
Saat sore hari, Leon mengajak Yeni untuk membawa Baby Twins yang sudah berumur dua bulan jalan-jalan sore di taman yang berada di kompleks perumahan mereka. Setelah pulang dari rumah sakit baru ini kali pertama Baby Twins pergi keluar. Leon mendorong kereta bayi yang memang untuk bayi kembar. Baby Twins yang memang sudah bisa merespon pun tertawa saat melihat apa yang mereka temui di jalan.
" Cuaca hari ini bagus banget dan gak terlalu panas jadi kita bisa bawa Baby Twins jalan-jalan " ucap Yeni sambil berjalan di sebelah Leon.
" Iya sayang " jawab Leon tersenyum.
Sesampainya di taman, Leon menyuruh Yeni untuk duduk di bangku yang ada di taman itu. Sedangkan Leon menjaga Baby Twins.
" Anak-anak Daddy senang ya diajak jalan-jalan sore " ucap Leon pada Baby Twins.
Baby Twins tertawa seolah-olah mengerti apa yang dikatakan oleh sang ayah.
Yeni melihat keluarga-keluarga lain yang juga sedang berada di taman. Yeni sudah membayangkan jika Baby Twins besar maka mereka akan bermain kejar-kejaran seperti anak-anak yang sedang bermain di sana.
Tak lam kemudian, ada sebuah keluarga dengan satu anak perempuan menghampiri mereka.
" Wah anak kalian kembar ya " ucap si ibu saat melihat Baby Twins.
Yeni pun langsung berdiri dari posisi duduknya dan menghampiri keluarga itu
__ADS_1
" Iya Bu, mereka kembar " jawab Yeni tersenyum.
Sedangkan Leon hanya diam. Leon akan berubah menjadi dingin seperti es jika bukan dengan keluarga atau teman-teman dekatnya.
" Lucu ya sayang, semoga kita bisa juga punya anak kembar seperti mereka " ucap si bapak.
Yeni hanya tersenyum mendengar itu.
" Pa, Ma, adeknya lucu. Kita bawa pulang ya " ucap si anak yang gemas dengan Baby Twins.
Leon pun langsung melotot pada anak itu saat mendengar ia meminta orang tuanya membawa Baby Twins.
" Enak aja bawa-bawa anak orang. Suruh Papa sama Mama kamu bikin yang kek gini kalo bisa karena ini bibit unggul saya " ucap Leon ketus.
" Aduh, maaf ya Bapak Ibu " ucap Yeni merasa tidak enak.
" Haha gak papa. Kami juga akan membuat yang seperti itu dengan bibit unggul saya " jawab si bapak sambil tertawa.
Setelah itu, keluarga itu pun pergi karena si anak takut dengan Leon yang terus melotot kepadanya.
__ADS_1
" Mulut kamu tu Mas, kalo ngomong jangan kek gitu " ucap Yeni pada Leon.
" Anak itu juga sembarangan mau bawa-bawa anak kita ya aku gak terima lah. Kita bikinnya tu susah pake keringat dan tenaga " ucap Leon.
" Tapi kan itu anak kecil Mas, dia mana ngerti. Aku jadi merasa gak enak tau gak sama mereka " ucap Yeni kesal.
" Kenapa harus merasa gak enak sih. Biarin aja " jawab Leon tidak peduli.
Yeni pun hanya diam dengan perasaan kesal. Berbicara dengan Leon pun percuma karena pasti ada saja jawabannya. Entah mengapa Yeni merasa Leon menjadi sangat cerewet setelah memiliki anak.
" Kita pulang yuk Mas. Ini sudah sore, kasian Baby Twins " ajak Leon pada Yeni.
" Iya sayang " jawab Leon.
Mereka berdua pun kembali pulang dengan berjalan kaki dan Leon mendorong kereta bayi Baby Twins menuju rumah.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏
__ADS_1
Cari juga di kolom pencarian karya baru saya di akun yang lain " Mengejar Cinta Pertama dan Menikahi Ayah Nadia " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘