Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
147. Kembar


__ADS_3

Setelah puas tanya jawab dengan Dokter Sinta, Yeni pun naik ke atas berankar dan merebahkan tubuhnya di sana untuk melakukan pemeriksaan. Dokter Sinta mengoleskan gel pada perut Yeni lalu mulai menggerakan alat di atasnya.


" Setelah melihat besar dari janin dan dihitung dari hari pertama haid terakhir anda, usia kandungan anda sekarang sudah memasuki minggu ke sembilan " ucap Dokter Sinta.


" Dan sepertinya kalian akan langsung mendapatkan dua bayi " lanjut Dokter Sinta tersenyum.


" Dua bayi? Maksud dokter saya hamil bayi kembar?" tanya Yeni meyakinkan.


" Iya nona. Lihat disini ada dua kantong yang terisi janin yang baru sebesar buah stroberi ini " jawab Dokter Sinta.


Yeni sangat bahagia mendengar itu. Bahkan sekarang kebahagiaannya bertambah berkali-kali lipat setelah tahu ia mengandung bayi kembar. Ia sampai tidak bisa menahan air matanya.


Sedangkan Leon, ia masih diam. Ia masih belum bisa percaya akan memiliki anak kembar. Tapi hatinya terasa hangat saat mendengar itu.


" Anak kita kembar mas " ucap Yeni pada Leon.


" Iya sayang " ucap Leon memeluk Yeni.


Ia bahkan tidak malu pada Dokter Sinta yang berada di sana. Dokter Sinta dibuat kaget dengan sikap Leon yang menjadi hangat.

__ADS_1


" Saya sudah menuliskan resep obat dan vitamin. Silakan anda tebus di apotik " ucap Dokter Sinta pada Leon.


" Baik terima kasih " ucap Leon.


" Ingat ya nona minum obatnya yang teratur. Jaga kesehatan anda. Atur pola makan teratur dan makan makanan yang sehat. Jangan lupa makan buah dan sayur dam jangan stres. Karena ini kehamilan pertama anda dan kembar jadi sangat beresiko karena usia anda masih terlalu muda " pesan Dokter Sinta pada Yeni.


" Baik dok. Saya akan menjaga kehamilan saya dengan baik. Terima kasih banyak dok " ucap Yeni.


Setelah itu Leon dan Yeni pun langsung berpamitan. Tapi sebelum pulang, Leon dan Yeni pergi ke apotik rumah sakit untuk menebus resep obat dan vitamin yang diberikan oleh Dokter Sinta.


Leon terus menggenggam tangan Yeni dengan erat sepanjang jalan menuju apotik.


" Tolong obat dan vitamin di resep ini " ucap Leon menyerahkan kertas resep pada seorang apoteker.


Kemudian mereka pun langsung pulang menuju apartemen. Leon masih saja menggenggam tangan Yeni walau sekarang mereka sudah berada di dalam mobil. Yeni tersenyum bahagia melihat itu.


" Mas aku bahagia banget. Tuhan baik banget sama kita. Kita gak cuma dikasih satu anugrah tapi dua " ucap Yeni bahagia.


" Iya sayang " jawab Leon masih fokus menyetir.

__ADS_1


" Oh iya kita belum kasih kabar bahagia ini ke orang tuaku dan orang tua kamu juga " ucap Yeni.


" Kita beritahu mereka kalau sudah sampai apartemen " ucap Leon.


" Mereka pasti bahagia denger kabar ini mas " ucap Yeni.


" Iya sayang " Leon tersenyum menoleh sekilas pada Yeni.


Beberapa saat kemudian mereka pun sudah sampai. Leon membukakan pintu mobil untuk Yeni. Ia juga kembali menggandeng tangan Yeni saat menuju apartemen mereka.


" Kamu duduk lah dan istirahat. Aku ambil air minum buat kamu " ucap Leon menyuruh Yeni untuk beristirahat di atas tempat tidur.


" Gak usah mas. Aku bisa ambil sendiri " ucap Yeni.


" Sudah diam duduk di sini. Istirahat " ucap Leon tidak mau dibantah.


Kemudian Leon pun keluar dari kamar dan mengambil air minum untuk Yeni.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain " Cinta Si Gadis Lumpuh " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2