Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
179. Es Campur


__ADS_3

Saat hari menjelang siang, Yeni tiba-tiba menginginkan es campur. Apalagi hari itu cuacanya sangat panas. Tapi ia ragu untuk meminta Leon membelinya. Ia sebenarnya bisa memesannya secara online tapi entah kenapa ia ingin Leon sendiri yang membelikannya.


" Kamu kenapa sayang? " tanya Leon saat melihat Yeni seperti gelisah.


Yeni ragu untuk mengatakannya. " Anu Mas. Aku lagi pengen banget minum es campur " jawab Yeni.


" Oh es campur. Kenapa kamu gak bilang dari tadi? Biar aku pesankan " ucap Leon akan meraih ponselnya.


" Aku mau kamu yang beliin Mas " ucap Yeni menundukkan kepalanya.


" Baiklah, aku beliin es campur buat kamu " jawab Leon tersenyum.


Yeni pun langsung mengangkat kepalanya. " Beneran Mas? " tanya Yeni dengan mata berbinar.


" Iya sayang " jawab Leon mengusap kepala Yeni.


" Kamu gak papa aku tinggal? Atau aku minta Mama buat nemenin kamu? " tanya Leon yang tidak tega meninggalkan Yeni sendiri.


" Aku gak papa sendiri Mas. Lagian kamu juga perginya sebentar " jawab Yeni.


" Ya sudah. Kamu disini aja jangan kemana-mana. Aku cuma sebentar " ucap Leon mencium puncak kepala Yeni.


Yeni pun menganggukkan kepalanya.


Kemudian Leon pun berdiri dari duduknya. Leon mengambil dompet di kamar lalu pergi untuk membeli es campur yang Yeni inginkan.

__ADS_1


Leon pergi menggunakan motornya agar lebih cepat. Ia sudah tahu tempat es campur yang enak dan ia langsung melajukan motornya ke sana. Leon melepaskan helmnya lalu turun dari motornya. Ia hanya menggunakan celana pendek dan kaos berlengan pendek.


Saat memasuki warung es campur itu banyak pasang mata yang menatapnya. Terutama para kaum hawa yang berada disana. Dengan wajah yang tampan dan tubuh yang atletis membuat banyak kaum hawa yang terpesona olehnya.


" Mbak, es campur dua " ucap Leon datar pada penjual es campur itu.


" Dibungkus atau dimakan disini? " tanya penjual es campur.


" Bungkus " jawab Leon singkat.


Leon memang selalu terlihat datar dan dingin. Ia hanya akan bersikap ramah dan lembut pada Yeni dan Mama Rita dan mungkin nanti pada putrinya. Bahkan pada keluarganya ia masih datar dan dingin tapi tidak separah pada orang asing.


" Ini Mas " ucap penjual es campur memberikan kantong plastik pada Leon.


" Berapa? " tanya Leon.


Leon pun memberikan satu lembar uang lima puluh ribuan. " Ambil kembaliannya " ucap Leon.


" Terima kasih Mas " ucap penjual es campur.


Leon pun pergi meninggalkan warung es campur itu tanpa menjawab ucapan penjual es campur itu.


Leon melajukan motornya untuk kembali ke apartemen. Ia tidak ingin membuat Yeni menunggu terlalu lama.


" Sayang " panggil Leon saat memasuki apartemen.

__ADS_1


" Dapet es campurnya Mas? " tanya Yeni.


" Nih " ucap Leon menunjukkan kantong plastik yang dibawanya pada Yeni.


" Sini biar aku taruh di mangkuk " ucap Yeni ingin mengambil kantong plastik itu.


" Gak usah sayang, biar aku aja. Kamu duduk aja disini " cegah Leon.


Leon pun pergi ke dapur dan memindahkan es campur itu ke dalam mangkuk. Setelah itu membawanya ke Yeni.


" Ini sayang " ucap Leon memberikan semangkuk es campur pada Yeni.


" Makasih Mas " ucap Yeni tersenyum senang.


Yeni pun langsung memakan es campur itu. Begitu juga dengan Leon.


" Anak-anak Daddy suka es campurnya? " tanya Leon mengusap perut Yeni.


" Suka Daddy " jawab Yeni dengan menirukan suara anak kecil.


Leon pun tersenyum. Ia mengusap lembut puncak kepala Yeni.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏

__ADS_1


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2