
Di parkiran, Leon menunggu Yeni yang belum selesai dengan kelasnya. Leon bersandar di samping mobil sambil memainkan ponselnya.
" Mas " panggil Yeni menghampiri Leon.
Leon menoleh ke sumber suara lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.
" Kenapa lama sekali?" tanya Leon saat Yeni sudah ada di hadapannya.
" Kan kelasnya baru selesai mas ya aku baru keluar " jawab Yeni.
Leon berdiri lalu masuk ke dalam mobil tanpa membalas ucapan Yeni. Yeni yang melihat itu menjadi kesal.
" Dasar ya " gerutu Yeni.
Kemudian Yeni pun menyusul Leon memasuki mobil. Mobil itu pun berjalan meninggalkan kampus.
Setibanya di apartemen Leon dan Yeni langsung masuk dan membersihkan diri. Setelah itu mereka langsung melaksanakan sholat ashar berjamaah.
" Kamu mau makan malam apa mas ?" tanya Yeni setelah merapikan peralatan sholat yang mereka gunakan.
" Terserah " jawab Leon saat keluar dari ruang ganti.
Yeni hanya menghela napasnya panjang. Ia seharusnya tidak menanyakan itu pada suami kulkasnya itu.
Setelah itu Yeni pun keluar dari kamar. Yeni pergi ke dapur untuk memasak makan malam. Ia memutuskan untuk memasak ayam kecap dan capcai untuk makan malam.
__ADS_1
Yeni mengambil daging ayam dan beberapa sayuran dari dalam kulkas. Yeni mencuci daging ayam terlebih dahulu lalu mulai memasak ayam kecap terlebih dahulu. Tanpa ia sadari Leon memperhatikannya dengan bibir tersenyum.
" Pintar memasak juga dia " gumam Leon.
Leon terus saja memperhatikan Yeni yang sedang fokus memasak sampai tidak menyadari kehadirannya.
Sambil menunggu ayam kecapnya matang, Yeni pun mulai memotong sayuran untuk membuat capcai. Tapi saat ia sedang memotong sayuran, Yeni sambil melihati ayam kecapnya apakah sudah matang. Karena tidak fokus akhirnya tanpa sengaja jari tangan Yeni pun terkena pisau.
" Aw " pekik Yeni saat pisau itu malah mengiris tangannya bukan sayuran.
Leon yang masih memperhatikan Yeni pun langsung menghampirinya.
" Kenapa?" tanya Leon.
" Ini jariku teriris pisau " jawab Yeni sambil menahan sakit di jari tangannya.
" Duduk " ucap Leon.
Yeni pun duduk di kursi sesuai dengan perintah Leon. Leon kembali dengan membawa kotak P3K di tangannya. Leon membuka kotak itu dan mengambil obat merah dan plaster.
" Kamu itu masih ceroboh saja. Seperti ini saja masih bisa terluka " omel Leon.
" Ya aku mana tahu kalau bisa sampai terluka seperti ini " ucap Yeni sambil menyebikkan bibirnya.
Leon pun mulai mengobati luka di jari Yeni dan menutupnya dengan plaster. Yeni pun hanya memperhatikan apa yang Leon lakukan dan tersenyum. Tapi seketika ia teringat dengan masakannya.
__ADS_1
" Ya ampun masakanku nanti gosong " ucap Yeni berdiri setelah Leon mengobati lukanya.
" Hey kamu mau kemana?" tanya Leon saat Yeni berdiri.
" Itu masakanku nanti gosong kalau tidak cepat diangkat " jawab Yeni.
" Biar aku saja. Kamu duduklah " ucap Leon.
" Gak papa aku aja " cegah Yeni.
" Sudah kamu diam. Jarimu terluka bagaimana kamu bisa melakukan itu " ucap Leon.
Yeni pun akhirnya menuruti Leon dan duduk kembali. Sedangkan Leon mematikan kompor lalu mengangkat ayam kecap itu dan meletakannya di sebuah wadah.
" Sekarang katakan apa yang harus aku lakukan dengan sayuran ini " ucap Leon.
" Kamu mau apa?" tanya Yeni.
" Tentu saja memasaknya " jawab Leon.
" Biar aku saja " ucap Yeni.
" Hust turuti saja apa kataku. Sekarang katakan apa yang harus aku lakukan " ucap Leon.
Yeni pun akhirnya menyerah dan mengarahkan Yeni untuk membuat capcai itu.
__ADS_1
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Tolong follow ig saya ya @tyaningrum_05😘