
Beberapa hari kemudian, Leon dan Yeni dibuat pusing oleh Baby Twins yang sedang rewel. Adelia sedang sakit dan tubuhnya terasa hangat dan seperti Adelio juga bisa merasakan apa yang Adelia rasakan. Sehingga sekarang Leon dan Yeni kerepotan dengan Baby Twins yang menangis secara bersamaan.
" Bi, tolong hangatkan ASI buat Lio " ucap Leon pada Bi Inah.
" Baik Tuan Muda " jawab Bu Inah.
Bi Inah pun segera pergi ke dapur untuk menghangatkan ASI untuk Adelio yang sedang menangis digendong Leon. Sedangkan Yeni sedang menenangkan Adelia di kamar mereka. Baby Twins hanya mau digendong oleh Leon dan Yeni. Saat mereka digendong Bi Inah atau pun Bi Ijum mereka akan menangis sangat kencang.
" Cup cup jagoan Daddy. Jangan nangis lagi ya, kasihan Mommy. Mommy kan sedang mengurus Lia yang lagi sakit " ucap Leon pada Adelio.
Adelio yang seperti mengerti pun langsung meredakan tangisannya.
" Tuan Muda, ini ASI nya " ucap Bi Inah memberikan botol susu yang berisi ASI pada Leon.
Leon pun menerimanya dan langsung memberikannya pada Adelio. Adelio meminum ASI itu dengan sangat lahap, mungkin saja ia lapar karena terlalu banyak menangis. Adelio juga belum menyusu pada Yeni karena Adelia tidak bisa lepas dari Yeni saat ini.
Perlahan-lahan Adelio mulai memejamkan matanya dan tertidur. Leon bisa bernapas lega melihat itu. Ia bisa menggantikan Yeni untuk menjaga Adelia sehingga Yeni bisa beristirahat. Leon kasihan melihat istrinya itu yang tidak tidur dari semalam.
" Jagoan Daddy pinter ya " ucap Leon tersenyum saat melepaskan botol susu dari mulut Adelio.
__ADS_1
" Sekarang jagoan Daddy bobo yang nyenyak ya. Daddy mau gantiin Mommy jagain Lia. Kasian Mommy pasti capek banget dari tadi malam gendong Lia terus " lanjut Leon pada Adelio yang sudah terlelap.
Leon membawa Adelio masuk ke dalam kamar Baby Twins dan meletakkan Adelio ke box bayinya dengan sangat hati-hati agar Adelio tidak terbangun. Susah payah Leon menidurkannya dan Leon tidak ada membiarkan ia bangun secepatnya. Lagipula Adelio juga butuh istirahat karena dari tadi terus saja menangis.
" Bi tolong jaga Lio dulu ya. Aku mau liat Yeni sama Lia " ucap Leon pada Bi Inah.
" Baik Tuan Muda " jawab Bu Inah.
Leon meminta Bi Inah untuk menjaga Adelio sementara ia akan menghampiri Yeni dan Adelia. Tapi sebelum itu, Leon pergi ke dapur untuk mengambil makanan untuk dirinya dan juga Yeni. Ia teringat jika belum makan siang dan istrinya itu pasti tidak akan ingat untuk makan siang di saat keadaan sedang seperti ini.
" Bi Ijum, tolong siapkan makan siang untuk saya dan istri saya. Kami akan makan di kamar " ucap Leon pada Bi Ijum di dapur.
" Baik Tuan Muda " jawab Bi Ijum.
" Makasih Bi " ucap Leon.
Setelah itu Leon pun segera pergi ke kamarnya dan Yeni. Leon melihat Yeni sedang menyusui Adelia yang sepertinya sudah sedikit tenang walaupun sisa-sisa air mata masih ada di wajah kecilnya.
" Lia sudah tenang sayang? " tanya Leon setelah duduk di tepi tempat tidur.
__ADS_1
" Iya Mas, Lia baru berhenti nangis " jawab Yeni.
" Lio mana? " tanya Yeni yang khawatir karena putranya itu juga rewel.
" Lio baru aja tidur. Aku sudah minta Bi Inah buat jaga Lio " jawab Leon.
" Sekarang kamu makan dulu ya. Biar aku suapin " ucap Leon dan Yeni pun menganggukkan kepalanya.
Yeni memang sudah merasa sangat lapar tapi karena Lia terus saja menangis membuat Yeni tidak tega meninggalkannya untuk sekedar makan siang.
" Kalau satu jam lagi suhu badan Lia terus naik, kita ke rumah sakit ya sayang " ucap Leon setelah mereka selesai makan siang.
" Iya Mas, aku juga takut terjadi apa-apa sama Lia " jawab Yeni.
Setelah itu, Leon mengambil alih Lia untuk ia pangku, karena Lia akan terbangun saat diletakkan di atas tempat tidur. Leon juga menyuruh Yeni untuk beristirahat selagi Adelia tertidur.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
__ADS_1
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘