Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
171. Tiga Bulan


__ADS_3

Hari dan bulan terus berlalu. Tak terasa sudah tiga bulan Yeni terbaring koma dan selama tiga bulan itu juga Leon dengan setia terus menemani Yeni.


" Sayang kamu masih belum mau bangun? Ini sudah tiga bulan sayang " ucap Leon pada Yeni.


Yani terlihat begitu kurus sekarang. Untung saja kandungannya bisa bertahan hingga sekarang sudah berusia lima bulan. Perut Yeni juga sudah terlihat besar karena mengandung bayi kembar.


Ardi dan Tya serta teman-teman mereka juga masih sering menjenguk Yeni. Nadia juga hampir setiap hari menjenguk Yeni. Tapi sudah sekitar satu Minggu ini Nadia tidak datang karena ia sudah pulang ke rumahnya. Nadia juga sudah dinyatakan sembuh dari kanker.


" Anak kita sudah mau lahir, masa kamu gak bangun " ucap Leon mengusap ujung matanya yang basah.


Leon mengusap perut Yeni dan merasakan tendangan dari anak-anaknya. Sudah beberapa hari yang lalu bayi-bayi itu mulai menendang.


" Kalian terus doakan Momy ya biar Momy cepat sadar " ucap Leon pada anak-anaknya yang berada dalam kandungan Yeni.


Leon merasa sangat lelah, apalagi ia hari ini ada acara di kafenya dan ia juga kuliah. Leon beranjak pergi ke sofa yang ada di ruangan tersebut dan merebahkan kepalanya. Tak lama pun akhirnya Leon tertidur.


Leon membuka matanya saat ia mendengar suara yang sangat ramai. Leon melihat para dokter dan perawat yang sedang mengelilingi Yeni. Leon pun langsung berdiri dari posisi tidur. Ia mendekati Dokter Diki.


" Dok ini ada apa? Yeni kenapa? " tanya Leon panik.


Ia sangat takut terjadi sesuatu pada Yeni.


" Detak jantung Nona Yeni telah berhenti " jawab Dokter Diki.

__ADS_1


Deg.


Kaki Leon terasa lemas dan jantung terasa berhenti. Ia masih mencerna apa yang dikatakan oleh Dokter Diki.


" Tidak. Ini tidak mungkin " teriak Leon mendekati brankar Yeni.


Tapi belum sampai ia mendekat, seorang perawat menghalanginya.


" Minggir. Aku ingin melihat istriku " ucap Leon memberontak.


" Maaf Tuan Leon tapi anda tunggu dulu dan jangan ganggu Dokter Diki yang sedang mencoba menyelamatkan pasien " ucap perawat itu.


Leon mundur dan melihat Dokter Diki yang masih menggunakan alat kejut jantung pada Yeni. Leon tidak bisa menahan air matanya lagi.


Ia melihat Dokter Diki melepaskan semua alat bantu pada tubuh Yeni dan menutupi seluruh tubuh tubuh Yeni. Leon mendekati Dokter Diki karena melihat apa yang Dokter Diki lakukan.


" Dokter kenapa dokter menutup seluruh tubuh istri saya? Dan kenapa alat bantunya juga dilepaskan? " tanya Leon.


Dokter Diki menghembuskan napasnya dengan berat. " Maafkan kami Tuan Leon, dengan sangat menyesal saya harus mengatakan bahwa Nona Yeni sudah meninggal dunia " jawab Dokter Diki dengan wajah sedih.


Jeder.


Bagaimana tersambar petir di siang hari, Leon merasakan hatinya begitu sakit. Ia belum bisa menerima jika Yeni harus meninggal dunia.

__ADS_1


" Tidak dokter. Ini tidak benar kan? " ucap Leon tidak percaya.


" Maaf Tuan Leon, tapi Nona Yeni sudah benar-benar meninggalkan beberapa menit yang lalu " jawab Dokter Diki penuh penyesalan.


" Yeni gak bakal ninggalin aku " ucap Leon mendekati brankar Yeni.


Leon membuka selimut yang menutupi wajah Yeni.


" Sayang kamu gak ninggalin aku kan? Kamu masih hidup kan? Kamu pasti bangun kan " ucap Leon.


" Sayang bangun " ucap Leon mengguncang tubuh Yeni.


" Aku bilang bangun " ucap Leon lagi menangis histeris.


Leon memeluk tubuh kaku Yeni sambil terus menangis. Ia tidak akan bisa menerima jika Yeni meninggalkannya untuk selamanya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏


Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2