
Sesampainya di rumah, Leon memberhentikan motornya di depan rumahnya. Kemudian dia meminta Yeni untuk turun dari motornya.
" Turun " ucap Leon pada Yeni.
Yeni pun turun dari motor Leon lalu melepaskan helm yang dipakainya.
" Nih helmnya " ucap Yeni memberikan helm itu pada Leon.
Leon pun menerima helm itu. Kemudian dia turun dari motornya.
" Ayo masuk " ucap Leon.
Kemudian Leon melangkahkan kakinya memasuki rumah diikuti oleh Yeni belakang. Terlihat Mama Rita sedang bersantai dan membaca majalah di ruang keluarga.
" Ma " panggil Leon.
Mama Rita pun menoleh ke suara yang memanggilnya. Mama Rita langsung berdiri dari duduknya saat melihat Leon dan Yeni.
" Kalian sudah datang " ucap Mama Rita tersenyum.
Yeni pun berjalan mendekati Mama Rita dan mencium tangannya.
" Assalamualaikum tante " ucap Yeni.
" Walaikumsalam sayang " jawab Mama Rita tersenyum.
" Ayo duduk sayang " ucap Mama Rita pada Yeni.
" Iya tante " jawab Yeni.
Yeni dan Mama Rita pun duduk di sofa yang ada di ruang keluarga tersebut. Sedangkan Leon sudah duduk terlebih dahulu tidak jauh dari mereka.
" Bi " panggil Mama Rita pada Bi Inah.
Terlihat Bi Inah datang dari dapur dan menghampiri mereka.
" Iya nyonya " ucap Bi Inah.
" Tolong buatkan minuman dan bawakan cemilan untuk Yeni ya " ucap Mama Rita.
" Gak usah repot-repot tante " ucap Yeni.
" Ini gak repot kok sayang " jawab Mama Rita.
" Bi saya juga buatkan jus jeruk ya " ucap Leon pada Bi Inah.
" Baik tuan muda " jawab Bi Inah.
Kemudian Bi Inah pun pergi ke dapur untuk membuatkan minuman untuk mereka.
" Hmm tante ada apa ya kok tante suruh Leon jemput saya kemari ?" tanya Yeni pada Mama Rita.
" Sebenarnya tidak ada apa-apa sayang. Tante hanya kesepian. Papa Leon masih ada pertemuan dengan rekan bisnis dan Leon juga terkadang pergi bersama teman-temannya. Jadi tante di rumah hanya dengan Bi Inah. Karena ini weekend kamu mau kan menemani tante? " ucap Mama Rita.
" Iya tante. Yeni mau kok menemani tante " jawab Yeni tersenyum.
" Terima kasih sayang " ucap Mama Rita memeluk Yeni.
" Sama-sama tante " jawab Yeni membalas pelukan Mama Rita.
Leon yang sedang asik memainkan game di ponselnya melihat sekilas Yeni dan Mama Rita berpelukan. Setelah itu dia melanjutkan memainkan game di ponselnya tanpa menghiraukan dua wanita berbeda generasi itu.
__ADS_1
Saat sedang asik bermain game tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dareen lah yang meneleponnya. Leon beranjak dari duduknya dan sedikit menjauh untuk menjawab telepon dari Dareen.
" Halo " ucap Leon setelah menjawab panggilan telepon itu.
" Halo. Lo dimana ?" tanya Dareen di sebrang sana.
" Rumah " jawab Leon.
" Gue sama Risky di kafe biasa. Buruan lo kesini" ucap Dareen.
" Males gue. Mama juga di rumah sendiri " jawab Leon.
" Udah ya " ucap Leon langsung memutuskan sambungan telepon itu.
Saat kembali ke ruang keluarga Leon melihat Yeni dan Mama Rita sedang tertawa bersama. Terlihat sangat akrab seperti seorang ibu dan putrinya.
Sudut bibir Leon tertarik saat melihat itu. " Mama kok bisa akrab sih sama si cewek ceroboh. Selama ini belum ada yang sebegitu akrab sama mama sampai aku seperti terlupakan " ucap Leon tersenyum.
Kemudian Leon pun kembali duduk di sofa dan meminum jus jeruk kesukaannya.
Hari beranjak siang. Terdengar suara mobil memasuki halaman rumah mereka.
" Sayang tante keluar dulu ya. Itu sepertinya papanya Leon sudah pulang " ucap Mama Rita pada Yeni.
" Iya tante " jawab Yeni.
Mama Rita pun menuju pintu masuk untuk menyambut kedatangan suaminya. Sedangkan Leon sudah berada di kamarnya sejak tadi.
Yeni melihat Bi Inah yang sedang menyusun makanan untuk makan siang. Yeni pun berniat untuk membantunya. Yeni pun menghampiri Bi Inah.
" Saya bantu ya bi " ucap Yeni pada Bi Inah.
" Gak papa bi " ucap Yeni.
Yeni mengambil alih makanan dari tangan Bi Inah kemudian Yeni pun menyusunnya di meja makan.
Terlihat Leon keluar dari kamarnya sudah rapi dengan baju kokonya hendak melaksanakan sholat dzuhur. Yeni yang melihat itu pun memanggilnya.
" Leon " panggil Yeni.
Leon pun menghentikan langkah dan melihat ke arah Yeni.
" Apa?" ucap Leon.
" Lo mau sholat dzuhur ya. Gue ikut dong " ucap Yeni pada Leon.
" Hmm " jawab Leon.
Leon pun melanjutkan langkahnya menuju mushola rumahnya dan Yeni mengikutinya dari belakang.
" Ambil air wudhu dulu disana " ucap Leon lalu meninggalkan Yeni memasuki mushola.
Yeni pun mengambil air wudhu. Setelah itu dia memasuki mushola. Ternyata disana sudah ada Papa Axcel dan Mama Rita.
Yeni memakai mukena yang ada di mushola lalu mereka melaksanakan sholat dzuhur berjamaah dengan diimami oleh Papa Axcel.
Setelah melaksanakan sholat dzuhur berjamaah mereka makan siang bersama. Yeni sudah menolak dan berniat untuk pulang tapi Mama Rita memaksanya.
Yeni pun berpamitan untuk pulang setelah selesai makan siang. Mama Rita memaksa agar Leon mengantarkan Yeni pulang.
" Saya pamit dulu om tante " ucap Yeni mencium tangan Mama Rita dan Papa Axcel.
__ADS_1
" Iya sayang. Kalian hati-hati di jalan " jawab Mama Rita.
" Iya tante. Assalamualaikum " ucap Yeni.
" Walaikumsalam " jawab Papa Axcel dan Mama Rita.
Kemudian Yeni pun memakai helm yang diberikan Leon lalu naik ke motor Leon. Leon melajukannya meninggalkan rumahnya.
" Mama sepertinya menyukai gadis itu " ucap Papa Axcel.
" Sangat menyukainya pa " ucap Mama Rita tersenyum.
" Mama sangat ingin dia menjadi istri untuk Leon " lanjutnya.
" Mereka masih muda ma. Biarkan mereka memilihnya sendiri " ucap Papa Axcel.
" Baiklah. Tapi mama sangat yakin Yeni yang akan menjadi menantu mama " jawab Mama Rita.
Kemudian Papa Axcel dan Mama Rita pun memasuki rumah.
Sedangkan Leon melajukan motornya dengan kecepatan kencang.
" Leon bisa gak jangan ngebut " ucap Yeni pada Leon.
Leon tidak menghiraukan ucapan Yeni. Dia malah dengan sengaja menambah kecepatan motornya untuk mengerjai Yeni sehingga membuat Yeni langsung memeluknya dengan erat.
" Shit kenapa jadi aku deg degan gini sih. Kan aku yang mau mengerjain dia " batin Leon yang merasakan jantung berdetak lebih cepat saat sedekat itu dengan Yeni.
" Nyaman banget rasanya meluk tubuh Leon " batin Yeni tersenyum.
Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang tidak sengaja melihat mereka. Mereka adalah Risky dan Dareen yang baru saja keluar dari kafe tempat mereka nongkrong.
" Ky itu bukannya Leon ya. Terus cewek yang meluk dia itu kan Yeni " ucap Dareen pada Risky.
" Iya itu Leon dan Yeni. Kayanya ada yang kita lewatkan nih " jawab Risky.
" Lo bener. Besok kita harus interogasi tu Leon " ucap Dareen.
Sesampainya di rumah Yeni, Leon langsung menghentikan motornya tapi Yeni tidak turun dan terus memeluknya.
" Mau sampai kapan lo meluk gue " ucap Leon.
Yeni yang tersadar pun langsung melepaskan pelukannya pada Leon.
" Maaf. Abisnya nyaman banget sih meluk lo " ucap Yeni lali turun dari motor Leon.
Tapi setelah sadar dengan ucapannya Yeni pun langsung menutup mulutnya dan wajahnya menjadi merah karena malu. Sedangkan Leon yang mendengarnya pun tersenyum tipis tanpa sepengetahuan Yeni.
" Apa yang lo bilang?" tanya Leon pura-pura tidak mendengarnya.
" Gak ada. Udah sana lo pulang. Nih helmnya" ucap Yeni menutupi rasa malunya.
" Gak lo suruh gue juga pulang " jawab Leon tak suka karena Yeni seperti mengusirnya.
" Ya sudah sana " ucap Yeni.
Leon pun melajukan motornya meninggalkan rumah Yeni.
" Aduh ni mulut pake keceplosan kan malu jadinya " ucap Yeni setelah Leon pergi.
Setelah itu Yeni pun melepaskan sepatu yang dipakainya lalu memasuki rumahnya.
__ADS_1