Pria Kulkasku

Pria Kulkasku
28. Mengambil Motor


__ADS_3

Keesokan paginya setelah sarapan Yeni dan Tya sedang duduk di ruang keluarga. Kemudian terdengar suara ponsel Tya berbunyi.


" Siapa mba?" tanya Yeni.


" Ardi " jawab Tya.


" Oh. Ya sudah angkat aja. Aku ke kamar mba dulu " ucap Yeni pada Tya.


Tya pun menganggukkan kepalanya. Kemudian Yeni beranjak pergi menuju ke kamar Tya untuk membereskan barang-barangnya karena dia akan pulang pagi ini.


Yeni membuka pintu kamar tersebut. Dilihatnya ponselnya berbunyi. Ada seseorang yang mengirimkan pesan padanya. Yeni pun meraih ponselnya di atas tempat tidur. Setelah dilihat Leon lah yang mengirimkan pesan padanya.


" Leon?" gumam Yeni lalu membuka pesan tersebut.


" Motormu sudah diperbaiki. Datanglah ke bengkel dekat rumahku jam empat sore. Jangan terlambat " ucap Leon dalam pesannya.


" Ni cowok emang mau sekolah pake bilang jangan terlambat " ucap Yeni.


Yeni melihat ke arah jam tangannya. " Masih pagi juga. Masih banyak waktu" ucap Yeni lagi.


Kemudian Yeni pun mulai membereskan barang-barang miliknya. Setelah selesai Yeni keluar dari kamar Tya. Yeni menuju dapur untuk mengambil air karena dia haus.


Di dapur Bibi Sari sedang membuat minuman. Yeni membuka kulkas dan menuangkan air ke gelas yang dibawanya lalu meminumnya.


Setelah minum Yeni mendekati Bibi Sari. " Ada tamu ya bi?" tanya Yeni pada Bibi Sari.


" Iya Yen" jawab Bibi Sari.


" Siapa bi?" tanya Yeni lagi.


" Nak Ardi "jawab Bibi Sari.


Setelah itu Bibi Sari pun akan mengatarkan minuman itu ke teras tapi Yeni melarangnya.


" Biar Yeni aja bi "ucap Yeni mengambil alih nampan yang berada di tangan Bibi Sari.


" Baiklah. Mereka ada di teras "ucap Bibi Sari.


Yeni pun melangkahkan kakinya menuju teras dengan membawa nampan. Saat sampai depan pintu Yeni melihat Ardi dan Tya sedang beradegan mesra dengan berpegangan tangan. Yeni melangkahkan keluar.


" Ehem" dehem Yeni.


Tya yang terkejut pun langsung melepaskan genggaman Ardi.


" Sejak kapan kamu disitu?" tanya Ardi pada Yeni.


" Sejak kamu pegang tangan mba Tya" ucap Yeni tertawa.


" Jadi kamu denger semuanya?" tanya Tya pada Yeni.


" Iya " jawab Tya kemudian tertawa.


Blush wajah Tya memerah. Sedangkan Ardi santai saja.


" Udah mba gak usah malu" ucap Yeni. " Oh iya ini minumannya sampe lupa" Yeni lalu menaruh gelas yang berisi minuman di meja.

__ADS_1


Yeni pun ikut bergabung mengobrol bersama Tya dan Ardi.


Setelah cukup lama mengobrol Ardi pun pamit pulang.


" Bentar lagi zuhur. Aku pulang dulu " ucap Ardi.


" Iya. Kabarin aku sebelum kamu berangkat" jawab Tya.


Ardi menganggukkan kepalanya. " Aku pulang " pamit Ardi.


" Hati-hati" ucap Tya.


" Assalamualaikum " salam Ardi kemudian menuju motornya.


" Walaikumsalam " jawab Tya dan Yeni bersamaan.


Tya terus memandangi kepergian Ardi hingga tidak terlihat lagi. Seketika wajah Tya menjadi sedih.


" Udah mba gak usah sedih. Ardi disana juga kan buat belajar. Buat masa depan mba sama Ardi juga nanti" ucap Yeni menggoda Tya.


" Masa depan apaan sih, kaya udah mau nikah aja " ucap Tya.


" Kan aku berharap mba sama Ardi nikah " ucap Yeni.


" Aamiin" ucap Tya.


Setelah dia sadar apa yang ucapkannya wajah Tya langsung merah. Dia malu ketahuan berharap menikah dengan Ardi yang belum lama menjadi kekasihnya.


Yeni seketika langsung tertawa saat mendengar jawaban dari Tya.


" Udah ah ayo kita masuk. Bentar lagi azan " ucap Tya kemudian memasuki rumah supaya tidak digoda Yeni lagi.


Yeni hanya tersenyum melihat Tya. Dia berharap Tya selalu bahagia seperti ini. Kemudian Yeni menyusul Tya ke dalam. Setelah itu mereka melaksanakan sholat zuhur bersama.


Setelah melaksanakan sholat zuhur mereka makan siang bersama. Kebetulan Paman Nadi juga sudah berada di rumah. Mereka makan dengan tenang. Hanya terdengar suara sendok dan piring yang beradu.


" Tadi ayah bertemu Ardi di jalan. Dia bilang dari sini. Memangnya ada apa nak Ardi kemari?" tanya Paman Nadi setelah mereka selesai makan.


" Ardi pamit yah. Besok dia akan pulang keluar kota" jawab Tya.


" Pasti kak Ardi mau liburan ya" ucap Khaya.


" Bukan. Dia pulang untuk belajar bisnis keluarganya" ucap Tya.


" Wajar saja nak Ardi itu pewaris yang akan menggantikan om Gunawan" ucap Paman Nadi.


" Bukannya Ardi punya kakak ya paman?" tanya Yeni penasaran. " Kenapa gak kakaknya aja yang jadi penerus ayahnya Ardi" lanjut Yeni.


" Andi itu hanya anak angkat. Walaupun Om Gunawan sudah menganggapnya seperti putra sendiri dan menyuruhnya untuk menggatikannya tapi Andi gak mau. Dia merasa masih ada Ardi yang lebih berhak menjadi pemerus Om Gunawan" jawab Paman Nadi dan semuanya menganggukkan kepalanya mengerti.


Paman Nadi kemudian berangkat untuk kerja kembali. Sedangkan Yeni juga pulang ke rumahnya.


Yeni memesan ojek online untuk pulang ke rumahnya. Setelah sampai rumah Yeni langsung membayar ongkos ojek online tersebut.


Terlihat Ayah Yendi sedang duduk di kursi yang ada di teras.

__ADS_1


" Assalamualaikum " ucap Yeni lalu mencium tangan Ayah Yendi.


" Walaikumsalam " jawab Ayah Yendi.


" Dimana motormu?" tanya Ayah Yeni.


" Di bengkel yah. Tadi malam mogok " jawab Yeni.


" Yeni ke dalam dulu ya yah " lanjut Yeni dan Ayah Yeni menganggukkan mengiyakan.


Hari berganti sore. Yeni sudah bersiap-siap untuk pergi menemui Leon dan mengambil motornya. Yeni memesan ojek online.


Setelah ojek online sampai di depan rumahnya Yeni pun langsung menghampirinya.


" Alamat sesuai aplikasi ya mas " ucap Yeni.


" Baik mba " jawab mas ojek online tersebut.


Kemudian Yeni duduk di belakang dan menuju bengkel dekat rumah Leon.


Sedangkan Leon sedang uring-uringan karena Yeni tidak kunjung datang.


" Kemana tu sih cewek " ucap Leon kesal.


Tak lama terlihat ojek online berhenti di depan bengkel tersebut. Yeni pun menghampiri Leon setelah membayar ongkos ojek online tersebut.


" Lama banget" ucap Leon ketus.


" Sorry. Lagian cuma lewat lima belas menit aja kok " jawab Yeni.


" Itu motor lo. Lo bisa bawa sekarang " ucap Leon menunjukkan motor Yeni.


" Gue harus bayar berapa?" tanya Yeni.


" Gak perlu " jawab Leon.


" Beneran ?" tanya Yeni.


" Hmm " jawab Leon.


Kemudian Leon beranjak pergi tapi Yeni menghentikannya.


" Tunggu " ucap Yeni dan Leon pun menghentikan langkahnya.


" Terima kasih " lanjut Yeni pada Leon.


" Hmm " jawab Leon.


Kemudian Leon pun menaiki motornya dan melajukannya entah kemana.


" Tu cowok ya irit banget kalo ngomong. Tapi dia baik sih " gumam Yeni tersenyum.


" Eh apaan sih gue " ucap Yeni.


Kemudian Yeni pun menghampiri motornya dan melajukannya meninggalkan bengkel tersebut.

__ADS_1


__ADS_2