
Hari pun berganti malam. Setelah sholat magrib Yeni dan keluarganya pun makan malam beesama.
" Udah selesai ulanganmu dek?" tanya Ayah Yendi pada Yeni setelah selesai makan.
" Udah yah. Hari ini terakhir " jawab Yeni.
Setelah itu Yeni membantu ibunya membereskan meja makan. Yeni mencuci piring bekas makan tadi lalu meletakkannya di rak piring.
Yeni kembali ke kamarnya lalu melaksanakan sholat isya. Setelah itu Yeni langsung beranjak untuk tidur
Pagi harinya Yeni sudah berada di sekolah. Yeni melangkahkan kakinya langsung ke kelas. Yeni menghampiri Tya yang sudah berada di dalam kelas.
" Pagi Mba"panggil Yeni.
"Pagi "jawab Tya.
" Mba udah beli kursi roda?"tanya Yeni.
" Iya, hadiah dari Ayah" ucap Tya tersenyum dan terlihat sangat senang.
" Wih, gini kan enak mba mau kemana-mana sendiri"ucap Yeni juga ikut senang.
" Iya dek" jawab Tya tersenyum.
Tak lama siswa yang lain pun juga datang, termasuk Ardi.
" Hai" ucap Ardi.
Tya hanya tersenyum.
" Hari ini kan gak ada pelajaran gimana kalo kita ke kantin aja. Kebetulan aki belum sarapan nih" saran Reno.
" Boleh deh dari pada di kelas bosen" sambung Sasa.
" Tya kamu ikut juga ya. Gak ada penolakan kan kamu udah ada kursi roda jadi gak ada alasan lagi"ucap Lisa.
" Iya tu " sambung Yeni.
" Oke deh" jawab Tya akhirnya.
" Biar aku yang dorong ya" ucap Ardi tersenyum melihat Tya dan Tya pun menggangguk mengiyakan.
Ardi mendorong kursi roda milik menuju ke kantin dan diikuti teman-temab mereka di belakang.
Leon yang hendak menuju kelas bersama kedua temannya berpapasan dengan mereka.
" Tya udah punya kursi roda?" tanya Risky.
" Sepertinya. Syukur deh kalo gitu jadi nanti dia bisa keluar gak di kelas terus" ucap Leon.
" Lo gak cemburu?" tanya Dareen.
" Cemburu juga gak ada gunanya" ucap Leon.
Leon hendak melangkah pergi menuju kelas tapi keburu Cintia menghampirinya.
" Gimana kalo lo setuju aja kita kerja sama buat misahin mereka" ucap Cintia tersenyum sinis.
" Gak akan pernah" ucap Leon lalu melangkah pergi.
Risky dan Dareen pun ikut melangkah pergi meninggalkan mereka.
" Liat aja apa yang akan gue lakuin ke cewek lumpuh itu" gumam Cintia tersrnyum licik.
Sesampainya di kantin mereka pun memesan makanan. Mereka makan bersama dan terkadang mengobrol. Setelah puas berada di kantin mereka pun menuju ke kelas.
" Ardi Tya kita duluan ya" ucap Aska lalu mereka meninggalkan Tya dan Ardi berdua.
__ADS_1
Yeni bersama yang lain kembali ke kelas. Sesampainya di kelas mereka pun melingkar pada satu meja.
" Ardi so sweet banget ya sama Tya" ucap Lisa pada teman-temannya.
" Iya. Ini mah udah dipastiin kalo mereka tu saling suka " sambung Sasa.
" Tapi Ardi kok gak nembak Tya sih " ucap Nisa.
" Mungkin Ardi mau cari waktu yang tepat " ucap Yeni.
Leon yang mendengarnya sedikit tidak suka. Walaupun dia mencoba mengikhlaskan Tya tapi jujur saja perasaannya pada Tya masih ada.
Leon pun memutuskan untuk keluar kelas. Saat Leon sudah melangkahkan kakinya, Dareen memanggilnya.
" Leon " panggil Dareen.
Leon pun menghentikan langkahnya. " Ada apa?" ucap Leon.
" Lo mau kemana?" tanya Dareen.
" Keluar " jawab Leon lalu kembali melanjutkan langkahnya keluar kelas.
Saat sudah di luar, Leon melihat Ardi yang terlihat panik dan bertanya pada siswa lain. Leon pun menghampiri siswa tersebut.
" Ardi kenapa panik gitu?" tanya Leon pada siswa tersebut.
" Gak tahu tapi tadi dia nanyain Tya" jawabnya.
" Emang Tya kenapa? " tanya Leon lagi.
" Tya tadi dibawa sama Cintia ke arah gerbang" ucap siswa itu.
Leon yang mendengar itu langsung berlari menuju gerbang. Dia sangat mengkhawatirkan Tya.
Saat sampai di gerbang di sana ada Cintia yang hendak mendorong Tya ke jalanan.
Cintia tidak menjawab dia malah mendorong Tya ke jalanan.
"Aaaaaaa" teriak Tya.
Leon yang hendak menyelamatkan Tya menghentikan langkahnya karena Ardi terlebih dahulu menyelamatkannya.
Ardi menahan kursi roda Tya agar tidak bergerak. Setelah berhenti Ardi memastikan kondisi Tya.
" Tya kamu gak papa?"tanya Ardi khawatir.
Tya menangis dan langsung memeluk Ardi, dia benar-benar takut.
" Kamu udah aman. Ada aku di sini" ucap Ardi mengusap punggung Tya memberikan ketenangan.
Setelah Tya tenang Ardi melonggarkan pelukan Tya.
"Kita ke kelas ya" ucap Ardi.
Tya pun menganggukkan kepalanya, lalu Ardi mendorong kursi roda Tya menuju kelas.
Ternyata banyak juga siswa yang menyaksikan kejadian itu. Di sisi lain Leon langsung menghampiri Cintia.
" Lo ya, berani-beraninya mau celakain Tya" Ucap Leon marah.
" Kenapa?? Udah gue bilang gue gak bakal biarin dia tambah deket sama Ardi. Makanya gue bikin dia mati aja sekalian" ucap Cintia keras.
Plakk.
Leon menampar pipi Cintia." Keterlaluan ya lo" ucap Leon tambah marah.
" Berani ya lo nampar gue" ucap Cintia memegang pipinya yang ditampar Leon.
__ADS_1
" Itu gak seberapa. Liat aja nanti gue bakal kasih lo pelajaran kalo lo berani nyakitin Tya lagi" ucap Leon emosi.
Lalu datang kepala sekolah menghampiri mereka.
" Cintia, sekarang kamu ikut ke ruangan bapak" ucap kepala sekolah.
Leon pun juga beranjak pergi mencari Tya. Dia pun pergi menuju ke kelas. Saat hendak memasuki kelas, Leon melihat Tya yang sudah tenang.
" Tya maafin aku ya, kalo aku gak ninggalin kamu ke toilet tadi pasti gak akan ada kejadian ini" ucap Ardi dia sangat merasa bersalah.
"Bukan salah kamu kok Ar" ucap Tya tersenyum.
" Tapi..... " belum Ardi menyelesaikan ucapannya bibir Ardi sudah dihentikan jari Tya.
Tya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
" Dasar tu nenek lampir ya, keterlaluan banget" ucap Reno geram.
" Iya gak ada kapoknya" lanjut Lisa.
Tak berapa ternyata orang tua Tya menghampiri mereka.
" Sayang, kamu gak papa kan?" tanya Bibi Sari khawatir.
" Ibu" ucap Tya. " Kenapa kalian ke sini" ucap Tya.
" Kepala sekolah memberi kabar kalau kamu hampir saja celaka jadi kami lamgsung ke sini"ucap Paman Nadi.
" Aku baik-baik aja kok" ucap Tya.
Leon pun memasuki kelas dan menhampiri Tya.
" Tya kamu gak papa?" ucap Leon.
Tya menganggukan kepalanya dan terseyum.
Saat mereka sedang mengobrol ada siswa yang menghampiri mereka.
" Tya kamu dipanggil kepala sekolah" ucap Siswa itu. " Kamu juga Ardi" lanjutnya.
Setelah itu siswa itu pergi meninggalkan mereka.
" Sebaiknya kita segera ke ruangan kepala sekolah" ucap Paman Nadi dan diangguki Bibi Sari.
Saat Saat Nadi hendak mendorong kursi roda Tya, Ardi mencegahnya.
" Biar Ardi aja paman" ucap Ardi.
" Baiklah" ucap Paman Nadi.
Mereka pun menuju ruang kepala sekolah.
" Ardi ternyata juga sudah dekat dengan orang tua Tya" gumam Leon. Hatinya sedikit sesak menyaksikan itu.
Leon kembali duduk di kursinya. Begitu juga dengan teman-teman yang lain.
Tak lama lonceng pertanda pulang sekolah pun berbunyi. Semua murid melangkahkan kakinya keluar dari kelas termasuk Leon dan Yeni.
Yeni terburu-buru keluar dari kelas hingga tak sengaja menyenggol Leon.
" Lo ya " teriak Leon pada Yeni.
" Sorry gue gak sengaja " ucap Yeni lalu langsung berlari meninggalkan Leon.
" Dasar cewek itu " ucap Leon.
Leon pun melanjutkan langkahnya. Tapi dia melihat keluarga Ardi dan Tya sangat dekat. Leon menghembuskan napasnya berat kemudian pergi ke parkiran.
__ADS_1