
Yeni menyusul Leon yang memasuki kelas. Yeni duduk di tempat duduknya di sebelah Tya. Dia memilih diam karena perasaannya menjadi tidak karuan setelah kejadian tadi bersama Leon.
Sedangkan Leon juga merasakan hal sama. Debaran yang dirasakannya tadi saat menatap mata Yeni lebih besar dari yang dirasakannya pada Tya.
" Gue kenapa sih ?" batin Leon.
" Ah bodo amat lah. Mungkin itu karena gue kaget tadi" lanjutnya
Tya merasa aneh dengan Yeni karena tidak seperti biasanya, dia hanya diam semenjak memasuki kelas. Yeni tidak menyadari jika dirinya tengah di perhatikan oleh Tya. Dia sedang sibuk pada pikirannya sendiri.
" Yeni kenapa? Apa gara-gara sama Leon tadi?" batin Tya.
" Dek kamu kenapa?" tanya Tya pada Yeni.
Yeni langsung menoleh ke Tya. " Ah, gak papa mba " jawab Yeni.
" Beneran?Kok diem aja?" ucap Tya.
" Iya mba. Aku gak papa" jawab Yeni dengan senyum dipaksakan.
Tak lama terdengar lonceng berbunyi menandakan waktu pulang sudah tiba. Saat Leon sedang berjalan menuju pintu keluar bertepatan dengan Yeni yang juga menuju pintu. Karena terus memikirkan perasaannya ke Leon, Yeni menjadi tidak fokus dan akhirnya menabrak punggung Leon.
Leon berbalik melihat siapa yang menabrak punggungnya.
" Lo lagi? Bisa gak lo kalo jalan tu liat-liat" ucap Leon kesal saat tahu yang menabraknya adalah Yeni.
" Maaf gue gak sengaja " jawab Yeni.
" Dasar cewek ceroboh " ucap Leon ketus kemudian beranjak pergi.
" Gue kan udah minta maaf, gak bisa apa jadi cowok tu lembut dikit ngomong aja ketus banget " gerutu Yeni melihat kepergian Leon.
Tya yang melihat itu pun menghampiri Yeni.
" Dek kamu gak pulang?" tanya Tya pada Yeni.
__ADS_1
" Aku males pulang mba. Dirumah gak ada orang. Aku ikut ke rumah mba aja ya biar aku pulang ke rumah sore aja " ucap Yeni pada Tya.
" Iya mba jadi ada temen di rumah" jawab Tya. Yeni pun tersenyum.
Sedangkan Ardi setelah selesai menjawab telpon dari Mas Andi langsung menghampiri Tya dan Yeni.
"Tya, Mas Andi telpon suruh aku jemput Mba Rina di supermarket. Maaf ya gak bisa anterin kamu. Padahal aku udah bilang mau anterin kamu lagi sama bibi" ucap Ardi tidak enak hati.
" Gak papa. Aku pulang sama Yeni aja " ucap Tya tersenyum.
" Ya udah aku duluan ya " ucap Ardi sambil memegang pipi kanan Tya. Tya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
" Yen aku titip Tya ya" ucap Ardi pada Yeni.
" Siap" jawab Yeni.
Ardi pun pergi menggunakan motornya. Begitu juga Tya dan Yeni pergi untuk pulang.
Sesampainya di rumah Tya dan Yeni langsung saja masuk karena di rumah memang tidak ada orang.
" Kamu kalo mau makan ambil aja di dapur. Mba lagi males makan " ucap Tya setelah menyelesaikan solatnya.
" Aku juga males makan mba" ucap Yeni.
" Dek" panggil Tya.
" Apa mba?" jawab Yeni.
" Kamu ada apa sama Leon? Soalnya tadi mba liat kalian berdua di taman" ucap Tya.
Yeni terkejut. " Loh mba liat?" tanya Yeni.
" Iya. Tadi mba sama Ardi mau ke taman eh liat kalian" jawab Tya.
" Mba liat tatapan kamu ke Leon sekarang beda. Apa kamu suka sama Leon?" tanya Tya menatap Yeni.
__ADS_1
Yeni menjadi gugup ditanya itu oleh Tya. " Aku gak tahu mba tapi aku ngrasa seneng deket Leon. Apa mba juga gitu kalo deket Ardi ?" ucap Yeni pada Tya.
Tya mengangguk dan tersenyum. " Iya" jawab Tya.
" Jadi beneran kamu suka sama Leon?" ucap Tya.
" Kayanya iya mba" jawab Yeni malu.
" Cie" goda Tya pada Yeni.
" Apaan sih mba?" ucap Yeni sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan karena malu.
Tya pun tertawa melihat Yeni yang sedang malu. Dia akhirnya bisa membalas Yeni. Karena biasanya Yeni lah yang selalu menggodanya dan membuatnya malu.
Karena hari sudah menjelang sore, Yeni pun pamit untuk pulang.
" Aku pulang dulu mba udah sore" ucap Yeni sambil meraih tasnya.
" Ya udah hati-hati di jalan" ucap Tya. " Semoga ketemu Leon kan ngelewati rumahnya " lanjut Tya menggoda Yeni.
Yeni akan pergi ke toko kue langganannya terlebih dahulu sebelum pulang jadi dia akan melewati rumah Leon. Ibunya meneleponnya untuk membeli kue terlebih dahulu.
" Udah ah mba jangan goda aku terus " jawab Yeni. Tya hanya tertawa mendengar jawaban Yeni.
" Assalamualaikum " ucap Yeni.
" Walaikumsalam "jawab Tya.
Yeni melajukan motornya. Saat melewati rumah Leon Yeni pun berhenti. Dia melihat Leon yang sedang mencuci motornya di depan garasi. Yeni terus memperhatikan Leon yang hanya memakai celana pendek saja dan bertelanjang dada. Leon terlihat sangat tampan dengan rambut basah.
" Keren banget Leon " ucap Yeni sambil melihat Leon.
" Ah apaan sih aku. Mending aku cepet pergi dari sini daripada ketahuan Leon nanti " ucap Yeni.
Yeni pun melajukan motornya menuju toko kue langganannya. Setelah membeli beberapa roti pesanan ibunya Yeni pun langsung pulang ke rumahnya.
__ADS_1