
Keesokkan harinya, acara untuk pemberian nama dan aqiqah Baby Twins sudah siap seratus persen. Hanya tinggal menunggu para tamu berdatangan. Acara itu akan dimulai pada jam satu siang setelah sholat Dzuhur. Leon dan Eymi sudah siap dengan pakaian yang senada dengan Baby Twins.
" Aduh anak-anak Daddy cantik dan ganteng banget sih " ucap Leon menciumi wajah Baby Twins bergantian.
" Anak-anak doang yang cantik dan ganteng nih " ucap Yeni.
Leon tersenyum dan mendekati Yeni yang duduk di kursi meja rias.
" Mommy nya anak-anak juga cantik banget " ucap Leon mencium kening Yeni.
" Daddy juga ganteng " balas Yeni memeluk Leon.
Leon pun tersenyum lalu membalas pelukan Yeni.
Setelah itu, Leon pergi keluar terlebih dahulu untuk menyambut tamu yang sudah mulai berdatangan. Sedangkan Yeni tetap berada di kamar bersama Baby Twins.
Tak lama kemudian, Bu Yosi datang menghampiri Yeni di kamarnya.
" Sayang, keluar yuk. Teman-teman kamu sudah datang " ucap Bu Yosi pada Yeni.
" Iya Bu " jawab Yeni.
Yeni pun keluar dengan menggendong Baby Boy, sedangkan Baby Girl digendong oleh Bu Yosi. Terlihat di sana sudah ada Ardi dan Tya serta teman-temannya yang lain.
" Wah, liat Adit. Itu Baby Twins sudah datang " ucap Tya saat melihat kedatangan Yeni dan Baby Twins.
" Halo Aunty dan Uncle. Halo Kak Adit " sapa Yeni menirukan suara anak kecil.
" Halo Baby Twins " jawab mereka.
" Sini Bi, biar Baby Girl sama aku " ucap Siska mengambil Baby Twins dari gendongan Bu Yosi.
" Ya sudah kalau gitu Bibi tinggal dulu " ucap Bu Yosi.
" Iya Bi " jawab mereka.
Yeni pun duduk bersama dengan teman-teman di ruangan yang akan diadakannya acara untuk Baby Twins.
" Lucu banget sih anak-anak lo Yeni " ucap Risky.
" Iya Yen. Gak sia-sia pengorbanan gue kalo mereka selucu ini " tambah Dareen.
Yeni pun tersenyum bahagia mendengar ucapan teman-temannya.
" Yeni, jodohin Baby Girl sama gue ya. Setidaknya gak dapet ibunya, dapet anaknya lah " ucap Aska.
" Gak bisa. Gue gak mau punya menantu kayak lo " ucap Leon yang baru datang bersama Ardi.
" Masa anak gue nikah sama Om Om " lanjut Leon.
" Gak papa kali. Siska aja nikah sama Om Om " jawab Aska.
" Walaupun Om Om, suami gue tu ganteng ya " ucap Siska membanggakan suaminya.
" Terus menurut lo gue gak ganteng gitu? " tanya Aska.
" Gak " jawab mereka semua bersama lalu tertawa.
Sedangkan Aska memasang wajah cemberut karena teman-temannya itu begitu kompak mengejek dirinya.
Setelah dirasa semuanya tamu sudah datang, acara pemberian nama pun dimulai. Papa Axcel memberikan sepatah dua patah kata ucapan syukur atas kelahiran cucu kembarnya dengan selamat. Kemudian pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan dilanjutkan pemotongan rambut Baby Twins.
" Bismillahirahmanirahim anak kembar kami ini kami beri nama Adelio Artha Richard dan Adelia Martha Richard " ucap Leon mengumumkan nama Baby Twins.
Leon dan Yeni memilih nama itu dengan harapan kedua anaknya itu akan menjadi seseorang yang mulia karena Adelia berarti Pangeran yang mulia dan Adelia artinya mulia.
Kemudian setelah itu acara dilanjutkan dengan tausiyah yang di isi oleh ustadz yang di undang oleh Leon dan Yeni. Lalu yang terakhir mereka akan makan bersama dan memberikan santunan kepada anak yatim yang Leon undang dari sebuah panti asuhan.
Saat ba'da ashar, acara sudah selesai dan para tamu juga sudah pulang. Teman-teman Leon dan Yeni juga sudah mulai berpamitan. Baby Twins sudah berada di kamar bersama dengan Yola yang menjaganya.
" Dek, kita pulang dulu ya " ucap Tya pada Yeni.
" Iya Mbak. Makasih ya sudah datang " jawab Yeni.
Tya pun menganggukan kepalanya.
__ADS_1
" Kita juga pamit pulang Yen " ucap Siska.
" Iya Sis " jawab Yeni.
" Nadia pamit dulu sama Om Leon dan Tante Yeni " ucap Siska pada Nadia.
" Nadia pulang dulu Om, Tante " ucap Nadia mencium tangan Leon dan Yeni.
" Iya sayang " jawab Yeni.
Setelah itu Ardi dan Tya pulang, begitu juga dengan Reno dan Siska. Mereka semua meninggalkan rumah Leon dan Yeni.
***
Hai readers, aku mau kenalin karya aku nih. Ini cerita tentang Siska, sepupu Leon.
Jangan lupa mampir ya 😊
Judul: Menikahi Ayah Nadia
Pengenalan
Fransiska Richard atau yang sering dipanggil Siska. Ia blasteran Inggris dan Indonesia dari Kakek dan Neneknya. Nama Fransiska Richard seperti nama Kristiani tapi sebenarnya ia beragama Islam karena Kakeknya menjadi mualaf dan memeluk Islam saat menikah dengan Neneknya yang merupakan orang Indonesia.
Siska adalah anak tunggal dari pasangan Smith De Richard dan Amelia Richard. Siska memiliki sifat yang baik tapi tidak mudah bergaul sehingga ia tidak memiliki banyak teman.
Siska sekarang berusia 19 tahun dan ia sedang berkuliah di salah satu universitas di Jakarta. Ia mengambil program studi kedokteran pada tahun pertama tapi ia merasa tidak mampu untuk menampung materi dan praktek karena ia tidak termasuk murid yang pintar.
Siska memiliki kekasih yang bernama Frans Alexandros. Tetapi hubungan mereka sedang tidak baik-baik saja sejak beberapa bulan terakhir. Frans yang jarang ada waktu dan sangat jarang menghubungi ataupun menemuinya.
Di pagi hari yang cerah, Siska akan pergi ke kampus. Ia pergi ke kampus dengan menggunakan mobil setiap harinya.
Siska turun dari kamarnya yang sangat luas itu. Ia akan langsung pergi ke kampus karena mata kuliah akan dimulai setengah jam lagi.
" Daddy, Mommy, Siska berangkat ke kampus dulu " ucap Siska sambil meminum susu yang berada di meja makan.
" Gak sempet Mom. Bentar lagi kelas aku dimulai " jawab Siska setelah menghabiskan satu gelas susu.
" Aku berangkat. Bye Daddy, Mommy " ucap Siska.
Siska pun berlari keluar dari rumah dan menuju garasi. Ia memasuki mobil kesayangannya yang diberikan oleh ayahnya saat ia berusia tujuh belas tahun.
Siska mengemudikan mobil meninggalkan rumah dan menuju kampus. Siska melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena ia tidak ingin terlambat. Untung saja ia sudah sangat mahir menyetir sehingga cukup aman dan terhindar dari kecelakaan.
Sesampainya di parkiran, Siska langsung keluar dari mobil. Siska berlari menuju kelasnya karena lima menit lagi kelasnya akan dimulai. Siska sangat beruntung karena ia sampai di kelas sebelum dosen masuk.
" Untung aja gak telat " ucap Siska dengan napas tersengal-sengal karena berlari dari parkiran ke kelas.
Siska menuju sebuah bangku di pojok kelas. Ia memang jarang memiliki teman. Teman satu-satunya sekarang sedang koma di rumah sakit karena kecelakaan. Temannya itu juga adalah istri dari sepupunya.
" Selamat pagi " ucap seorang dosen memasuki kelas.
" Pagi Pak " jawab para mahasiswa.
Setelah itu kelas pun langsung dimulai.
Satu jam kemudian, kelas yang diikuti Siska hari itu pun selesai. Siska keluar dari kelas dan menuju kantin. Ia melihat kekasihnya keluar juga dari kantin. Siska pun langsung menghampiri kekasihnya.
" Frans " panggil Siska.
Frans pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Siska.
" Kenapa? " tanya Frans.
" Kita hari ini jalan yuk. Sudah lama kita gak jalan " ajak Siska sambil tersenyum.
Siska sudah sangat merindukan kekasihnya itu.
" Sorry Sis, aku sudah ada janji sama temen " tolak Frans.
Senyum di bibir Siska pun seketika hilang.
__ADS_1
" Kamu tu kenapa sih setiap aku ajak jalan pasti ada aja alasannya. Sekarang juga kamu gak pernah hubungi aku lagi. Setiap aku telepon juga gak pernah kamu jawab " ucap Siska pada Frans.
" Sudahlah Sis, aku males ribut sama kamu. Aku buru-buru, sudah ditunggu temen aku " ucap Frans meninggalkan Siska.
Siska sangat kesal dengan sikap Frans yang berubah padanya.
" Kenapa sih dia? " ucap Siska.
Sementara itu di tempat lain, seorang laki-laki dewasa sedang menemani anak perempuan yang sedang menjalani kemoterapi di rumah sakit.
Reno Wijayanto, seorang duda beranak satu. Di usianya yang baru menginjak 32 tahun ia harus menjadi seorang ayah sekaligus ibu untuk anak perempuan satu-satunya yang sedang mengidap penyakit kanker stadium empat sejak tiga tahun yang lalu. Istrinya sudah meninggal saat melahirkan putri mereka.
Reno memiliki sifat yang baik dan sangat ramah. Ia juga sangat murah senyum sehingga banyak sekali gadis yang menyukainya sejak ia masih remaja.
Reno adalah seorang pengusaha muda yang sukses. Usahanya yang ia rintis dari nol saat ini sudah berkembang dengan pesat. Reno adalah yatim piatu karena kedua orang tuanya meninggal saat ia masih SMA karena tertabrak mobil saat sedang berjualan.
Reno mempunyai seorang adik perempuan yang masih duduk di bangku SMA. Ia merupakan satu-satunya keluar yang ia miliki setelah Nadia. Nama adik Reno adalah Arisa Wijayanto.
Sejak kepergian istrinya, Reno tidak pernah berpikir untuk menikah lagi karena ia sangat mencintai istrinya.
Istrinya bernama Anisa Fathanah, seorang gadis Sholihah yang merupakan anak dari seorang guru agama di sekolahnya dulu. Mereka juga merupakan teman satu kampus.
" Ayah " panggil Nadia.
Nadia Mustika Wijayanto adalah putri semata wayangnya. Nadia sekarang berusia 10 tahun. Nadia sedang mengidap kanker stadium empat sejak usianya 7 tahun.
" Kenapa sayang? " tanya Reno pada Nadia.
" Aku mau muntah " jawab Nadia.
Reno segera mengambil wadah yang sudah disiapkannya. Reno membantu Nadia untuk memuntahkan semua yang dikeluarkannya. Memang itu adalah efek dari setiap kemoterapi yang dijalani Nadia. Bahkan sekarang rambut Nadia sudah habis tak tersisa.
" Sudah? " tanya Reno pada Nadia.
Nadia pun menganggukkan kepalanya.
Reno membantu Nadia untuk merebahkan tubuhnya kembali di ranjang rumah sakit.
" Sekarang kamu istirahat biar besok kamu gak lemes lagi " ucap Reno lalu menyelimuti tubuh Nadia.
" Tapi besok Ayah anterin aku ketemu Kak Leon dan Kak Yeni ya " ucap Nadia.
" Iya sayang " jawab Reno.
Beberapa minggu yang lalu Nadia bertemu dengan seorang pemuda yang istrinya juga sedang dirawat di rumah sakit yang sama dengan Nadia.
Sejak saat itu Nadia sering menemui mereka dan juga kesehatan Nadia semakin membaik karena emosi Nadia yang stabil karena ia selalu merasa bahagia. Memang selama ini Nadia tidak memiliki teman karena kondisinya yang sangat lemah jadi setelah bertemu mereka Nadia merasa memiliki teman dan selalu merasa senang.
Reno menemani Nadia hingga ia benar-benar tidur.
Setelah Nadia tidur, Reno keluar dari ruang perawatan Nadia karena ia belum makan malam. Reno berencana ingin mencari makan malam di luar.
" Saya akan pergi sebentar. Tolong jaga Nadia " ucap Reno pada perawat yang ia sewa untuk menjaga Nadia saat ia pergi bekerja.
" Baik Tuan " jawab perawat itu yang bernama Sarah.
Sarah adalah janda tanpa anak yang masih berusia 29 tahun. Ia sebenarnya tertarik dengan Reno sejak awal ia bekerja pada Reno.
" Kamu sudah makan malam? " tanya Reno pada Sarah.
" Sudah Tuan " jawab Sarah.
" Ya sudah saya pergi dulu. Assalamualaikum " ucap Reno.
" Walaikumsalam " jawab Sarah.
Setelah itu, Reno pergi meninggalkan rumah sakit untuk mencari makan malam. Sedangkan Sarah masuk ka dalam ruang perawatan Nadia.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1