Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
12. Tabrak


__ADS_3

Keesokan paginya, Leon sudah berangkat sekolah pagi-pagi sekali. Diparkiran dia melihat Yeni yang juga baru datang. Leon melangkahkan kakinya menuju kantin menyusul kedua temannya. Sedangkan Yeni langsung menuju kelasnya.


Di kelas belum ada satu orang pun. Yeni duduk di tempat duduknya. Tak lama Tya datang dengan diantar Bibi Sari.


" Gimana tugasnya sudah selesai?" tanya Tya.


" Sudah dong" jawab Lisa.


" Iyaa, kalo belum bisa abis dihukum Bu Dewi" ucap Yeni.


Tak lama kemudian, Nisa dan Sasa pun datang bersama Aska dan gengnya.


" Pagi Yeni" ucap Aska ternsenyum pada Yeni.


" Pagi" jawab Yeni.


" Jadi Yeni aja nih yang di sapa" goda Tya.


" Apaan si mba" ucap Yeni dia sedikit salah tingkah.


Tya hanya tertawa dia senang menggoda Yeni, saat mereka asik-asik mengobrol Ardi datang. Ardi terus melihat Tya tanpa berkedip.


Reno yang melihat Ardi sedang fokus memandang Tya langsung memanggilnya.


" Woy Ardi, gitu banget ngeliatin Tyanya terpesona ya lo" ucap Reno sambil tertawa.


Ardi pun tersadar dan menghampiri mereka. " Abisnya cantiknya bertambah kalo lagi ketawa gitu" jawab Ardi santai sambil tersenyum.

__ADS_1


" Apaan sih kamu Ar" ucap Tya menjadi gugup.


" Bener loh, aku gak bohong" jawab Ardi


Semuanya pun tertawa melihat mereka.


" Cie cie" goda yang lainnya.


Jam pelajaran pun dimulai. Mereka semua maju dan menunjukkan hasil karya mereka. Ardi, Tya dan Leon mendapatkan nilai terbaik.


Jam istirahat semua siswa pergi ke kantin begitu juga dengan Leon dan kedua temannya.


" Nanti malam nongkrong yuk" ajak Risky pada Leon dan Dareen.


" Gue sih ayok aja. Lagian suntuk juga gue di rumah terus " jawab Dareen.


" Liat aja nanti " jawab Leon lalu berdiri dari duduknya.


" Lo mau kemana?" tanya Dareen saat melihat Leon beranjak pergi.


" Kelas " jawab Leon singkat.


Leon yang baru kembali dari kantin pun melihat Tya yang senyum-senyum sendiri.


" Kamu kenapa? Udah gila ya senyum-senyum sendiri" ucap Leon.


Tya yang tadinya tidak sadar Leon berada di dekatnya pun menoleh ke arah Leon. " Sembarangan kalo ngomong" jawab Tya tidak terima dibilang gila oleh Leon.

__ADS_1


" Terus kenapa senyum-senyum sendiri gitu?" tanya Leon penasaran.


" Kepo deh" jawab Tya.


" Dasar ya" ucap Leon.


Kemudian Leon pun beranjak pergi ke tempat duduknya.


" Kenapa sih tu anak senyum-senyum gitu " gumam Leon heran.


Saat lonceng pertanda Leon langsung keluar dari kelasnya. Saat sedang berjalan tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya dari belakang yang tak lain adalah Yeni. Tapi malah Yeni yang tidak seimbang dan akan terjatuh. Leon spontan menarik pinggang Yeni agar tidak terjatuh.


Manik mata mereka saling bertemu dan terdiam sesaat. Saat tersadar Leon langsung melepaskan pelukannya pada pinggang Yeni.


" Sengaja ya lo biar bisa cari kesempatan dipeluk gue " ucap Leon ketus pada Yeni.


" Ih jangan geer ya. Lo kali yang peluk-peluk gue " jawab Yeni tidak terima.


" Cih, gue cuma niat nolongin lo supaya lo gak jatuh. Lo sengaja kan nabrak gue tadi " ucap Leon sinis.


" Gue gak sengaja ngerti gak " ucap Yeni kesal.


" Alasan " jawab Leon.


Kemudian Leon pergi meninggalkan Yeni di tempat itu. Dia malah berlama-lama dengan perempuan yang menurutnya sangat menyebalkan itu.


Sementara Yeni sudah mengempalkan kedua tangannya karena sangat kesal pada Leon.

__ADS_1


__ADS_2