Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
177. Setelah Tiga Bulan


__ADS_3

Hari sudah berganti dengan malam. Leon dan Yeni sudah berada di kamar mereka yang sudah lama tidak mereka tempati. Leon terus saja memeluk Yeni tanpa mau melepaskannya. Yeni merasa tidak nyaman dengan itu apalagi dengan keadaan perutnya yang besar membuatnya merasakan gerah.


" Mas peluknya sudahan ah. Aku gerah nih " ucap Yeni berusaha melepaskan tangan Leon yang membelit tubuhnya.


" Kan bisa diturunin suhunya sayang biar dingin. Aku masih peluk kamu " jawab Leon.


" Kamu tu kenapa sih peluk aku terus dari tadi Mas? " tanya Yeni pada Leon yang masih belum mau melepaskan pelukannya.


" Aku tu kangen banget sama kamu sayang " jawab Leon sambil menciumi tengkuk leher Yeni.


" Kamu pengen itu ya Mas? " tanya Yeni saat merasa napas Leon memburu seperti sedang menahan hasratnya.


Leon pun langsung mengerti yang dimaksud oleh Yeni. " Iya sayang. Tapi kamu baru pulang dari rumah sakit " jawab Leon.


Yeni merasa kasihan pada Leon yang sedang berusaha menahan hasratnya. Apalagi selama ia koma, Leon tidak bisa menyentuhnya.


" Kalo kamu pengen, ayo Mas " ucap Yeni pada Leon.


" Enggak ah sayang. Kamu masih sakit " jawab Leon yang memikirkan kondisi Yeni.


" Aku sudah gak sakit Mas. Kan tinggal kaki aku aja yang harus lebih sering latihan jalan " ucap Yeni.

__ADS_1


" Kamu yakin sayang? " tanya Leon meyakinkan Yeni.


" Iya Mas. Tapi kamu pelan-pelan ya kan sekarang ada mereka " jawab Yeni tersenyum sambil mengusap perutnya yang besar.


Leon pun tersenyum mendengar itu. Ia memang sangat ingin menyentuh Yeni apalagi setelah tiga bulan ini ia tidak menyentuhnya.


" Aku juga sudah kangen sama sentuhan kamu " bisik Yeni di telinga Leon.


Mendengar itu, Leon pun bertambah semangat. Ia mencium bibir Yeni dengan lembut dan Yeni pun membalasnya. Yeni segera mengalungkan tangannya pada leher Leon. Mereka begitu menikmati ciuman mereka yang telah lama tidak mereka rasakan.


Leon melepaskan ciuman mereka saat mereka sama-sama sudah hampir kehabisan napas. Leon membawa Yeni untuk merebahkan tubuhnya dan mencari posisinya yang nyaman untuk Yeni.


" Aku mulai sekarang ya sayang " ucap Leon mengecup kening Yeni yang sudah penuh keringat.


" Iya Mas " jawab Yeni yang sudah basah di bawah.


Leon pun memasukkan miliknya dengan pelan ke dalam milik Yeni yang kembali sempit seperti saat pertama kali ia melakukannya dengan Yeni. Ia diam sebentar agar milik Yeni terbiasa dengan miliknya. Setelah itu Leon pun bergerak maju mundur dengan pelan agar tidak menyakiti dan menekan perut Yeni.


Di bawah sana Yeni terus mengeluarkan suara desahannya menikmati setiap sentuhan yang Leon berikan.


" Kalo mau merasa kurang nyaman bilang ya sayang " ucap Leon yang masih terus bergerak di atas tubuh Yeni.

__ADS_1


" Iya Mas " jawab Yeni dengan napas tersengal-sengal.


Hingga beberapa saat kemudian Leon mengentikan pertempuran panas mereka setelah ia mendapatkan pelepasannya. Leon sebenarnya masih ingin melakukannya lagi tapi ia tidak ingin membuat Yeni kelelahan.


Leon merebahkan tubuhnya di sebelah Yeni lalu ia mengecup puncak kepala Yeni. Yeni memeluk Leon dan menyerukkan kepada di dada Leon.


" Mau mandi sekarang atau besok pagi? " tanya Leon pada Yeni.


" Besok pagi aja Mas " jawab Yeni.


" Ya sudah, sekarang kita tidur " ucap Leon mengecup puncak kepala Yeni lagi.


Mereka berdua pun langsung tidur setelah menuntaskan hasratnya setelah tiga bulan lamanya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2