
Di perjalanan menuju rumah sakit, Leon terus meminta Ardi untuk lebih cepat. Ia sangat mengkhawatirkan keadaan Yeni. Apalagi Yeni sedang hamil.
" Cepetan Ar " ucap Leon tidak sabar.
" Sabar, sebentar kita sampai. Ini jalanan lagi padet banget bahaya kalo ngebut " jawab Ardi.
Leon pun semakin frustrasi. Ia ingin cepat-cepat sampai rumah sakit.
" Ya Allah selamat kan Yeni dan anak kami " ucap Leon berdoa dalam hati.
Saat sampai di rumah sakit, Leon langsung berlari memasuki lobi. Ardi meminta tolong satpam untuk memarkirkan mobil Leon lalu ia menyusul Leon.
" Leon, Yeni ada di ruang IGD " ucap Ardi yang baru saja mendapat kabar dari Aska.
Leon dan Ardi pun langsung pergi ke ruang IGD. Disana terlihat Aska yang sedang duduk dengan baju yang dipenuhi noda darah.
" Aska " panggil Ardi.
Aska pun langsung berdiri dari duduknya.
" Mana Yeni? Gimana keadaannya ? Yeni baik-baik aja kan? " tanya Leon pada Aska.
" Yeni masih di IGD. Gue belum tau keadaannya " jawab Aska.
" Akh " erang Leon pelan.
Leon menyandarkan tubuhnya di dinding. Ia mencoba menenangkannya.
" Lo harus kuat. Yeni pasti baik-baik aja " ucap Ardi mencoba menenangkan Leon.
Leon menegakkan tubuhnya. " Gimana kejadiannya? Gimana Yeni bisa kecelakaan? " tanya Leon.
__ADS_1
" Tadi saat gue mau ke kafe depan, gue liat Yeni lagi nyeberang terus tiba-tiba ada mobil kenceng banget ke arah Yeni. Gue lari mau nyelametin Yeni tapi kejadian itu cepet banget. Gue telat. Badan Yeni mental terus kepalanya kena trotoar " jawab Aska menyesal.
" Ya Allah " ucap Leon mengusap wajahnya.
" Terus pelaku yang bawa mobil kemana? " tanya Ardi.
" Pelakunya kabur. Gue curiga itu disengaja. Gue sempet liat mobil itu berhenti terus langsung ngebut pergi " jawab Aska.
" Kalo sampai ini memang disengaja, gue gak bakal kasih ampun pelakunya " ucap Leon marah.
" Gue bakal cari tau siapa pelakunya. Lo hapal plat mobilnya Ka? " tanya Ardi pada Aska.
" Gye gak sempet liat Ar. Tapi coba lo cek cctv kampus " jawab Aska.
" Gue bakal cek cctv kampus dan minta tolong Kak Angga buat lacak pelakunya " ucap Ardi.
" Gue pergi dulu. Lo sebaiknya kabarin orang tua lo dan Yeni " lanjut Ardi.
Leon pun segera mengabari orang tuanya dan Yeni. Orang tua Yeni akan segera pergi ke Jakarta dijemput jet pribadi milik keluarga Leon. Sedangkan Papa Axcel dan Mama Rita langsung menuju rumah sakit.
Selesai mengabari orang tuanya dan Yeni, bertepatan dengan dokter yang keluar dari ruang IGD.
" Bagaimana keadaan istri saya dok? " tanya Leon.
" Keadaan pasien saat ini kritis karena terjadi pendarahan pada kepalanya " ucap dokter Diki.
Dokter Diki adalah dokter keluarga Wicaksana, kebetulan itu adalah rumah sakit milik keluarga Wicaksana.
Jeder
Seperti tersambar petir di siang bolong. Tubuhnya seperti tak bertenaga. Untung saja Aska cepat menahannya agar tidak jatuh.
__ADS_1
" Ini gak mungkin kam dok? Istri ssya baik-baik saja kan? " ucap Leon masih belum bisa percaya.
" Saya mohon maaf tapi sekarang pasien harus cepat dipindahkan ke ruang ICU untuk mendapatkan penanganan khusus, karena kandungan juga lemah. Beruntung kedua janin kuat " ucap Dokter Diki.
Kemudian Dokter Diki masuk kembali ke ruang itu.
Leon semakin hancur mendengar kabar itu. Istri dan calon anak-anaknya sedang berada di ambang kematian.
" Lo harus kuat demi Yeni dan anak-anak lo. Walau gue kaget Yeni hamil tapi gue yakin mereka pasti baik-baik aja. Mereka akan jadi penguat Yeni. Jadi lo jangan lemah " ucap Aska.
Leon hanya diam. Ia masih shock mendengar keadaan Yeni dan kedua calon anaknya.
Tak lama, Dokter Diki keluar dengan beberapa perawat yang mendorong brankar Yeni. Leon tidak bisa menahan tangis saat melihat Yeni lemah tak berdaya. Kepalanya dibalut perban dan tubuhnya penuh dengan memar.
Leon dan Aska mengikuti mereka yang akan memindahkan Yeni ke ruang ICU. Leon menggenggam tangan Yeni.
" Sayang kamu harus kuat. Kamu dan anak-anak harus baik-baik aja. Kamu gak boleh tinggalin aku " ucap Leon pelan pada Yeni yang tidak sadarkan diri.
Sesampainya di ruang ICU, Dokter Diki dan perawat membawanya masuk. Leon yang ingin ikut masuk, dilarang oleh salah seorang perawat.
" Mohon maaf anda tidak diperbolehkan masuk " ucap perawat itu lalu menutup pintu.
Leon hanya terdiam melihat pintu itu tertutup.
" Kita tunggu disini. Biar Dokter dan perawat selametin Yeni. Lo lebih baik berdoa disini " ucap Aska membawa Leon untuk duduk.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05 😘
__ADS_1