leon.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Tolong follow ig saya ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1