
Hari itu Leon akan pergi ke kafe miliknya untuk memeriksa keadaan kafe karena dalam seminggu Leon selalu memeriksa satu sampai dua kali. Kebetulan juga hari ini ia tidak ada jadwal kuliah.
" Saya aku ke kafe dulu ya. Kamu tunggu aku pulang ya " ucap Leon lalu mencium kening Yeni.
Ia akan selalu mencium kening Yeni saat ia pergi dan saat ia kembali.
Leon menuju parkiran setelah tadi berpamitan pada Bu Yosi yang akan menjaga Yeni selama ia pergi. Mama Rita tidak bisa ke rumah sakit hari itu karena harus menemani Papa Axcel menemui kliennya.
Leon memasuki mobilnya lalu melajukannya menuju kafe miliknya yang menjadi pusat karena ia memiliki beberapa cabang kafe di Jakarta.
" Bagaimana keadaan kafe? " tanya Leon pada Jaka di ruangannya.
Jaka adalah orang kepercayaannya untuk mengurus kafe tersebut. Jaka adalah anak jalanan yang Leon tolong tiga tahun yang lalu. Usia Jaka dua tahun di atas Leon.
" Semuanya baik. Lo tenang aja " jawab Jaka.
" Makasih ya bang udah urusin kafe. Sorry banget gue jarang ke sini sekarang. Gue harus kuliah dan jaga istri gue yang lagi koma di rumah sakit " ucap Leon pada Jaka.
Leon memang seperti itu memanggil Jaka karena Jaka sudah sepertinya kakaknya. Apalagi ia adalah anak tunggal.
" Santai Le. Lo memang harus fokus sama istri lo. Biar kafe gue yang urus " ucap Jaka.
" Iya bang " jawab Leon.
" Gue doain semoga istri lo cepet sadar " ucap Jaka menepuk pundak Leon.
__ADS_1
Leon pun menganggukkan kepalanya.
Setelah cukup lama berada di kafe dan mengecek semuanya, Leon pun kembali ke rumah sakit. Ia tidak tega jika membiarkan Bu Yosi menjaga Yeni seharian seorang diri.
" Assalamualaikum " ucap Leon memasuki ruang perawatan Yeni.
" Walaikumsalam " jawab Bu Yosi.
Leon pun mendekati Bu Yosi dan mencium tangannya.
" Ibu sebaiknya pulang sekarang dan beristirahat " ucap Leon pada Bu Yosi.
" Baiklah tapi kalo ada apa-apa langsung kabarin ibu ya " jawab Bu Yosi.
Leon pun menganggukkan kepalanya.
" Aku pulang sayang " ucap Leon.
Tiba-tiba saja Leon melihat tangan Yeni bergerak. Ia pun langsung memencet tombol di samping brankar Yeni untuk memanggil dokter.
" Sayang tangan kamu bergerak. Kamu dengar aku kan " ucap Leon pada Yeni.
Tak lama kemudian Dokter Diki datang bersama Dokter Sinta dan beberapa perawat.
" Ada apa Tuan Leon? " tanya Dokter Diki.
__ADS_1
" Tadi tangan Yeni bergerak dok " jawab Leon.
Dokter Diki pun langsung memeriksa keadaan Yeni.
" Nona Yeni masih koma tapi jika tangan Nona Yeni bergerak itu sebuah kemajuan yang bagus. Nona Yeni merespon apa yang anda katakan. Jadi sering-sering lah mengajak Nona Yeni untuk berbicara dan beri semangat agar Nona Yeni juga berjuang untuk sadar dari komanya " ucap Dokter Diki setelah selesai memeriksa keadaan Yeni.
" Baik, terima kasih dokter " ucap Leon.
Leon merasa senang mendengar itu. Ia akan terus memberikan semangat dan mengajak Yeni berbicara agar Yeni cepat sadar.
Kini giliran Dokter Sinta yang memeriksa kandungan Yeni.
" Bagaimana keadaan mereka dok? " tanya Leon pada Dokter Sinta.
" Kedua janin sehat dan berkembang dengan baik sampai saat ini. Tapi saya khawatir pada bulan-bulan berikutnya jika Nona Yeni tidak sadar juga. Kemudian janin ini tidak bisa berkembang karena tidak bisa mendapatkan asupan makanan dari ibunya. Tapi Tuan Leon juga jangan terlalu khawatir karena bisa juga janin itu bertahan walau mungkin tidak bisa seperti bayi pada umumnya yang mendapat asupan makanan dari ibunya " ucap Dokter Sinta.
Baru saja mendengar kabar baik tapi sekarang keadaan kedua calon anaknya yang mungkin akan bahaya jika Yeni tidak cepat sadar. Leon benar-benar dibuat berada di titik terendah.
Setelah itu Dokter Diki dan Dokter Sinta serta beberapa perawat pun meninggalkan ruang perawatan Yeni.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " 😊🙏
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘