Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
33. Curiga


__ADS_3

Leon yang sedang mencuci motornya melihat sekilas Yeni yang melewati depan rumahnya.


" Itu bukannya si cewek ceroboh. Ngapain dia ? Rumahnya gak udah lewat dari sekolah ?" ucap Leon.


" Ah bukan urusanku juga " lanjutnya.


Kemudian Leon melanjutkan kegiatan mencuci motornya.


Keesokan harinya Leon sudah siap dengan seragamnya untuk pergi ke sekolah. Leon menuruni tangga dan menuju meja makan. Seperti biasa di sana sudah ada kedua orang tuanya. Leon pun duduk di sebelah Mama Rita.


" Pagi ma pa " ucap Leon mencium pipi Mama Rita.


" Pagi " ucap Papa Axcel.


" Pagi sayang " ucap Mama Rita tersenyum.


" Bi tolong ambilkan susu untuk Leon ya " ucap Mama Rita pada Bi Inah.


" Baik Nyonya "jawab Bi Inah.


Kemudian Bi Inah pun meletakkan segelas susu di depan Leon.


" Terima kasih bi " ucap Leon.


" Sama-sama tuan muda " jawab Bi Inah.


Mereka pun memakan sarapan mereka masing-masing dengan tenang.

__ADS_1


Di rumah Yeni juga mereka melakukan hal yang sama yaitu sedang sarapan bersama. Yeni menyelesaikan sarapannya dengan terburu-buru karena hari ini dia akan menjemput Tya terlebih dahulu.


" Pelan-pelan makannya " ucap Ayah Yendi pada Yeni.


" Yeni takut telat yah " jawab Yeni.


" Ini masih pagi lo " ucap Bu Yosi.


" Iya bu tapi Yeni udah janji sama mba Tya mau jemput " jawan Yeni lalu menghabiskan susunya.


" Yeni berangkat dulu. Assalamualaikum " ucap Yeni mengambil tasnya lalu mencium tangan kedua orang tuanya.


" Walaikumsalam " jawab mereka.


Yeni pun keluar rumah lalu mengambil sepatunya yang berada di rak sepatu dan memakainya. Kemudian Yeni pun langsung melajukan motornya menuju rumah Tya.


Saat mereka sampai parkiran ternyata Ardi juga baru sampai. Yeni hendak mendorong kursi roda Tya tapi Ardi menghentikannya.


" Biar aku aja Yen " ucap Ardi saat sudah berada di dekat mereka.


" Ya udah aku duluan" ucap Yeni kemudian berlari menuju kelas.


Saat sampai di kelas, Yeni menaruh tasnya di meja miliknya lalu bergabung dengan teman-temannya yang lain. Mereka terus mengobrol sampai akhirnya Ardi dan Tya datang. Mereka melihat Tya yang sedang menyuapi Ardi.


" Aduh mereka so sweet banget. Aku jadi pengen " ucap Lisa sambil memperhatikan Ardi dan Tya.


" Punya pacar dulu baru bisa seperti mereka " ucap Yeni.

__ADS_1


" Nanti gue cari deh " jawab Lisa.


Terlihat Leon memasuki kelas sendirian tanpa Dareen dan Risky. Yeni memperhatikan sikap Leon semenjak dia masuk kelas tadi. Dia melihat Leon yang mengepalkan tangannya saat melihat kebersamaan Ardi dan Tya.


" Kenapa Leon kaya gak suka lihat Ardi sama Tya ya " batin Yeni melihat sikap Leon.


Lonceng berbunyi sebanyak enam kali menandakan jika pelajaran akan dimulai. Yeni menuju tempat duduknya yang sudah ditinggalkan oleh Ardi.


Setelah seharian menuntut ilmu, akhirnya jam pulang pun tiba. Semua siswa berlarian keluar kelas untuk pulang ke rumah masing-masing.


" Nongkrong yuk" ajak Dareen.


" Lain kali deh gue capek banget ni. Pengen pulang " ucap Risky.


" Lo gimana?" tanya Dareen pada Leon.


" Gue langsung pulang " jawab Leon dingin.


" Ya udah deh " ucap Dareen kecewa.


Kemudian mereka bertiga pun menuju parkiran untuk mengambil motor mereka. Saat sampai di parkiran, Leon melihat Tya yang akan pulang bersama Ardi.


" Lo harus bisa lupain Tya. Lo harus bisa buka hati buat cewek lain " ucap Risky menepuk pundak Leon.


Leon tidak menjawab, dia menuju motornya kemudian melajukannya ke jalan.Yeni tak sengaja melihat Leon yang memperhatikan Ardi dan Tya.


" Aku kok ngrasa ada sesuatu ya, Leon kenapa beda gitu tatapannya ke mba Tya" gumam Yeni.

__ADS_1


Kemudian dia melaju motornya untuk pulang ke rumahnya sendiri.


__ADS_2