
Terlihat Tya dan Siska sudah memasuki rumah. Karena urusan mereka sudah selesai jadi Leon dan Siska pamit pulang.
" Udah?" tanya Leon pada Siska dan Siska pun menganggukkan kepalanya.
" Ya udah kita pulang " ucap Leon.
" Ar sekali lagi aku minta maaf. Aku gak akan ganggu kalian. Besok juga aku bakal balik ke Jakarta" ucap Siska.
" Aku udah maafin kamu " ucap Ardi.
" Tya kita pulang dulu " pamit Leon pada Tya.
Tya pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
" Ya tuhan senyum itu " batin Leon saat melihat Tya tersenyum manis. Tanpa sadar terukir senyum tipis di bibir Leon.
" Assalamualaikum " ucap Leon.
" Walaikumsalam " jawab mereka.
Kemudian Leon dan Siska menaiki motor Leon dan pulang kembali ke runah Leon. Leon tidak ikut memasuki rumah bersama Siska. Setelah dia mengantar Siska sampai depan rumah dia melajukan motornya ke kafe tempat dimana dia memiliki janji dengan Dareen dan Risky.
Tapi ditengah jalan dia melihat Yeni yang sedang menuntun motornya. Melihat itu Leon menjadi tidak tega dan menghampirinya.
" Kenapa lagi tu cewek " ucap Leon.
Leon memberhentikan motornya di samping Yeni.
" Kenapa lagi?" tanya Leon dingin.
" Leon?" ucap Yeni saat melihat orang yang berhenti di sampingnya adalah Leon.
__ADS_1
" Bannya bocor " lanjutnya.
" Oh" ucap Leon.
" Oh doang?" ucap Yeni kesal.
" Terus?" tanya Leon dingin.
" Bantuin gue kek" ucap Yeni.
" Ngapain juga gue bantuin lo " ucap Leon ketus.
Yeni geram dibuatnya." Bisa gak sih lo sedikit aja peduli sama gue. Bisa gak? Lo tu selalu dingin sama gue " ucap Yeni.
" Kenapa gue harus peduli sama lo? Kenapa gue harus gak dingin sama lo?" ucap Leon.
" Karena gue pengen digituin sama lo. Gue suka sama lo" ucap Yeni tanpa sadar.
" Apa lo bilang suka sama gue?" ucap Leon sambil tertawa sinis.
Leon mengepalkan tangannya saat mendengar itu. Kemudian Leon pergi meninggalkan Yeni.
" Gue bakal buat lu juga suka sama gue. Gue bakal gantiin mba Tya di hati lo " teriak Yeni saat Leon menaiki motornya.
Leon melajukan motornya meninggalkan Yeni. Setelah kepergian Leon Yeni menangis. Hatinya sakit saat Leon mengabaikannya.
" Aku gak boleh lemah. Aku harus bisa buat dia suka juga sama aku " ucap Yeni sambil menghampus air matanya. Kemudian Yeni bangkit dan mendorong motornya kembali.
Sedangkan Leon dia melajukan motornya dengan kencang. Kata-kata Yeni masih terngiang di telinga Leon.
" Shit, dasar cewek aneh " umpat Leon.
__ADS_1
Akhirnya motor Leon sampai di kafe. Leon melangkahkan kakinya menuju meja Dareen dan Risky.
" Kenapa muka lo ? " tanya Risky saat Leon sudah duduk.
" Iya kusut amat " sambung Dareen.
Leon tidak menjawab, dia malah meminum minuman Dareen sampai habis.
" Et dah minuman gue itu " ucap Dareen.
" Lo pesen lagi " ucap Leon.
Leon terdiam. Kata-kata yanh diucapkan Yeni masih terngiang-ngiang di telinganya.
" Gue suka sama lo " ucap Yeni yang masih terngiang di telinga Leon.
" Kenapa bisa cewek itu suka sama gue. Kenapa juga kata-katanya terngiang terus di telinga gue " batin Leon.
Risky yang melihat Leon hanya terdiam pun merasa heran.
" Lo kenapa?" tanya Risky pada Leon.
" Gak papa " jawab Leon.
" Kalo gak papa kenapa lo diem aja " ucap Risky.
" Bukan urusan lo " ucap Leon.
" Gue balik " lanjutnya berdiri dari tempat duduknya.
" Hey lo baru aja dateng dah balik aja " teriak Dareen tapi Leon tidak menjawabnya.
__ADS_1
" Kebiasaan tu anak " ucap Dareen.
" Mungkin dia ada masalah. Biarin aja di tenangin dirinya dulu nanti kita tanya lagi " ucap Risky.