
Leon masuk kembali ke ruang perawatan Yeni setelah melaksanakan sholat isya. Ia duduk di kursi di sebelah brankar Yeni. Ia menggenggam tangan Yeni dan mengecupnya.
" Sayang, sudah dua hari kamu gak sadar. Aku gak bisa kalo terlalu lama tanpa kamu " ucap Leon sendu.
" Kasian anak-anak kita kalo kamu gak cepat bangun. Mereka butuh kamu biar bisa tumbuh dan lahir ke dunia " lanjut Leon sambil mengusap perut Yeni yang sudah sedikit membuncit.
Leon terus mencoba terus berbicara dengan Yeni untuk meluapkan rasa rindu dan sepinya, hingga rasa kantuk pun menyerangnya. Ia tertidur sambil duduk dengan terus menggenggam tangan Yeni.
Keesokkan paginya, Leon terbangun saat mendengar bunyi alarm berbunyi dari ponselnya. Ia merasakan badannya pegal karena tidur dengan duduk. Ia pun berdiri dan meregangkan otot-otot tubuhnya.
" Sayang, aku sholat subuh ya " ucap Leon mencium kening Yeni yang terbalut perban.
Leon keluar dari ruangan itu dan meminta dua anak buahnya untuk menjaga ruangan itu. Sedangkan ia pergi ke mushola untuk sholat subuh.
Sekitar dua jam kemudian, orang tua dan mertuanya datang. Leon juga sudah mandi dan sudah rapi. Ia akan pergi ke kantor polisi untuk mempercepat proses hukum Intan dan Rizal.
" Kamu mau kemana? " tanya Mama Rita.
" Leon mau ke kantor polisi ma. Tadi Paman Smith telepon, orang tua Intan memohon untuk mencabut laporan dan meminta maaf pada kita " jawab Leon.
" Papa ikut. Dirga terus saja menghubungi papa. Papa harus memberi pelajaran pada mereka " ucap Papa Axcel.
" Saya juga ikut. Saya ingin melihat pelaku yang membuat Yeni seperti ini " sambung Ayah Yendi.
__ADS_1
" Kita berangkat sekarang " ucap Papa Axcel.
Leon dan Ayah Yendi pun menganggukkan kepala mereka.
" Mama, ibu, Leon titip Yeni " ucap Leon.
" Iya sayang. Kalian pergilah " jawab Mama Rita.
Leon serta Papa Axcel dan Ayah Yendi pun pergi ke rumah dimana Intan dan Rizal berada.
Tiga puluh menit kemudian mereka pun sampai. Mereka keluar dari mobil dan langsung masuk ke kantor polisi. Pengacara keluarga mereka sudah menunggu mereka di dalam.
Disana sudah ada orang tua Intan dan Rizal serta para pengacara mereka.
Mereka hanya menjawab dengan anggukan kepala. Papa Axcel dan Leon memang terkenal sebagai orang yang dingin.
" Tuan orang tua dari pelaku ingin bertemu dengan anda " ucap sang pengacara.
Mereka berkumpul di sebuah ruangan yang disediakan disana. Disana juga terdapat beberapa orang polisi.
" Axcel, aku minta maaf atas kesalahan yang dilakukan Intan. Aku mohon cabut laporan kalian, akan aku pastikan Intan tidak akan mengganggu keluarga kalian lagi " ucap Tuan Dirga, ayah Intan.
" Segampang itu kalian minta maaf setelah apa yang Intan lakukan terhadap istri saya. Istri saya sedang koma sekarang dan kalian minta kami mencabut laporan itu " ucap Leon yang tidak terima Tuan Dirga meminta laporan itu dicabut.
__ADS_1
" Tante mohon Leon. Tante minta maaf atas semua yang sudah Intan lakukan " ucap Nyonya Julia menangis memohon pada Leon.
" Maaf tante, saya gak bisa. Apa yang Intan lakukan itu tindakan kriminal. Dia ingin membunuh istri saya. Bukan kali ini saja, Intan pernah meneror dan mengancam istri saya. Saya sudah memperingatkan dia dan itu juga tante tau tapi apa yang terjadi, dia bertindak lebih lagi dengan percobaan membunuh istri saya. Saya akan pastikan Intan dan Rizal mendapatkan hukuman yang berat " ucap Leon berdiri dari duduknya.
" Kalian dengar sendiri kan apa yang Leon katakan. Jadi tolong proses ini sesuai hukum yang berlaku. Untuk kasus peneroran dan pengancaman saya juga ingin itu diproses. Saya tidak akan melepaskan siapa pun yang sudah mengganggu keluarga saya " ucap Papa Axcel.
" Saya juga ingin semua pelaku penabrakan putri saya dihukum setimpal. Mereka hampir saja menghilangkan nyawa putri saya bahkan sekarang ia koma, antara hidup dan mati " sambung Ayah Yendi.
" Kalian juga orang tua dari seorang putri. Harusnya kalian mengerti " ucap Ayah Yendi pada orang tua Intan.
Papa Axcel berdiri dari duduknya diikuti oleh Ayah Yendi.
" Kamu dan timmu urus semua " ucap Papa Axcel pada pengacara keluarganya.
" Dan kalian jangan pernah temui kami lagi " lanjut Papa Axcel pada orang tua Intan dan Rizal.
Kemudian mereka pun pergi meninggalkan kantor polisi.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " 😊🙏
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘