
Leon sampai di rumah masih dengan keadaan kesal. Dia langsung naik ke lantai atas menuju kamar. Setelah sampai kamar Leon melemparkan tasnya ke sembarang arah. Kemudian membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
" Perasaan seperti apa ini?" guman Leon saat mengingat Tya.
Tanpa Leon sadari dia sudah jatuh cinta pada Tya. Gadis yang pertama kali membuatnya seperti itu. Tapi gengsi Leon lebih menguasai.
Leon bangun kemudiam menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Hari berganti malam, kini Leon sedang makan malam bersama Mama dan Papanya. Mereka makan dengan tenang, hanya terdengar suara piring dan sendok saling beradu.
Setelah selesai makan Leon langsung berdiri dari tempat duduknya.
" Leon kamu mau kemana?" tanya Papa Axcel saat melihat anaknya hendak pergi.
" Ke kamar pa mau istirahat. Leon capek " jawab Leon pada Papa Axcel.
" Selamat malam ma pa " lanjut Leon.
" Selamat malam sayang" jawab Mama Rita sedangkan Papa Axcel hanya menganggukan kepalanya.
Kemudian Leon pun langsung menaiki tangga menuju kamarnya.
Keeseokan paginya, setelah selesai sarapan Leon langsung berangkat ke sekolah.
" Leon berangkat dulu " ucap Leon lalu mencium pipi Mama Rita.
__ADS_1
" Iya sayang " jawab Mama Rita.
Leon melajukan motornya menuju sekolah seperti biasanya. Terlihat sekolah sudah mulai ramai. Leon juga melihat motor Risky dan Dareen sudah terparkir dan pasti mereka berdua sudah datang.
Leon pun melangkahkan kakinya menuju kelas. Tapi saat dia memasuki kelas terlihat Ardi memberi coklat pada Tya dan Tya pun menerimanya. Dia merasa marah melihat kedekatan Ardi dan Tya.
" Kenapa aku jadi kesal begini?" batin Leon melihat itu.
Kemudian Leon pun berjalan melewati mereka berdua, sebentar ia menatap Tya. Tatapan itu tajam dan membuat Tya merasa bingung tapi dia tidak terlalu menghiraukannya.
Jam pelajaran pun segera dimulai. Pagi ini adalah mata pelajaran seni budaya. Mereka ditugaskan membuat kerajinan dari limbah dan dibuat beberapa kelompok.
" Baiklah anak-anak, ibu akan membagi kelompoknya" ucap Bu Dewi. Kelompok satu Dareen, Nisa, dan Ilham. Kelompok dua Aska, Lisa dan Risky. Kelompok tiga Ardi, Tya, dan Leon. Kelompok empat Reno, Sasa, Yeni, dan Ahsan" lanjut Bu Dewi.
" Kenapa harus satu kelompok sama mereka. Membuatku tambah kesal saja " batin Leon kesal.
" Baik bu" sahut semua murid.
Setelah itu lonceng istirahat berbunyi. " Ibu permisi, selamat pagi" pamit Bu Dewi.
" Siang bu" jawab semua murid.
Setelah Bu Dewi meninggalkan kelas, Terlihat Ardi pun mendekati Tya. Leon terus memperhatikan mereka.
" Tya bagaimana tugas kita? Kapan kita kerjakan" ucap Ardi sangat bersemangat.
__ADS_1
" Kita bicarakan dulu sama Leon, dia kan juga kelompok kita" ucap Tya dan Ardi hanya mengangguk.
" Lo mau ikut kantin gak ayok " ucap Risky.
Leon pun bangun dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya hendak keluar kelas.
Ketika Leon melewati Tya hendak keluar kelas, Tya meraih tangan Leon dan Leon berhenti.
Deg deg deg.
Jantung Leon berdetak sangat cepat saat tangannya diraih oleh Tya. Perasaanya tak karuan tapi dia mencoba menutupi dengan sikap dinginnya.
" Leon " panggil Tya.
" Ada apa?" tanya Leon dingin.
" Tentang tugas kelompok gimana menurutmu? Kapan dan dimana mengerjakannya?" tanya Tya.
" Terserah" jawab Leon.
" Kalo hari minggu, dirumah ku gimana?Aku akan meminta izin ibuku, bagaimana?" ucap Tya
" Aku setuju" ucap Ardi.
" Bagaimana Leon?" tanya Tya.
__ADS_1
" Hmm" jawab Leon lalu meninggalkan kelas diikuti oleh Dareen dan Risky.