
Yeni pun pergi ke parkiran untuk mengambil motornya. Dia akan pergi ke rumah sakit karena kakaknya yang baru datang kemarin telah melahirkan.
Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit, Yeno sudah sampai di rumah sakit. Yeni menuju resepsionis untuk menanyakan dimana kamar kakaknya di rawat.
" Permisi sus, kamar atas nama Yola dimana ya ?" tanya Yeni.
" Kamar mawar no 121 " jawab resepsionis tersebut.
" Terima kasih " ucap Yeni tersenyum.
Kemudian Yeni mencari kamar tempat kakaknya di rawat. Saat menemukannya Yeni mengetuk pintunya dan mengucapkan salam.
Tok tok tok.
" Assalamualaikum " ucap Yeni setelah mengetuk pintu.
" Walaikumsalam " terdengar jawaban dari dalam.
Yeni pun membuka pintu kamar rawat tersebut. Disana ada ayah dan ibunya.
" Sayang kamu sudah datang " ucap Bu Yosi saat melihat Yeni.
" Iya bu " jawab Yeni.
Kemudian Yeni menyalami ayah dan ibunya. Dia juga langsung memeluk kakaknya yang sedang duduk di atas brankar.
" Selamat ya Kak " ucap Yeni pada Yola kakak perempuan satu-satunya.
" Makasih dek " ucap Yola.
Kemudian Yeni menghampiri Gilang suami Yola yang sedang menggendong putranya. Anak yang dilahirkan Yola adalah laki-laki.
__ADS_1
" Kak aku mau gendong " ucap Yeni pada Gilang.
" Tapi hati-hati ya " ucap Gilang menyerahkan putranya pada Yeni.
" Iya kak " jawab Yeni senang.
Yeni pun menggendong ponakan pertamanya dengan sangat hati-hati.
" Aduh gantengnya ponakan tante " ucap Yeni sambil mencium ponakannya.
" Kak namanya siapa?" tanya Yeni pada kakaknya.
" Bagas Prasetya " jawab Gilang.
" Halo Bagas " ucap Yeni kembali mencium ponakannya.
Tiba-tiba Baby Bagas menangis dan Yeni langsung memberikannya pada kakaknya. Kemudian dia duduk di sofa bersama ayah dan ibunya.
" Kamu sudah sholat ashar ?" tanya Ayah Yendi.
" Lebih baik sekarang kamu sholat dulu di mushola rumah sakit " ucap Ayah Yendi pada putrinya.
" Iya yah " jawab Yeni berdiri dari duduknya.
" Kamu belum makan juga kan, habis sholat langsung ke kantin aja beli makanan " ucap Bu Yosi.
" Iya bu " jawab Yeni.
" Yeni keluar dulu. Assalamualaikum " pamit Yeni.
" Walaikumsalam " jawab mereka.
__ADS_1
Yeni pun melangkahkan kakinya menuju mushola rumah sakit. Yeni mengambil air wudhu kemudian melaksanakan sholat Ashar.
Setelah selesai melaksanakan sholat Ashar Yeni melangkahkan kakinya menuju kantin. Tapi saat sedang berjalan ada seseorang yang menyenggol bahunya. Seseorang tersebut adalah Leon yang sedang mengantarkan Mama Rita untuk cek up.
" Lo lagi?" ucap Yeni kesal karena yang menyenggolnya adalah Leon.
Leon tidak menjawab hanya diam menunjukkan wajah dinginnya.
" Kalo ketemu lo pasti gue selalu sial " lanjut Yeni.
" Bukannya gue ya yang sial tiap ketemu cewek modelan kaya lo " ucap Leon sinis.
" Apa maksud lo cewek modelan kaya gue?" tanya Yeni tidak terima.
" Pikir sendiri " jawab Leon dingin kemudian langsung pergi meninggalkan Yeni.
" Dasar cowok kulkas dingin banget. Nyebelin lagi " teriak Yeni tapi Leon tidak menghiraukannya.
Yeni kemudian melangkahkan kakinya menuju kantin rumah sakit karena memang dirinya sudah merasa sangat lapar.
Sedangkan Leon pergi untuk menemui Mama Rita yang sudah menunggunya di lobi rumah sakit karena dirinya tadi pergi ke toilet.
" Kenapa harus ketemu cewek itu terus " gumam Leon.
Leon menghampiri Mama Rita yang terlihat berdiri di dekat lobi.
" Mama " panggil Leon.
" Sudah sayang?" tanya Mama Rita.
" Sudah ma " jawab Leon.
__ADS_1
" Ayo kita pulang " lanjut Leon.
Kemudian mereka menuju mobil yang berada di parkiran dan melajukannya kembali ke rumah.