
Pada pagi harinya, Leon dan Yeni sudah siap untuk pindah ke rumah baru. Mereka hanya membawa pakaian dan barang-barang yang penting saja karena perabot di rumah baru sudah lengkap. Mana Rita juga akan ikut tinggal mereka di rumah baru. Leon tidak mungkin membiarkan Mama Rita tinggal sendirian di apartemen karena Papa Axcel juga akan datang ke Jakarta ketika weekend karena harus mengurus perusahaan di Surabaya.
" Sudah siap sayang? " tanya Mama Rita pada Yeni.
" Sudah Ma " jawab Yeni.
" Ya sudah ayo kita keluar " ucap Mama Rita.
Mama Rita menggandeng tangan Yeni untuk keluar dari apartemen. Sedangkan Leon sudah turun lebih dulu untuk memasukkan barang-barang mereka ke dalam mobil.
Leon ingin menjemput Yeni untuk turun tapi ia melihat Yeni sudah berada di lobby apartemen bersama Mama Rita.
" Sudah siap? Gak ada yang ketinggalan kan? " tanya Leon pada Yeni dan Mama Rita.
" Enggak ada kok " jawab Mama Rita.
" Ayo kita berangkat sekarang " ucap Leon.
Leon menuntun Yeni untuk mendekat ke mobil. Ia akan menjaga Yeni dari hal sekecil apapun.
" Gak usah dituntun Mas. Aku masih bisa jalan sendiri " ucap Yeni pada Leon.
" Kamu jangan protes. Nanti kalo kamu jatuh gimana " jawab Leon.
Yeni pun hanya menghembuskan nafasnya panjang. Ia tidak bisa melawan apa kata Leon.
Yeni duduk di belakang bersama Mama Rita, sedangkan Leon menyetir di depan. Tadinya Leon ingin Yeni duduk di sebelahnya tapi Yeni ingin bersama Mama Rita.
Sesampainya di rumah baru, mereka pun langsung turun dan memasuki rumah itu. Disana juga sudah ada dua orang pelayan yang menyambut mereka.
__ADS_1
" Selamat datang Nyonya, Nyonya Muda dan Tuan Muda " ucap mereka berdua.
Yeni pun hanya tersenyum untuk menanggapi mereka.
" Sayang ini Bi Ijum " ucap Leon memperkenalkan satu persatu pelayan itu.
" Saya Ijum Nyonya " ucap Bi Ijum yang berumur sekitar 50 tahun.
Yeni tersenyum pada Bi Ijum.
" Nah terus yang ini kamu sudah kenal kan " ucap Leon pada Yeni.
" Iya Mas " jawab Yeni.
Yeni sudah mengenal Bi Inah karena mereka pernah bertemu saat di rumah Leon di Surabaya. Mama Rita membawa Bi Inah untuk ke Jakarta karena Mama Rita sudah sangat percaya pada Bi Inah.
" Iya Bi " jawab Yeni tersenyum.
" Semoga kalian betah ya kerja disini " ucap Yeni pada Bi Inah dan Bi Ijum.
" Iya Nyonya " jawab Bi Inah dan Bi Ijum.
Leon membawa Yeni untuk duduk di sofa di ruang tamu agar Yeni tidak lelah. Sedangkan Mama Rita pergi untuk melihat kamarnya.
" Bi tolong bantuin Mang Dudung bawa barang-barang ke kamar kita dan Mama ya " ucap Leon.
" Baik Tuan Muda " jawab Bi Inah mewakili.
Bi Inah dan Bi Ijum pun bersama Mang Dudung membawa barang-barang mereka masuk.
__ADS_1
" Semua sudah kami bawa. Apa mau sekalian saya rapikan? " tanya Bi Inah pada Leon dan Yeni.
" Enggak usah Bi, biar nanti saya rapikan sendiri " jawab Yeni.
Kemudian Bi Inah pun langsung pergi ke dapur.
" Kenapa kamu gak mau Bi Inah sekalian rapikan barang-barang kita sayang? " tanya Leon.
" Gak papa Mas, aku masih bisa beresin sendiri " jawab Yeni.
Mama Rita kembali dari kamarnya dan bergabung dengan Leon dan Yeni.
" Kalian kapan mau adain acara tujuh bulanan kehamilan Yeni? " tanya Mama Rita pada Leon dan Yeni.
" Gimana kalo weekend nanti aja. Jadi masih ada waktu buat kabarin orang tua Yeni terus Papa juga kan datang waktu weekend. Aku juga mau sekalian adain syukuran rumah ini " jawab Leon.
" Gimana sayang? " tanya Leon pada Yeni.
" Aku setuju aja Mas " jawab Yeni.
Setelah itu Leon pun membawa Yeni ke kamar mereka agar Yeni bisa beristirahat.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1